Puncak musim kemarau di Kalimantan kembali memicu kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang meluas di berbagai wilayah, seperti Kalimantan Tengah, Barat, dan Selatan. Kepungan kabut asap pekat kini menutupi permukiman dan menurunkan kualitas udara hingga level berbahaya bagi kesehatan. Dampaknya melumpuhkan aktivitas harian warga, memicu penundaan penerbangan, bahkan telah merambah ke wilayah tetangga dan memaksa pemerintah Malaysia menutup ratusan sekolah di negara bagian Sarawak.