Каталог каналов Каналы в закладках Мои каналы Поиск постов Рекламные посты
Инструменты
Каталог TGAds beta Мониторинг Детальная статистика Анализ аудитории Бот аналитики
Полезная информация
Инструкция Telemetr Документация к API Чат Telemetr
Полезные сервисы

Не попадитесь на накрученные каналы! Узнайте, не накручивает ли канал просмотры или подписчиков Проверить канал на накрутку
Прикрепить Телеграм-аккаунт Прикрепить Телеграм-аккаунт

Телеграм канал «Serambi 'Ulama»

Serambi 'Ulama
7.9K
0
1.2K
828
13.0K
✍️Menghubungkan Ummat kepada pewaris para nabi
Radio Serambi Ulama Ambon di aplikasi radio Manhajul Anbiya
https://t.me/serambiulama?livestream=6ecb7eeb63c329975

Pembina: Al-Ustadz Abu Utsman Kharisman
Al-Ustadz Ibrahim Waliulu
Подписчики
Всего
2 879
Сегодня
0
Просмотров на пост
Всего
312
ER
Общий
10.09%
Суточный
6.2%
Динамика публикаций
Telemetr - сервис глубокой аналитики
телеграм-каналов
Получите подробную информацию о каждом канале
Отберите самые эффективные каналы для
рекламных размещений, по приросту подписчиков,
ER, количеству просмотров на пост и другим метрикам
Анализируйте рекламные посты
и креативы
Узнайте какие посты лучше сработали,
а какие хуже, даже если их давно удалили
Оценивайте эффективность тематики и контента
Узнайте, какую тематику лучше не рекламировать
на канале, а какая зайдет на ура
Попробовать бесплатно
Показано 7 из 7 906 постов
Смотреть все посты
Пост от 28.03.2026 05:31
91
0
1
Видео/гифка
Пост от 28.03.2026 05:31
63
0
1
💽 [ AUDIO #KHUTBAH_JUMAT ]
📚

🎙Ustadz Luqman Ba'abduh hafizhahullah

📆  Jumat, 7 Syawal 1447 / 27 Maret 2026
🕌 #Masjid_Ali_bin_Abi_Thalib, Ma'had Minhajul Atsar

📥 Link Audio
🔗 https://t.me/KhutbahJumat_MMA/275
Пост от 28.03.2026 05:29
92
0
2
Видео/гифка
Пост от 28.03.2026 05:24
100
0
2
AUDIO KAJIAN
Perjuangan Untuk Istiqomah Pasca Ramadan 🔈

📖 Kajian Tematik

💺Oleh : Ustadz Abu Jundi حفظه الله
Pengasuh Ma'had Qoulan Sadida, Banjarsari - Ciamis
05 Syawal 1447 H / 25 Maret 2026 M

🕌 Masjid Miftahus Shalihin, Panumbangan, Kab. Ciamis, Jawa Barat

Dipublikasikan oleh :
📻 Daarul Ilmi Panumbangan - Ciamis
Пост от 28.03.2026 03:50
94
0
2
Видео/гифка
Пост от 28.03.2026 03:46
141
0
2
Maka hendaklah kalian menuntut ilmu, wahai saudara-saudaraku. Hendaklah kalian mempelajari ilmu para salaf dan manhaj mereka, khususnya manhaj mereka dalam jarh wa ta‘dil.

Sungguh kita telah mendapati Yahya bin Ma‘in, yang terkenal sebagai salah satu yang paling keras dalam jarh, ternyata juga ada sikap tasahul (kelonggaran). Kita dapati para ulama menyalahi beliau, baik mereka yang lebih tinggi darinya maupun yang lebih rendah. Betapa banyak orang yang ia jarh namun para ulama menyelisihinya; betapa banyak orang yang ia ta’dil namun para ulama juga menyelisihinya. Demikian pula Ahmad bin Hanbal, beliau (memiliki) jarh dan ta’dil, namun para ulama pun berbeda dengan beliau dalam sebagian jarh dan ta’dil tersebut. Mengapa? Karena mereka memiliki manhaj.

Dan manhaj itu bukan berarti mengikuti Fulan (bukan mengikuti individu). Setiap seorang yang berilmu ('alim) ia dibebani untuk mengikuti manhaj ini, maka jika ia keliru dan menyelisihi manhaj tersebut, ucapan-ucapannya wajib diukur dengan manhaj ini. Itulah jawaban atas pertanyaan ini.

Oleh karena itu, wajib untuk dipelajari ilmu yang benar dan mengetahui manhaj salaf dalam jarh wa ta‘dil: kapan seseorang bermanfaat baginya tazkiyah, dan kapan tazkiyah tidak bermanfaat baginya.

Baarakallahu fiikum.."

📚 Sumber: Syarah beliau atas kitab Al-Jawab Al-Kafi, rekaman kaset kedua, menit 40 sampai 46.

📎 https://shorturl.at/LQ3vc

➖➖➖
📲 Join • Save • Share ll
https://t.me/kajiansalafypalopo

Media Dakwah Salafy Palopo

🔄
Пост от 28.03.2026 03:46
121
0
2
⚠️ KAIDAH MANHAJIYYAH YANG SANGAT PENTING DALAM ILMU JARH WA TA'DIL

☝🏼 Al-Jarh (kritikan) yang dijelaskan secara terperinci didahulukan atas ta’dil (rekomendasi) yang samar. Namun orang-orang yang lemah keilmuannya justru bergantung pada pujian-pujian (tazkiyah), padahal ada jarh yang jelas terhadap seseorang. Wallahul musta'an.

🎙️ Fadhilatusy Syaikh al-'Allamah al-Imam al-Muhaddits Rabi‘ bin Hadi ‘Umair Al-Madkhaly -semoga Allah Ta'ala merahmati dan mengampuni beliau- berkata:

“Yakni, lemahnya ilmu itu akan menyebabkan seseorang terjatuh kepada hal-hal remeh seperti ini: ia berkata ‘Fulan berkata… fulan berkata…’.

Kita memiliki manhaj yang dapat membedakan antara ahlul-haq dan ahlul-bathil. Seandainya Ahmad bin Hanbal datang pada masa ini kemudian men-tazkiyah fulan dan fulan, lalu kita dapati bahwa orang tersebut sebenarnya tidak pantas menerima tazkiyah itu dari ucapan-ucapannya, perbuatannya, tulisan-tulisannya, dan kaset-kaset ceramahnya—apakah boleh bagi kita berpegang pada tazkiyah yang diberikan oleh Imam tersebut, seperti Ibnu Baz atau Al-Albani atau Ahmad bin Hanbal atau selain mereka?

Jarh itu didahulukan atas ta’dil. Jarh yang dijelaskan (mufassar) didahulukan atas ta’dil yang samar (mubham). Kaedah-kaedah ini wajib diterapkan dalam medan jarh wa ta‘dil.

Contohnya: suatu hari Syaikh Al-Albani pernah men-tazkiyah seorang fulan, kemudian tampak baginya bahwa orang itu tidak pantas ditazkiyah, maka beliau sebut dia sebagai khawarij.

Demikian pula Ibnu Baz, pernah men-tazkiyah beberapa orang (Fulan dan fulan), lalu jelas bagi beliau bahwa tazkiyah itu keliru, dan beliau mengatakan tentang mereka: ‘para da‘i kebatilan’.

Ahlul bathil muncul, lalu mereka menyebarkan tazkiyah dan mengubur jarh. Andaikan Ibnu Baz dan Al-Albani tetap mempertahankan tazkiyah itu sampai wafat, dan mereka tidak memiliki selain tazkiyah tersebut—apakah manusia wajib mengikuti tazkiyah itu? Apakah mereka harus memejamkan mata dan menutup akal mereka dari kesalahan fulan dan fulan yang pernah ditazkiyah oleh Al-Albani atau Ibnu Baz? Padahal kesalahannya jelas dan jarhnya jelas.

Apakah seorang Muslim boleh bergantung pada tazkiyah fulan dan fulan, sementara jarh terhadap orang yang diberi tazkiyah itu sudah jelas?

Orang-orang ini bergantung pada tokoh-tokoh ahli bid‘ah. Di antara mereka adalah Sayyid Quthb, mereka loyal dan memusuhi karena dirinya dan demi orang-orang seperti dia. Mereka menghasut massa, orang-orang awam, dan para pengikut yang serampangan untuk menyerang siapa pun yang mengkritik mereka dan menjelaskan kesesatan mereka. Ini adalah jarh yang sangat berbahaya.

Mereka menulis manhaj-manhaj dan buku-buku untuk memuliakan tokoh-tokoh tersebut. Ini adalah jarh yang sangat berbahaya.

Seandainya ada Ahlus Sunnah yang sadar, demi Allah, meskipun Ibnu Baz dan Al-Albani men-tazkiyah mereka, itu tidak akan bermanfaat bagi mereka selama mereka telah men-jarh diri mereka sendiri dengan sikap-sikap mereka, ide-ide mereka, dan manhaj-manahj yang menyimpang yang mereka tempuh dalam memerangi Ahlus Sunnah.

Mereka menghadang para ulama Ahlus Sunnah, menjelekkan mereka, membuat manhaj-manhaj, dan membuat para pemuda berani mencela serta memfitnah siapa saja yang mengkritik tokoh-tokoh kesesatan.

Sayyid Quthb adalah satu ‘umat’ dalam kesesatan. Ada orang yang menjadi ‘umat’ dalam petunjuk, dan ada pula yang menjadi ‘umat’ dalam kesesatan. Maka Sayyid Quthb adalah umat dalam kesesatan, ia menghimpun berbagai macam penyimpangan dari banyak arah: dari kaum Mu‘tazilah, Khawarij, Rafidhah, tasawwuf ekstrem pengusung wihdatul wujud, sosialisme, dan kesesatan-kesesatan lain yang ia penuhi dalam buku-bukunya dan dengannya ia menyesatkan para pemuda umat.

Maka siapa pun yang membela tokoh ini, loyal dan memusuhi karena dirinya, dan membuat manhaj untuk melindungi tipe-tipe seperti dia yang mengumpulkan berbagai bentuk kesesatan, bagaimana mungkin tazkiyah fulan dan fulan bisa bermanfaat bagi mereka? Di mana standar Islam? Di mana timbangan Islam?
Смотреть все посты