Не попадитесь на накрученные каналы! Узнайте, не накручивает ли канал просмотры или
подписчиков
Проверить канал на накрутку
Телеграм канал «Serambi 'Ulama»
Serambi 'Ulama
8.6K
0
1.5K
1.0K
13.0K
✍️Menghubungkan Ummat kepada pewaris para nabi Radio Serambi Ulama Ambon di aplikasi radio Manhajul Anbiya telemetr.me/serambiulama?livestream=6ecb7eeb63c329975
Pembina: Al-Ustadz Abu Utsman Kharisman Al-Ustadz Ibrahim Waliulu
💡🔍BEDA PEMBELI, BEDA HARGA: BOLEHKAH DALAM HUKUM JUAL BELI ISLAM
Pertanyaan:
Saya bekerja di salah satu toko, dan harga jual saya berbeda-beda antara satu orang dengan orang lainnya — tergantung kegigihan/desakan pembeli dalam menawar. Terkadang saya menjual suatu barang seharga 100 riyal, dan terkadang saya menjualnya seharga 150 riyal — tergantung situasi dan pembelinya. Apakah hal tersebut dianggap sebagai penipuan (ghisy)?
Jawaban Syaikh Abdul Aziz bin Abdillah bin Baz -semoga Allah merahmati beliau-:
Kewajibannya adalah Anda tidak boleh menaikkan harga barang di atas harga pasaran yang sewajarnya. Adapun tindakan Anda memberikan diskon/potongan harga kepada sebagian pembeli di bawah harga pasaran, maka itu tidak mengapa (boleh).
Yang dilarang adalah Anda menaikkan harga kepada sebagian pembeli dengan harga yang lebih mahal daripada harga barang tersebut di pasar. Terlebih lagi jika pembeli tersebut tidak mengetahui harga pasaran barang, atau seorang yang awam/lugu yang tidak pandai dalam urusan jual beli dan tawar-menawar; maka tidak boleh memanfaatkan ketidaktahuan serta keluguannya untuk menaikkan harga di atas harga yang berlaku umum di pasar.
(Diterbitkan dalam Buletin At-Taw’iyah Al-Islamiyyah bil Quwwat Al-Musallahah, Jumadil Ula 1415 H, Edisi: 18. Majmu’ Fatawa wa Maqalat Asy-Syaikh Ibn Baz 19/108)
Naskah dalam Bahasa Arab
السؤال: أعمل في أحد المتاجر، ويختلف بيعي من شخص لآخر -حسب إلحاح الزبون- فقد أبيع بضاعة بمائة ريال، وقد أبيعها بمائة وخمسين -حسب الحال والزبون- فهل يعتبر ذلك غشًا؟
أجاب عنه الشيخ عبد العزيز بن عبد الله بن باز رحمه الله تعالى: الواجب ألا تزيد في قيمة السلعة عما تساويه في السوق، وكونك تخفض لبعض الزبائن عما تساويه في السوق لا بأس به، إنما الممنوع أن تزيد على بعض الزبائن بثمن أغلى من قيمة السلعة في السوق، خصوصًا إذا كان المشتري يجهل أقيام السلع، أو كان غرًّا لا يحسن البيع والشراء والمماكسة؛ فلا يجوز استغلال جهله وغرته والزيادة عليه عن القيمة المعروفة في السوق
.
نشر في (نشرة التوعية الإسلامية بالقوات المسلحة)، في جمادى الأولى عام 1415هـ، العدد: 18. (مجموع فتاوى ومقالات الشيخ ابن باز
19/ 108)
Penerjemah: Abu Utsman Kharisman
💎 Media Dakwah Ahlussunnah Kota Ambon
📲 telemetr.me/serambiulama
📲 https://whatsapp.com/channel/0029VaCx9qZ4IBhNmaGSPA3M
▫️ Ikuti • Simpan • Bagikan
❌⛔🔥 SAMPAIKANLAH KEBENARAN JANGAN TAKUT DENGAN MANUSIA
Nabi shallallahu alaihi was sallam bersabda:
لا يَمنَعَنَّ رَجُلاً هَيبَةُ النَّاسِ أن يقول بحقٍّ إذا عَلِمَهُ [أو شَهِدَهُ أو سمِعَهُ].
"Janganlah sekali-kali ketakutan kepada manusia menghalangi seseorang untuk mengatakan kebenaran jika dia mengetahuinya atau menyaksikannya atau mendengarnya."
Asy-Syaikh Muhammad Nashiruddin al-Albany rahimahullah berkata:
وفي الحديث: النهي المؤكد عن كتمان الحق خوفاً من الناس، أو طمعاً في المعاش، فكل من كتمه مخافة إيذائهم إياه بنوع من أنواع الإيذاء؛ كالضرب والشتم وقطع الرزق، أو مخافة عدم احترامهم إياه ونحو ذلك؛ فهو داخل في النهي ومخالف للنبي ﷺ، وإذا كان هذا حال من يكتم الحق وهو يعلمه؛ فكيف يكون حال من لا يكتفى بذلك، بل يشهد بالباطل على المسلمين الأبرياء، ويتهمهم في دينهم وعقيدتهم؛ مسايرة منه للرعاع، أو مخافة أن يتهموه هو أيضاً بالباطل إذا لم يسايرهم على ضلالهم واتهامهم؟! فاللهم ثبتنا على الحق، وإذا أردت بعبادك فتنة؛ فاقبضنا إليك غير مفتونين.
"Di dalam hadits ini terdapat larangan yang ditekankan dari perbuatan menyembunyikan kebenaran karena takut kepada manusia atau karena keinginan untuk mendapatkan penghasilan. Jadi siapa saja yang menyembunyikannya karena takut terhadap gangguan mereka terhadapnya dengan sesuatu yang menyakitkan, seperti pukulan, cacian, dan terputusnya rezeki, atau mereka tidak lagi menghormatinya, dan semisalnya, maka itu termasuk dalam larangan dan menyelisihi Nabi shallallahu alaihi was sallam.
Dan jika seperti ini keadaan orang yang menyembunyikan kebenaran dalam keadaan dia mengetahuinya, maka bagaimana dengan keadaan orang yang tidak sebatas melakukan hal itu saja, bahkan dia bersaksi secara bathil untuk menjatuhkan kaum muslimin yang tidak bersalah, menuduh sesat agama dan akidah mereka demi mengikuti kemauan orang-orang awam, atau karena dia juga takut mereka akan menuduhnya dengan kebathilan jika dia tidak sejalan dengan mereka dalam kesesatan dan tuduhan dusta mereka?!
Yaa Allah, kokohkanlah kami di atas kebenaran, dan jika Engkau ingin menimpakan fitnah kepada hamba-hamba-Mu, maka wafatkanlah kami dalam keadaan tanpa terfitnah."
📚Silsilah ash-Shahihah, no. 168 dan
Majmu'ah Marhaban "Yaa Thalibal 'Ilmi"