Каталог каналов Мои подборки Мои каналы Поиск постов Рекламные посты
Инструменты
Каталог TGAds Мониторинг Детальная статистика Анализ аудитории Бот аналитики
Полезная информация
Инструкция Telemetr Документация к API Чат Telemetr
Полезные сервисы

Не попадитесь на накрученные каналы! Узнайте, не накручивает ли канал просмотры или подписчиков Проверить канал на накрутку
Прикрепить Телеграм-аккаунт Прикрепить Телеграм-аккаунт

Телеграм канал «Serambi 'Ulama»

Serambi 'Ulama
8.1K
0
1.2K
828
13.0K
✍️Menghubungkan Ummat kepada pewaris para nabi
Radio Serambi Ulama Ambon di aplikasi radio Manhajul Anbiya
/@serambiulama?livestream=6ecb7eeb63c329975

Pembina: Al-Ustadz Abu Utsman Kharisman
Al-Ustadz Ibrahim Waliulu
Подписчики
Всего
2 825
Сегодня
-1
Просмотров на пост
Всего
262
ER
Общий
7.84%
Суточный
5.6%
Динамика публикаций
Telemetr - сервис глубокой аналитики
телеграм-каналов
Получите подробную информацию о каждом канале
Отберите самые эффективные каналы для
рекламных размещений, по приросту подписчиков,
ER, количеству просмотров на пост и другим метрикам
Анализируйте рекламные посты
и креативы
Узнайте какие посты лучше сработали,
а какие хуже, даже если их давно удалили
Оценивайте эффективность тематики и контента
Узнайте, какую тематику лучше не рекламировать
на канале, а какая зайдет на ура
Попробовать бесплатно
Показано 7 из 8 118 постов
Смотреть все посты
Пост от 08.05.2026 09:29
3
0
0
Ralat terjemahan hadits:

Ada yang kurang pada bagian "kemudian berangkat awal".

Sehingga seharusnya terjemahan haditsnya menjadi:

Barang siapa yang mencuci rambut/menyebabkan istrinya mandi pada hari Jumat dan mandi, kemudian berangkat awal, berjalan kaki tidak berkendara, mendekat pada imam dan menyimak (khotbah dengan seksama), tidak berbuat hal yang sia-sia maka setiap langkah kakinya adalah bernilai pahala puasa dan qiyamul lail setahun (H.R Abu Dawud, dishahihkan Syaikh al-Albaniy)

أستغفر الله وأتوب إليه
Ustadz Abu Usman kharisman
Пост от 08.05.2026 07:41
0
0
0
Пост от 08.05.2026 07:06
41
0
0
بسم الله الرحمن الرحيم

SIMAK SEKARANG  !

Khutbah Jum'at Ahlussunnah KOTA AMBON


🎙 Ustadz Abu Ahmad Nu' man hafizhahullah

Disiarkan di:
Channel Telegram Ahlussunah Kota Ambon
http://t.me/serambiulama
Пост от 08.05.2026 06:59
0
0
0
Пост от 08.05.2026 06:59
0
0
0
Пост от 08.05.2026 06:58
0
0
0
Пост от 08.05.2026 05:56
77
0
0
JANGAN JADI PEMBELA ORANG-ORANG YANG BERKHIANAT

Allah Ta’ala berfirman:
وَلَا تُجَادِلْ عَنِ الَّذِينَ يَخْتَانُونَ أَنْفُسَهُمْ إِنَّ اللَّهَ لَا يُحِبُّ مَنْ كَانَ خَوَّانًا أَثِيمًا

Janganlah engkau berdebat untuk (membela) orang-orang yang mengkhianati dirinya. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang selalu berkhianat dan bergelimang dosa. (Q.S anNisaa’ ayat 107)

…وَلَا تَكُنْ لِلْخَائِنِينَ خَصِيمًا

…janganlah engkau menjadi pembela orang-orang yang berkhianat (Q.S an-Nisaa’ ayat 105)

Penjelasan Ulama
Ibnu Jarir atThobariy rahimahullah menyatakan: “Dan janganlah kamu menjadi ‘pembela’ bagi orang yang mengkhianati seorang muslim atau seorang mu’ahad (non-muslim yang terikat perjanjian damai) baik dalam urusan jiwanya maupun hartanya; (yaitu) kamu membela kepentingannya dan mempertahankan dirinya dari tuntutan orang yang menuntut hak yang telah dikhianatinya tersebut.” (Jami’ul Bayaan ‘an Ta’wiili Aayil Quran 9/176)

Al-Qurthubiy rahimahullah menyatakan: Maka Allah ‘Azza wa Jalla melarang Rasul-Nya untuk menyokong (menjadi pembela) orang-orang yang tertuduh (melakukan kejahatan) serta membela mereka dengan menggunakan argumen-argumen yang dikemukakan oleh lawan mereka. Dalam hal ini terdapat dalil bahwa mewakili orang yang berada di pihak yang batil atau orang yang tertuduh dalam suatu persengketaan hukum adalah tidak diperbolehkan. Oleh karena itu, tidak boleh bagi siapa pun untuk membela (menjadi pengacara/wakil/pembela) bagi orang lain kecuali setelah ia mengetahui bahwa orang yang dibelanya itu berada di pihak yang benar. (al-Jami’ li Ahkaamil Quran 5/377)

Ibnu Muflih rahimahullah menyatakan: Tidak diperbolehkan bagi siapa pun untuk melakukan pembelaan bagi orang lain, baik untuk menetapkan suatu hak atau menyangkalnya, sementara ia mengetahui kebenaran yang sesungguhnya dari perkara tersebut (bahwa orang yang dibelanya berada di pihak yang salah).(al-Aadaabusy Syar’iyyah 1/29)

Syaikh Abdurrahman as-Sa’diy rahimahullah menyatakan: Janganlah engkau membela orang yang telah engkau ketahui pengkhianatannya; baik dia seorang penggugat yang menuntut apa yang bukan miliknya, maupun orang yang mengingkari hak (kewajiban) yang ada pada dirinya, baik hal itu (kecurangannya) diketahui secara pasti maupun melalui dugaan yang kuat. Maka dalam hal ini terdapat dalil atas haramnya melakukan pembelaan dalam kebatilan, serta haramnya mewakili orang yang berbuat batil dalam persengketaan urusan agama maupun hak-hak duniawi. Dan mafhum (makna tersirat) dari ayat ini menunjukkan bolehnya bertindak sebagai wakil dalam suatu persengketaan bagi orang yang tidak diketahui adanya kezaliman pada dirinya.”

(Taisir Karimir Rahman fi Tafsiri Kalamil Mannan halaman 199)

✍ Oleh: Abu Utsman Kharisman
💎 Media Dakwah Ahlussunnah Kota Ambon
📲 https://t.me/serambiulama
📲 https://t.me/syababahlussunnahambon
📲 https://whatsapp.com/channel/0029VaCx9qZ4IBhNmaGSPA3M
▫️ ikuti • simpan • Bagikan
Sumber https://itishom.org/blog/artikel/tafsir/jangan-jadi-pembela-orang-orang-yang-berkhianat
Смотреть все посты