*📌📖 BAROMETERNYA BUKAN NOMINAL TAPI KETULUSAN, TAWAKKAL DAN KETELADANAN*
Abu Hurairah radhiyallahu anhu meriwayatkan sabda Nabi ﷺ:
سبقَ دِرهمٌ مائةَ ألفِ درهمٍ
*"Satu dirham (sedekah) bisa mendahului (pahala dan berkah) seratus ribu dirham."*
قالوا: وَكَيفَ ؟
Para sahabat bertanya: "Bagaimana (bisa demikian)?"
قالَ: كانَ لرجلٍ درهمانِ تصدَّقَ بأحدِهِما وانطلقَ رجلٌ إلى عُرضِ مالِهِ ، فأخذَ منهُ مائةَ ألفِ درهمٍ فتصدَّقَ بِها (رواه النسائي وحسنه الألباني)
Nabi ﷺ bersabda: _*"Seseorang yang hanya memilki dua dirham, dia bersedekah dengan salah satu dari (sisa hartanya) itu. Sementara orang (kaya) yang menawarkan sebagian hartanya lalu diambil seratus ribu dirham sebagai sedekah dari (sedikit dari sekian banyak sisa) hartanya."*_ (HR. An-Nasa-i dan dinilai hasan oleh Syaikh Al Albani rahimahumullah).
✍ Syaikh Abul Hasan Muhammad bin Abdul Hadi As-Sindi (w. 1138H) rahimahullah menjelaskan,
وظاهر الأحاديث: أنَّ الأجر على قدر حال المعطي، لا على قدر المال المعطى، فصاحب الدرهمين حيث أعطى نصف ماله، في حال لا يعطى فيها إلا الأقوياء، يكون أجره على قدر همته، بخلاف الغني فإنه ما أعطى نصف ماله، ولا في حال لا يعطي فيها عادة،
"Makna yang lebih kuat dari sekian banyak hadits menunjukkan bahwa besarnya pahala tergantung keadaan orang yang bersedekah, bukan bergantung pada besarnya jumlah harta yang diberikan. Sehingga pemilik dua dirham ketika ia menyumbangkan separuh harta yang dimilikinya, suatu bagian yang tidak mungkin diberikan setakaran itu kecuali oleh orang-orang yang tegar, ia akan memperoleh pahala sesuai kadar kekuatan tekadnya. Hal itu berbeda dengan sosok kaya, yang ia tidak memberi sampai sejumlah separuh hartanya, tidak pula sekadar bagian yang menurut kebiasaan umum pantas diberikan.
ويحتمل أن يقال: لعل الكلام فيما إذا صار إعطاء الفقير الدرهم سببًا لإعطاء ذلك الغني تلك الدراهم، وحينئذٍ يزيد أجر الفقير، فإن له مثل أجر الغني، وأجر زيادة درهم.
Ada pula kemungkinan makna dengan menyebut bahwa bisa jadi pembahasannya terkait apabila sedekah satu dirham dari si-faqir menjadi sebab disumbangkannya sekian banyak dirham dari si-kaya itu. Jika demikian bertambahlah pahala bagi si-faqir, dia pun mendapat juga bagian seperti yang diperoleh si-kaya, plus tambahan pahala satu dirham."
📚 Hasyiyatus Sindi 'ala Sunan An-Nasa-i, 5/59.
https://t.me/ahlussunnahprobolinggo/4150
•••❁○┈○❁•••
Channel Telegram:
Salafy Probolinggo
t.me/ahlussunnahprobolinggo