📜📖 MEMBANTAH PENYIMPANGAN BAGIAN PRINSIP DAKWAH
Syaikh Zaid bin Muhammad bin Hadi Al Madkhali rahimahullah menyebutkan kaidah ke-20 dari berbagai ciri khas manhaj salaf:
الرد على المخالف من القواعد التي قامت وتقوم عليها الدعوة السلفية ، وبالأخص الرد على أهل البدع
“Membantah pihak yang menentang (akidah) termasuk bagian kaidah yang menjadi bagian dasar dan landasan dakwah Salafiyah, secara lebih khusus bantahan terhadap para ahli bid’ah.
كما قال ابن القيم - رحمه الله - في مدارج السالكين (1/372) ما نصه: "واشتد نكير السلف والأئمة لها - البدعة - وصاحوا بأهلها من أقطار الأرض، وحذروا من فتنتهم أشد التحذير ، بالغوا في ذلك ما لَمْ يبالغوا مثله في إنكار الفواحش والظلم والعدوان ، إذ مضرة البدع وهدمها للدين ومنافاتُها له أشد" اهـ .
Sebagaimana dinyatakan oleh Ibnul Qoyyim rahimahullah dalam Madarijus-Salikin (1/372) yang redaksinya: ‘Generasi awal (Salaf) dan para Imam mengecam bid’ah dengan keras. Mereka juga secara lantang menyuarakan (bantahan) kepada para ahli bid’ah dari seluruh penjuru bumi. Begitu pula mereka memperingatkan bahaya bid’ah dengan peringatan yang sangat keras. Mereka benar-benar mencurahkan kemampuan dalam hal itu, dengan upaya yang tidak dicurahkan pada selainnya, dalam mengecam kekejian, kezaliman, dan permusuhan. Sebab bahaya bid’ah, risiko merusaknya dan kontradiksinya terhadap agama lebih berat.’ (Sampai di sini pernyataan beliau).
قلت : ولشدة ضررها فإن الرد على أهلها باب عظيم من أبواب الجهاد ، وموقع مهم سده من أفضل الجهاد في سبيل الله .
Aku (Syaikh Zaid rahimahullah) menyatakan, ‘Karena besarnya mudaratnya, sehingga membantah penyeru penentangannya merupakan pintu jihad yang besar dan kedudukan penting yang tutup puncaknya adalah jihad terbaik di jalan Allah.’
قال ابن تيمية - رحمه الله - [الفتاوى:13/4] : "فالراد على أهل البدع مجاهد حتى كان يحي بن يحي يقول : الذب عن السنة أفضل من الجهاد…" اهـ .
Ibnu Taimiyah rahimahullah berkata (Al Fatawa: 13/4): ‘(Barang siapa yang) membantah ahli bid'ah, berarti ia termasuk mujahid (pejuang).’ Sampai-sampai Yahya bin Yahya¹) rahimahullah berkata: ‘Membela sunnah lebih baik dari jihad.’ (Sampai di sini kutipan pernyataan Ibnu Taimiyyah).
وأما كيفية الرد فإنه يكون بمجادلتهم بالنصوص ، وبيان وجه الاستدلال ليتضح الأمر وتنقطع الشبهة ويزول الضرر عن الناس لا سيما من قل نصيبهم من العلم وهذا الصنيع يعتبر جهاداً بالقلم واللسان .
Adapun metode bantahan yaitu dengan cara mendebat mereka dengan menyampaikan nash-nash (Al Quran & Sunnah Nabi ﷺ) dan menjelaskan sisi pendalilannya agar perkara menjadi jelas, hilang keraguannya, dan menghindarkan masyarakat khususnya kalangan yang masih kurang ilmunya dari bahaya mereka. Tindakan ini ternilai sebagai jihad dengan pena dan lisan.”
📚 Min Qowa'id Ad Dakwah As Salafiyyah Ar Rosikhoh wa Mazayaha Ar Rofi'ah Ats Tsabitah: Kaidah ke-20
#manhajsalaf bag.20
-------------------
¹) Yahya bin Yahya bin Bakr At-Tamimi An-Naisaburi rahimahullah, wafat tahun 226 H. Pakar hadits yang Imam Adz-Dzahabi dalam As-Siyar menilai beliau sebagai Syaikhul Islam dan alim negeri Khurasan.
https://t.me/ahlussunnahprobolinggo/3123
•••❁○┈○❁•••
Channel Telegram:
Salafy Probolinggo
t.me/ahlussunnahprobolinggo