💐📝MENGABADIKAN MOMEN PERJALANAN SEBAIKNYA BUKAN UNTUK GAMBAR ATAU VIDEO MAKHLUK BERNYAWA
❓Pertanyaan:
Apa pendapat Anda, wahai Syaikh, mengenai membawa (kamera video) saat melakukan perjalanan ke alam terbuka (rihlah barriyah) untuk memotret pemandangan alam?
💡Jawaban Syaikh Ibnu Utsaimin rahimahullah:
"Pendapat saya, membawa alat perekam video dalam perjalanan tersebut tidak mengapa jika ada maslahatnya. Karena Anda tahu bahwa hal ini menghabiskan harta, tenaga, dan waktu. Sesuatu yang terbuang tanpa manfaat, maka meninggalkannya adalah sebuah manfaat. Adapun jika padanya terdapat manfaat, maka tidak mengapa."
Penanya:
Bagaimana jika yang direkam adalah orang-orang (manusia)?
Syaikh menjawab:
"Adapun gambar manusia atau hewan, Anda tentu mengetahui adanya perselisihan (pendapat ulama) di dalamnya, maka menjauhinya lebih utama. Karena dikhawatirkan—meskipun dalam jangka waktu yang lama di masa depan—hal tersebut dapat menyebabkan terjadinya sesuatu yang dilarang."
Sumber: Silsilah Liqa’at al-Bab al-Maftuh (Seri Pertemuan Pintu Terbuka) > Liqa’ al-Bab al-Maftuh [Nomor 1].
🇸🇦Transkrip Fatwa dalam Bahasa Arab
السؤال:
ما رأيك يا شيخ في اصطحاب (كاميرا الفيديو) في أثناء الرحلات البرية؛ لتصوير المناظر الطبيعية؟
أجاب عنه الشيخ ابن عثيمين رحمه الله تعالى:
الذي أرى أن اصطحاب هذا التسجيل بالفيديو في الرحلات لا بأس به للمصلحة؛ لأنك تعرف أن هذا يستنفد مالاً، وجهداً، وزمناً، والشيء الذي يضيع بلا فائدة تركه فائدة، أما إذا كان فيه فائدة فلا بأس.
السائل:
وإذا كانت تصويراً لأشخاص؟
الشيخ:
أما صورة الآدمي، أو الحيوان، فأنت تعرف ما فيه من الخلاف فتَجَنُّبُه أولى؛ لأنه يُخْشَى ولو في المستقبل البعيد أن يلزم منه محظور.
المصدر: سلسلة لقاءات الباب المفتوح > لقاء الباب المفتوح [1]
Penerjemah: Abu Utsman Kharisman
💡💡📝📝💡💡
WA al I'tishom