🔎 KETIKA PUJIAN LAMA DIJADIKAN TAMENG ATAS PERSOALAN BARU
Mengambil faedah dari pujian dan tazkiyah para ulama atau asatidzah adalah perkara yang terpuji. Namun menjadikan pujian masa lalu sebagai alat konsolidasi barisan dalam menghadapi persoalan kontemporer adalah kekeliruan metodologis.
Tazkiyah adalah berita tentang keadaan seseorang pada waktu tertentu, bukan sertifikat kekebalan sepanjang masa dan bukan pula tameng untuk menutup kebutuhan tabayyun ketika muncul dinamika setelahnya.
Mengangkat kembali audio pembelaan lama tanpa membahas substansi persoalan yang sedang dipertanyakan adalah bentuk pengalihan isu. Lebih berbahaya lagi ketika setiap klarifikasi dibingkai sebagai hasad, penghalangan dakwah, atau pembunuhan karakter. Pola seperti ini menggeser diskusi ilmiah menjadi penguatan loyalitas terhadap figur.
Manhaj ahlussunnah tidak dibangun di atas fanatisme terselubung. Manhaj ini berdiri di atas rincian, kejelasan, keadilan, dan keberanian menempatkan setiap perkara sesuai konteksnya. Menjaga dakwah bukan dengan membungkam pertanyaan, tetapi dengan menjawabnya secara terang dan adil.
Yang kita jaga adalah kebenaran dan manhaj, bukan citra individu.
🌐 Salafy Sulawesi,
Kamis, 8 Ramadhan 1447 H
__
📲📡 Join • Save • Share ll
🔰 https://t.me/Salafy_Sulawesi
▪️▪️▪️▪️▪️▪️▪️▪️▪️