✍🏼 Fadhilatusy Syaikh DR. Arafat bin Hasan al-Muhammadi hafizhahullah,
السؤال:
وهذا السؤال الثالث عشر يقول: هل يجوز أخذ العلم عن طالب المبتدئ وإن ثبت كذبه؟
أجاب عنه الشيخ عرفات المحمدي حفظه الله تعالى:
لا يجوز الأخذ عن من كذب، الكاذب عليه أن يتوب وليس أهلا للتدريس، ولا يؤخذ العلم عن الكذاب ولا عن السفيه، ولا عن أهل البدع،
ولهذا لما سألوا الإمام أحمد عن رجل كذب كذبة واحدة -واحدة- قال الإمام أحمد: "هذا لا يكون في موضع العدالة"، فإن الكذب شديد،
فلا يجوز أبدا أن يتولى هؤلاء التدريس، يذهب يصلح نفسه أولاً ويحتاج أن يطلب العلم كثيراً حتى يتربى ويتأدب.
📎 https://t.me/ahlalhadith3/14554
📑 Pertanyaan:
Dan ini pertanyaan ketiga belas, ia bertanya: "Apakah diperbolehkan mengambil ilmu dari seorang penuntut ilmu pemula, meskipun telah terbukti ia berdusta?"
🎙️ Jawaban:
Tidak diperbolehkan mengambil ilmu dari orang yang berdusta. Orang yang berdusta harus bertaubat dan ia tidak layak untuk mengajar. Ilmu tidak boleh diambil dari seorang pendusta, orang yang bodoh (safih), maupun dari ahli bid'ah.
Oleh karena itu, ketika mereka bertanya kepada Imam Ahmad tentang seseorang yang pernah berdusta satu kali saja—hanya satu kali—Imam Ahmad menjawab: "Orang ini tidak lagi berada di posisi yang adil (kredibel)," karena perkara dusta itu sangatlah berat.
Maka, tidak boleh sama sekali orang-orang seperti ini memegang urusan mengajar. Hendaknya ia pergi memperbaiki dirinya terlebih dahulu dan perlu menuntut ilmu yang banyak sampai ia terdidik dan memiliki adab.
📝 Penerjemah:
Al-Ustadz Abu Utsman Kharisman hafizhahullah
➖➖➖
📲 Join • Save • Share ll
https://t.me/kajiansalafypalopo
Qodarullah wa maasya fa'ala mengingat hujan belum reda dan tambah deras,maka Dars Tilawatuna diliburkan demikian informasi ini kami sampaikan dan ucapan jazakumullahukoir wa barakumullahufiik