Каталог каналов Каналы в закладках Новинка Мои каналы Поиск постов Рекламные посты
Инструменты
Каталог TGAds Мониторинг Детальная статистика Анализ аудитории Бот аналитики
Полезная информация
Инструкция Telemetr Документация к API Чат Telemetr
Полезные сервисы

Не попадитесь на накрученные каналы! Узнайте, не накручивает ли канал просмотры или подписчиков Проверить канал на накрутку
Прикрепить Телеграм-аккаунт Прикрепить Телеграм-аккаунт

Телеграм канал «Serambi 'Ulama»

Serambi 'Ulama
7.9K
0
1.2K
828
13.0K
✍️Menghubungkan Ummat kepada pewaris para nabi
Radio Serambi Ulama Ambon di aplikasi radio Manhajul Anbiya
https://t.me/serambiulama?livestream=6ecb7eeb63c329975

Pembina: Al-Ustadz Abu Utsman Kharisman
Al-Ustadz Ibrahim Waliulu
Подписчики
Всего
2 859
Сегодня
-2
Просмотров на пост
Всего
302
ER
Общий
7.82%
Суточный
5.5%
Динамика публикаций
Telemetr - сервис глубокой аналитики
телеграм-каналов
Получите подробную информацию о каждом канале
Отберите самые эффективные каналы для
рекламных размещений, по приросту подписчиков,
ER, количеству просмотров на пост и другим метрикам
Анализируйте рекламные посты
и креативы
Узнайте какие посты лучше сработали,
а какие хуже, даже если их давно удалили
Оценивайте эффективность тематики и контента
Узнайте, какую тематику лучше не рекламировать
на канале, а какая зайдет на ура
Попробовать бесплатно
Показано 7 из 7 926 постов
Смотреть все посты
Пост от 06.04.2026 13:09
78
0
0
عَنْ مُطَرِّفٍ، عَنْ أَبِيهِ، قَالَ: أَتَيْتُ النَّبِيَّ صلى الله عليه وسلم، وَهُوَ يَقْرَأُ: {أَلْهَاكُمُ التَّكَاثُرُ (1)} [التكاثر: 1] قَالَ: "يَقُولُ ابْنُ آدَمَ: مَالِي مَالِي، قَالَ: وَهَلْ لَكَ يَا ابْنَ آدَمَ مِنْ مَالِكَ إِلَّا مَا أَكَلْتَ، فَأَفْنَيْتَ، أَوْ لَبِسْتَ، فَأَبْلَيْتَ، أَوْ تَصَدَّقْتَ،

فَأَمْضَيْتَ؟ "(رواه مسلم)

قال الشيخ محمد بن صالح العثيمين رحمه الله تعالى في شرح رياض الصالحين:
وقرأ النبي صلى الله عليه وسلم قول الله تعالى: (أَلْهَاكُمُ التَّكَاثُرُ) (حَتَّى زُرْتُمُ الْمَقَابِرَ) (التكاثر: 1، 2) ، الهاكم يعني شغلكم عن المقابر وعن الموت وما بعده (حَتَّى زُرْتُمُ الْمَقَابِرَ) لم ينطق الإنسان من الدنيا حتى مات، فقال عليه الصلاة والسلام: ((مالي مالي، مالي مالي)) .
يفتخر به " وليس لك من مالك إلا ما أكلت فأفنيت، ولبست فأبليت، وتصدقت فأمضيت"، هكذا قال النبي عليه الصلاة والسلام وهو كذلك، فالإنسان ما لَه إلا هذه الأشياء، إما أن يأكل طعاماً وشراباً، وإما أن يلبس من أنواع اللباس، وإما أن يتصدق، والباقي له هو ما يتصدق به، أما ما يأكله ويلبسه؛ فإن كان يستعين به على طاعة الله؛ كان خيراً له، وإن كان يستعين به على معصية الله وعلى الأشر والبطر؛ كان محنة عليه والعياذ بالله والله الموفق

قال الشيخ محمد بن علي بن آدم الإتيوبي رحمه الله تعالى في البحر المحيط الثجاج:
في فوائده:

1 - (منها): بيان معنى هذه السورة المباركة، فهذا الحديث هو المعتمَد في تفسيرها، وقد اختلف المفسّرون على عدّة أقوال، ولا اعتماد على شيء منها؛ وإنما الاعتماد على هذا الحديث.
2 - (ومنها): بيان أن السُّنَّة هي المبيّنة للمراد من مجمل الكتاب، فإذا كان هناك آراء لأهل العلم في معنى آية، ننظر فيما وردت به السُّنَّة القوليّة، أو الفعليّة، فنقدّمه على سائر محتمل الكلام؛ لأن الله تعالى جعل بيان كتابه إلى رسوله صلى الله عليه وسلم وحيث قال: {وَأَنْزَلْنَا إِلَيْكَ الذِّكْرَ لِتُبَيِّنَ لِلنَّاسِ مَا نُزِّلَ إِلَيْهِمْ} [النحل: 44].
3 - (ومنها): أن مال الإنسان الحقيقيّ هو الذي انتفع به في حياته، إما بما يعود نفعه إليه حالًا، كالأكل، والشرب، واللباس، أو مآلًا، كالتصدّق به، وصلة الرحم، وسائر وجوه البرّ، وأما ما عدا ذلك، فهو لورثته، لا يناله منه شيء، بل إنما يلحقه تبعاته، فيحاسب إن كان حلالًا، من أين اكتسبه، وفيمَ أنفقه؟ ويعاقب إن كان حرامًا، فالواجب على العاقل أن يتنبّه لهذه الدقائق، فإن الندم بعد فوات الأوان هو عين الخسران، والله تعالى أعلم.

(Abu Utsman Kharisman)

💡💡📝📝💡💡
WA al I'tishom
Пост от 06.04.2026 13:09
69
0
0
SALAFY MINAHASA TENGGARA:
💐📝HARTA YANG HAKIKI

Dalam sebuah hadits yang shahih disebutkan:

عَنْ مُطَرِّفٍ، عَنْ أَبِيهِ، قَالَ: أَتَيْتُ النَّبِيَّ صلى الله عليه وسلم، وَهُوَ يَقْرَأُ: {أَلْهَاكُمُ التَّكَاثُرُ } [التكاثر: 1] قَالَ: "يَقُولُ ابْنُ آدَمَ: مَالِي مَالِي، قَالَ: وَهَلْ لَكَ يَا ابْنَ آدَمَ مِنْ مَالِكَ إِلَّا مَا أَكَلْتَ، فَأَفْنَيْتَ، أَوْ لَبِسْتَ، فَأَبْلَيْتَ، أَوْ تَصَدَّقْتَ، فَأَمْضَيْتَ؟ "(رواه مسلم)

Dari Mutharrif dari ayahnya (Abdullah bin asy-Syikhkhir), ia berkata: "Aku mendatangi Nabi ﷺ ketika beliau sedang membaca: 'Al-haakumut-takaatsur' (Bermegah-megahan telah melalaikan kalian). Beliau bersabda: 'Anak Adam berkata: Hartaku! Hartaku!.' Beliau melanjutkan: 'Wahai anak Adam, tidakkah engkau sadari bahwa harta yang benar-benar milikmu hanyalah apa yang telah engkau makan lalu habis, apa yang engkau pakai lalu usang, atau apa yang engkau sedekahkan lalu engkau kekalkan (pahalanya)?'" (HR. Muslim).

✅Penjelasan Syekh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin

Nabi ﷺ membaca firman Allah Ta'ala: "Al-haakumut-takaatsur, hatta zurtumul maqaabir" (Bermegah-megahan telah melalaikanmu, sampai kamu masuk ke dalam kubur).

Maksudnya adalah menyibukkanmu hingga lupa akan kubur, kematian, dan apa yang terjadi setelahnya. Manusia tidak berhenti (menumpuk harta) dari dunia ini sampai ia mati.

Beliau ﷺ bersabda: "Hartaku, hartaku!" sebagai bentuk kebanggaan (dari orang yang mengucapkan demikian, pen). Padahal, harta milikmu hanyalah apa yang dimakan hingga habis, dipakai hingga usang, atau disedekahkan hingga kekal. Demikianlah sabda Nabi ﷺ dan kenyataannya memang seperti itu.
Manusia hanya memiliki tiga hal ini: makan/minum, pakaian, atau sedekah. Harta yang tersisa baginya hanyalah apa yang ia sedekahkan. Adapun apa yang dimakan dan dipakai: Jika digunakan untuk membantu ketaatan kepada Allah, maka itu baik baginya.
Apabila digunakan untuk kemaksiatan, kesombongan, atau keangkuhan, maka itu akan menjadi bencana baginya (wal iyadzu billah).

(Syarh Riyadhis Sholihin libni Utsaimin 3/376-377)

✅Penjelasan Syaikh Muhammad bin Ali bin Adam al-Ityubi

Terdapat beberapa faedah (pelajaran yang bisa dipetik) dalam hadits ini:

1. Tafsir Surah At-Takatsur: Hadits ini adalah rujukan utama dalam menafsirkan surah yang mulia ini. Meskipun para ahli tafsir berbeda pendapat dalam beberapa hal, pendapat yang paling valid adalah yang berlandaskan pada hadits ini.

2. Peran Sunnah terhadap Al-Qur'an: Hadits ini menjelaskan bahwa Sunnah berfungsi menjelaskan maksud dari ayat-ayat Al-Qur'an yang bersifat global (mujmal). Jika ada berbagai pendapat ulama mengenai makna suatu ayat, kita harus melihat apa yang tertuang dalam Sunnah (perkataan maupun perbuatan Nabi). Kita mendahulukan Sunnah di atas segala kemungkinan makna bahasa lainnya, karena Allah telah menjadikan penjelasan kitab-Nya ada pada Rasulullah ﷺ melalui firman-Nya (yang artinya): "Dan Kami turunkan kepadamu Al-Qur'an agar kamu menjelaskan kepada manusia apa yang telah diturunkan kepada mereka" (QS. An-Nahl: 44).

3. Harta Hakiki: Harta manusia yang sesungguhnya adalah harta yang ia ambil manfaatnya selama hidup. Baik manfaat yang dirasakan secara langsung (seperti makan, minum, pakaian) maupun manfaat di masa depan (akhirat) seperti sedekah, silaturahmi, dan segala bentuk kebaikan.
Selain dari tiga hal di atas, harta tersebut adalah milik ahli warisnya. Ia tidak mendapatkan apa pun darinya, melainkan justru akan menanggung konsekuensinya: dihisab jika hartanya halal (dari mana didapat dan untuk apa digunakan?) dan disiksa jika hartanya haram. Kewajiban bagi orang yang berakal adalah memperhatikan detail-detail ini, karena penyesalan setelah segalanya terlambat adalah kerugian yang nyata.

Wallahu Ta'ala A'lam.

(al-Bahrul Muhiith ats-Tsajjaaj 45/55)

🇸🇦Naskah dalam Bahasa Arab
Пост от 06.04.2026 06:10
163
0
2
Видео/гифка
Пост от 06.04.2026 06:10
280
0
2
✋🏻💐🌷🌹 SIKAP AT TA'ANNI RAHASIA SELAMAT DARI FITNAH

✍🏻 Oleh : Al Ustadz Luqman bin Muhammad Ba’abduh hafizhahullah

Kemudian sifat yang kedua yang dengannya seseorang dengan izin Allah akan terselamatkan dari fitan, baik fitan syahwat ataupun fitnah syubuhat adalah At Ta’anni, tenang tidak terburu-buru.

Tenang dia, tidak terburu-buru.

Terburu-buru berkata, terburu-buru menilai. Tenang dia.

Apa yang dia lakukan ? yang dia lakukan adalah apa yang dikatakan oleh Nabi

بَادِرُوْا بِالْأَعْمَالِ فِتَنًا كَقِطَعِ اللَّيْلِ، يُصْبِحُ الرَّجُلُ مُؤْمِنًا وَيُمْسِي كَافِرًا وَيُمْسِي مُؤْمِنًا وَيُصْبِحْ كَافِرًا، يَبِيْعُ دِيْنَهُ بِعَرَضٍ مِنَ الدُّنْيَا

(Bersegeralah kalian beramal saleh sebelum kedatangan fitnah (ujian) yang seperti potongan malam. Seseorang di pagi hari dalam keadaan beriman (mukmin) namun di sore harinya menjadi kafir; dan ada orang yang di sore hari dalam keadaan beriman namun di pagi hari menjadi kafir. Dia menjual agamanya dengan perhiasan dunia. (HR. Muslim no. 309))

Bersegeralah kalian dalam beramal, segera..! segera..!
Di antara amal adalah : Thalabul Ilmi,
Di antara amal adalah : Tilawatil Quran, dzikrullah, shodaqoh, ta’awun di atas kebajikan, mendidik, mengajarkan ilmu dan seterusnya.

Tenang tidak terburu-buru…!!

Ketika seseorang tidak terburu-buru akan lahir sifat-sifat mulia antara lain dia akan memiliki atau bisa menghindarkan dirinya dari berkata tanpa dasar ilmu, tanpa dasar hujjah, tanpa dasar bimbingan yang benar. Karena dia tidak terburu-buru.

Tapi ketika seseorang terburu-buru berbicara, menukil, mengirim berita dan seterusnya, ini mengancam keselamatan dia dan keistiqomahannya.

Tapi ketika dia tenang, lebih besar kemungkinan untuk terselamatkan.

Seseorang yang tidak terburu-buru, yang ta’anni, dia akan bisa tahu gambaran permasalahan itu apa.

Apa sih gambaran permasalahannya?! Ketika dia tenang, tidak terburu-buru, lebih mudah mengetahui gambaran permasalahan.

Banyak orang jatuh dalam fitnah karena dia tidak mengetahui shuratul masalah, gambaran permasalahan yang dibahas ini apa ?!

Bendera yang sekarang dikibarkan sehingga menimbulkan ini dan itu apa sih sebenarnya?!
Banyak orang jatuh dalam fitnah karena dia tidak tahu tentang shuratul masalah (gambaran permasalahan).

Ikhwani fiddin a’aazaniyallahu wa iyyakum, maka beberapa hal ini/poin ini sangat penting, sangat kita butuhkan. Kalau bukan karena Allah Subhanahu wa Ta’ala kita tidak bisa meraihnya.

Tetapi dalam kesempatan ini pula saya ingin mengakhiri majelis ini dengan poin berikutnya kepada teman-teman semuanya:

Perbanyaklah oleh Antum ibadah, perbanyak ibadah An Nawafil / ibadah-ibadah nafilah, perbanyak dzikrullah, hiasi hari-hari Antum dengan dzikrullah.

Bukan hanya dzikir pagi dan petang tetapi keseharian itu dipenuhi dengan basah lisan kita dengan menyebut nama Allah, dengan Tilawatul Quran, sibukkan diri dengan Tilawatil Qur’an, sibukkan Antum dengan Istighfar, karena istighfar merupakan salah satu sebab Nashrullah (Pertolongan Allah).

Al-Istighfar, meminta ampun kepada Allah dari dosa-dosa kita itu merupakan salah satu sebab turunnya pertolongan Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Karenanya disebutkan atau diriwayatkan dalam Al Quran tentang bagaimana para nabi menghiasi perjuangan mereka dan dakwah mereka, dengan apa mereka ? dengan doa antara lain:

رَبَّنَا اغْفِرْ لَنَا ذُنُوبَنَا وَإِسْرَافَنَا فِي أَمْرِنَا وَثَبِّتْ أَقْدَامَنَا وَانْصُرْنَا عَلَى الْقَوْمِ الْكَافِرِينَ

“Ya Allah, ampuni dosa-dosa kami dan perbuatan-perbuatan kami yang melampaui batas (dalam) urusan kami dan kokohkan posisi kami, dan tolonglah kami terhadap orang-orang kafir.” (Ali ‘Imran : 147)

Disini disebutkan bahwa nashrullah akan datang antara lain dengan sebab istighfar.

Nashrullah untuk kita bisa memilah ini syahwat yang membinasakan dan ini syubhat yang menyesatkan.. Istighfar.. Istighfar..

📲 Join • Save • Share
https://t.me/Salafy_Bone

🌏 Sumber || http://luqmanbaabduh.com/sikap-at-taanni-rahasia-selamat-dari-fitnah/

📚📚📚📚📚📚📚📚📚📚📚
Пост от 05.04.2026 15:26
234
0
1
💐📝MENGABADIKAN MOMEN PERJALANAN SEBAIKNYA BUKAN UNTUK GAMBAR ATAU VIDEO MAKHLUK BERNYAWA

❓Pertanyaan:

​Apa pendapat Anda, wahai Syaikh, mengenai membawa (kamera video) saat melakukan perjalanan ke alam terbuka (rihlah barriyah) untuk memotret pemandangan alam?

💡​Jawaban Syaikh Ibnu Utsaimin rahimahullah:

​"Pendapat saya, membawa alat perekam video dalam perjalanan tersebut tidak mengapa jika ada maslahatnya. Karena Anda tahu bahwa hal ini menghabiskan harta, tenaga, dan waktu. Sesuatu yang terbuang tanpa manfaat, maka meninggalkannya adalah sebuah manfaat. Adapun jika padanya terdapat manfaat, maka tidak mengapa."

​Penanya:

​Bagaimana jika yang direkam adalah orang-orang (manusia)?

​Syaikh menjawab:

​"Adapun gambar manusia atau hewan, Anda tentu mengetahui adanya perselisihan (pendapat ulama) di dalamnya, maka menjauhinya lebih utama. Karena dikhawatirkan—meskipun dalam jangka waktu yang lama di masa depan—hal tersebut dapat menyebabkan terjadinya sesuatu yang dilarang."

​Sumber: Silsilah Liqa’at al-Bab al-Maftuh (Seri Pertemuan Pintu Terbuka) > Liqa’ al-Bab al-Maftuh [Nomor 1].

🇸🇦Transkrip Fatwa dalam Bahasa Arab

السؤال:

ما رأيك يا شيخ في اصطحاب (كاميرا الفيديو) في أثناء الرحلات البرية؛ لتصوير المناظر الطبيعية؟

أجاب عنه الشيخ ابن عثيمين رحمه الله تعالى:

الذي أرى أن اصطحاب هذا التسجيل بالفيديو في الرحلات لا بأس به للمصلحة؛ لأنك تعرف أن هذا يستنفد مالاً، وجهداً، وزمناً، والشيء الذي يضيع بلا فائدة تركه فائدة، أما إذا كان فيه فائدة فلا بأس.
السائل:

وإذا كانت تصويراً لأشخاص؟
الشيخ:

أما صورة الآدمي، أو الحيوان، فأنت تعرف ما فيه من الخلاف فتَجَنُّبُه أولى؛ لأنه يُخْشَى ولو في المستقبل البعيد أن يلزم منه محظور.

المصدر: سلسلة لقاءات الباب المفتوح > لقاء الباب المفتوح [1]

Penerjemah: Abu Utsman Kharisman

💡💡📝📝💡💡
WA al I'tishom
Пост от 03.04.2026 07:53
346
0
3
Видео/гифка
Пост от 03.04.2026 07:52
340
0
0
💽 [ AUDIO #KHUTBAH_JUMAT ]
📚

🎙Ustadz Fauzi Latuconsina hafizhahullah

📆  Jumat, 14 Syawal 1447 / 03 April 2026
🕌 #Masjid Nurut Tauhid

📥 Link Audio
🔗 https://t.me/serambiulama/18790
Смотреть все посты