🎙️ Syaikh Abdullah al-Bassam rahimahullah berkata tentang sabda Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam: “Jika saudaramu meminta nasihat kepadamu, maka nasihatilah dia.”
❝Nasihat kepada kaum muslimin secara umum ialah membimbing mereka kepada kebaikan agama dan dunia mereka, membantu mereka dalam meraihnya, menutupi kekurangan dan aib mereka, memenuhi kebutuhan mereka, menolak bahaya dari mereka, serta mendatangkan manfaat bagi mereka.
Termasuk nasihat juga: memerintahkan kepada yang ma’ruf, melarang dari kemungkaran dengan lembut dan ikhlas, menyayangi mereka, menghormati yang tua, menyayangi yang muda, memberi mereka nasihat yang baik, tidak menipu dan tidak dengki kepada mereka, mencintai kebaikan untuk mereka sebagaimana mencintainya untuk diri sendiri, dan membenci keburukan untuk mereka sebagaimana membencinya untuk diri sendiri.❞
📚 Tauḍīḥul-Aḥkām min Bulūghil-Marām (7/284)
قال الشيخ عبدالله البسام رحمه الله: قول صلى الله عليه وسلم "إذا استنصحك فانصحه."
والنصيحة لعامَّة المسلمين: هي إرشادهم لصالحهم في آخرتهم ودنياهم، وإعانتهم عليها، وستر عوراتهم، وسد خلاتهم، ودفع المضار عنهم، وجلب المنافع لهم، وأمرهم بالمعروف، ونهيهم عن المنكر برفقٍ وإخلاص، والشفقة عليهم، وتوقير كبيرهم، ورحمة صغيرهم، وتَخَوُّلهم بالموعظة الحسنة، وترك غشهم وحسدهم، وأنْ يحب لهم ما يحب لنفسه من الخير، ويكره لهم ما يكره لنفسه من المكروه.
❝Sesungguhnya senyuman di hadapan tamu lebih baik daripada engkau menyuguhkan kepadanya makanan yang paling berharga.❞
📚 Al-Basyaír fis Sama' Al-Mubasyir, hal. 19
🪶 Penjelasan:
Ketika saudaramu datang berziarah, sambutlah dengan wajah yang ceria dan hati yang gembira, terlebih jika ia datang dari tempat yang jauh. Bisa jadi senyuman yang tulus dan sambutan yang hangat lebih membahagiakan hatinya daripada hidangan yang mewah. Memuliakan tamu bukan hanya dengan makanan, tetapi juga dengan akhlak yang mulia.
🎙️ Syaikh Muqbil bin Hadi al-Wadi'i rahimahullah berkata:
الإحسان له أثر كبير جدا.
❝Berbuat ihsan memiliki pengaruh yang sangat besar.❞
📚 Al-Basyā’ir fis-Samā‘ al-Mubāsyir hlm. 11
🪶 Penjelasan:
Berbuat baik memiliki pengaruh besar dalam melunakkan hati, mempererat persaudaraan, dan menjadi sebab tersebarnya kebaikan di tengah manusia. Karena itu Islam sangat mendorong seorang muslim untuk menjadi orang yang penuh ihsan dalam ucapan maupun perbuatan.
🎙️ Al-Imãm al-Qãdhi Iyãdh rahimahullah berkata tentang sabda Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam:
❝Seseorang bertanya kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam: “Muslim manakah yang paling baik?”
Beliau menjawab: “Yaitu orang yang kaum muslimin selamat dari gangguan lisan dan tangannya.”
👉 Maksudnya: karena sifat-sifatnya, ia tidak menyakiti seorang muslim pun, baik dengan ucapan maupun perbuatan.
Disebutkan “tangan” karena kebanyakan perbuatan dilakukan dengannya. Hadits ini termasuk ucapan Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam yang sangat singkat namun penuh makna, sangat fasih, dan indah. Dan tidak dipahami dari hadits ini bahwa orang yang tidak memiliki sifat tersebut keluar dari Islam.❞
لخصاله من لم يؤذ مسلماً بقولٍ ولا فعلٍ. إذ أكثر الأفعالِ بالأيدى، فأضيفت عامتها إليها. وهذا من جامع كلامه، وفصيحه، ومحاسنه، ولا يفهم من هذا أن من ليس بهذه الصفة ليس بمسلم.
🎙️ Al-Imãm al-Qadhi Iyadh rahimahullah berkata tentang sabda Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam:
❝Dari Abdullah ibn Amr ibn al-As radhiyallahu 'anhuma, bahwa seseorang bertanya kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam: “Islam apakah yang paling baik?”
Beliau menjawab: “Engkau memberi makan dan mengucapkan salam kepada orang yang engkau kenal maupun yang tidak engkau kenal.”
👉 Makna sabda beliau shallallahu 'alaihi wa sallam: “Islam apakah yang paling baik?” yaitu: amalan dan akhlak Islam manakah yang paling utama.
Dalam hadits ini terdapat dorongan dari Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam untuk menyatukan hati kaum mukminin. Dan termasuk akhlak Islam yang paling utama adalah tumbuhnya rasa cinta, kasih sayang, dan kedekatan di antara mereka.
Hal itu diwujudkan dengan ucapan dan perbuatan yang menguatkan persaudaraan, seperti: saling memberi hadiah, memberi makan, menyebarkan salam, serta menumbuhkan cinta dan kasih sayang.
Sebaliknya, Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam melarang hal-hal yang merusak persaudaraan seperti: saling memutus hubungan, saling membelakangi, memata-matai, mencari-cari kesalahan, mengadu domba, dan bermuka dua.❞
وقوله صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ للسائل: أى الإسلام خير؟ قال: " تُطعم الطعام، وتقرأ السلام على من عرفت ومن لم تعرف ": معناه: أى خصال الإسلام خير، وهذا حضٌّ منه صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ على تأليف قلوب المؤمنين، وأن أفضل خلقهم الإسلامية ألفة بعضهم بعضاً، وتحببُهم وتوادّهم، واستجلاب ما يؤكد ذلك بينهم بالقول والفعل، وقد حضَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ على التحابب والتودد وعلى أسبابهما من التهادى، وإطعام الطعام، وإفشاء السلام، ونهى عن أضدادها من التقاطع، والتدابر، والتجسس، والتحسس، والنميمة، وذى الوجهين.