❝Dari Abu Qatãdah al-Anshari radhiyallahu 'anhu, bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam ditanya tentang puasa hari Arafah, maka beliau bersabda: “Puasa Arafah menghapus dosa setahun yang lalu dan setahun yang akan datang.” (HR. Muslim)
Di dalam hadits ini terdapat anjuran puasa Arafah, yaitu tanggal 9 Dzulhijjah. Puasa tersebut menghapus dosa setahun yang telah lalu. Adapun makna “setahun yang akan datang”, maka penghapusan dosa di masa depan secara hakiki tidaklah diberikan kecuali kepada Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam, sebagaimana firman Allah Ta‘ālā: “Agar Allah mengampuni dosamu yang telah lalu dan yang akan datang.” (QS. Al-Fatḥ: 2)
Para ulama menjelaskan bahwa maksud hadits ini adalah: Allah memberi taufik kepada orang yang berpuasa Arafah dan menjaganya sehingga tidak terjatuh dalam dosa, atau Allah memberinya taufik untuk melakukan amal-amal shalih yang dapat menghapus dosa-dosa yang terjadi.
Puasa Arafah adalah puasa sunnah yang paling utama berdasarkan ijma‘ para ulama.❞
📚 Tauḍhīḥul-Aḥkām min Bulūgh al-Marām (3/529)
قال الشيخ عبدالله البسام رحمه الله:
عَنْ أَبِي قَتَادَةَ الأنْصَارِيِّ -رَضِيَ اللهُ عَنْهُ- "أَنَّ رَسُولَ اللهِ -صلى الله عليه وسلم- سُئِلَ عَنْ صَوْمِ يَوْمِ عَرَفَةَ، فَقَال: يُكَفِّرُ السَّنَةَ الماضِيَةَ وَالبَاقِيَةَ.. (رواه مسلم )
في الحديث استحباب صوم يوم عرفة، وهو اليوم التاسع من ذي الحجة، وأنَّه يكفر ذنوب السنة الماضية، أما السنة الآتية فإنَّ تكفير السيئات في المستقبل من العمر، لم يكن إلاَّ للنبي -صلى الله عليه وسلم-؛ لقوله تعالى: لِيَغْفِرَ لَكَ اللَّهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِكَ وَمَا تَأَخَّرَ (الفتح: ٢)
قال العلماء: معنى هذا الحديث: أن يوفق صائمه ويعصمه، فلا يأتي بذنب، أو يوفقه لأعمال صالحة تكفر ما يقع فيها من الذنوب.
ليس من عباد الله أحدٌ إلا ولله الحُجَّة عليه، إمّا في ذنبٍ وإمّا في نعمةٍ مقصِّرٍ في شكرها.
❝Tidak ada seorang pun dari hamba Allah melainkan Allah memiliki hujjah atasnya; bisa karena dosa yang ia lakukan, atau karena nikmat yang ia kurang bersyukur atasnya.❞
❝Bahwa Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam berkurban dengan dua kambing kibas berwarna putih bercampur hitam dan bertanduk. Beliau menyebut nama Allah, bertakbir, dan meletakkan kaki beliau pada sisi leher keduanya.” Dalam lafaz lain: “Beliau menyembelih keduanya dengan tangan beliau sendiri.” (Muttafaqun ‘alaih)❞
🎙️ Syaikh Abdullah al-Bassam rahimahullah berkata:
في الحديث بيان مشروعية الأضحية، وقد أجمع المسلمون على مشروعيتها, لقوله تعالى: فَصَلِّ لِرَبِّكَ وَانْحَرْ.
❝Dalam hadits ini terdapat penjelasan tentang disyariatkannya ibadah kurban. Kaum muslimin telah bersepakat tentang disyariatkannya kurban, berdasarkan firman Allah Ta‘ālā: ‘Maka dirikanlah shalat karena Rabbmu dan berkurbanlah.’ (QS. Al-Kautsar: 2)❞