🎙️ Dari Yahya bin Abi Katsir rahimahullah, beliau berkata:
❝Dahulu dikatakan bahwa pokok tawadhu' (rendah hati) itu ada tiga perkara:
1. Memulai mengucapkan salam kepada siapa saja yang engkau temui.
2. Ridha duduk di tempat yang biasa atau sederhana dalam suatu majelis, tidak selalu ingin duduk di tempat yang paling depan atau paling terhormat.
3. Tidak suka mencari popularitas, pujian, dan riya' dengan amal-amal kebaikan yang dilakukan.❞
📚 At-Targhib wat Tarhib lil Taimi no. 645
عن يحيى بن أبي كثير رحمه الله قال :
كان يقال رأس التواضع ثلاثة:
١. أن تبدأ بالسلام على من لقيت،
٢. وأن ترضى بالدون من شرف المجلس ،
٣. وأن تكره السمعة والمدحة والرياء بالبر .
فقد تزوج عمران بن حطان امرأة جميلة من الخوراج، وقال أنه سيردها لأهل السُنة، فصار هو من زعماء الخوارج.
❝Imran bin Hiththan menikahi seorang wanita cantik dari kalangan Khawarij. Ia berkata bahwa dirinya akan mengembalikan wanita tersebut kepada Ahlus Sunnah. Namun ternyata, justru ia sendiri yang berubah dan menjadi salah seorang pemimpin Khawarij.❞
📖 Siyar A'lām an-Nubalā' (hal. 214).
🪶 Catatan:
Berkata Al-Imam Adz-Dzahabi rahimahullah: "Dahulu Imran bin Hiththan termasuk Ahlus Sunnah, kemudian ia menikahi seorang wanita Khawarij untuk mengajaknya kembali kepada Sunnah. Namun wanita itulah yang berhasil menariknya kepada mazhab Khawarij."
🎙️ Al-Imãm Ibnu Daqiqil-Id rahimahullãh berkata tentang sabda Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam: “Kebaikan adalah akhlak yang mulia.”
المراد بحسن الخلق: الإنصاف في المعاملة، والرفق في المجادلة، والعدل في الأحكام، والبذل والإحسان، وغير ذلك من صفات المؤمنين الَّذين وصفهم الله تعالى.
❝Yang dimaksud dengan akhlak yang mulia adalah: bersikap adil dan proporsional dalam bermuamalah, lemah lembut dalam berdiskusi dan berdebat, adil dalam memberikan keputusan, dermawan dan berbuat ihsan, serta sifat-sifat mulia lainnya yang menjadi ciri orang-orang beriman yang Allah Ta‘ālā sifatkan dalam Al-Qur’an.❞
يا هؤلاء: إن الكلب إذا طرح إليه الذهب والفضة لم يعرفهما وإذا طرح إليه العظم أكب عليه. كذلك سفهاؤكم! لا يعرفون الحق.
❝Wahai manusia! Seekor anjing, jika dilempari emas dan perak, ia tidak mengenal nilainya. Namun jika dilempari tulang, ia segera menyambarnya. Demikian pula orang-orang bodoh (dungu) di antara kalian, mereka tidak mengenal kebenaran.❞