🎙️ Al-Imãm Abu Hãtim Ibn Hibbãn rahimahullah berkata:
الواجب على العاقل إذا فرغ من إصلاح سريرته أن يثني بطلب العلم والمداومة عَلَيْهِ إذ لا وصول للمرء إلى صفاء شيء من أسباب الدنيا إلا بصفاء العلم فيه وحكم العاقل أن لا يقصر في سلوك حالة توجب له بسط الملائكة أجنحتها رضا بصنيعه ذلك.
❝Wajib bagi orang yang berakal, setelah selesai memperbaiki hatinya, untuk menyibukkan diri dengan menuntut ilmu dan terus-menerus menjaganya. Karena seseorang tidak akan memperoleh kebaikan dalam urusan dunianya kecuali dengan ilmu yang benar tentangnya.
Sudah semestinya orang yang berakal tidak lalai menempuh jalan yang menyebabkan para malaikat membentangkan sayap-sayap mereka karena ridha terhadap apa yang ia lakukan.❞
فكل خير عاجل وآجل، فإنه من ثمرات التوحيد، وكل شر عاجل وآجل، فإنه من ثمرات الشرك والله أعلم
❝Setiap kebaikan, baik yang segera maupun yang akan datang, adalah buah dari tauhid. Dan setiap keburukan, baik yang segera maupun yang akan datang, adalah buah dari syirik. Wallāhu a‘lam.❞
“Hendaklah yang muda memberi salam kepada yang lebih tua, yang berjalan kepada yang duduk, dan yang sedikit kepada yang banyak.” Dalam riwayat Muslim disebutkan: “Dan yang berkendaraan kepada yang berjalan.”
❝Para ulama berkata: Puasa ‘Asyura memiliki beberapa tingkatan:
1⃣ Pertama: berpuasa pada tanggal 9, 10, dan 11 Muharram. Ini adalah yang paling utama.
2⃣Kedua: berpuasa pada tanggal 10 dan 11 Muharram. Ini sudah mencukupi dan sesuai dengan sabda Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam: ‘Berpuasalah sehari sebelumnya atau sehari sesudahnya.’
3⃣Ketiga: berpuasa pada tanggal 9 dan 10 Muharram. Ini lebih utama daripada berpuasa tanggal 10 dan 11. Jika ada yang bertanya: ‘Mana yang lebih utama, 9 dan 10 atau 10 dan 11?’ Maka jawabannya: 9 dan 10 lebih utama. Semua cara ini boleh dan tidak makruh.
4⃣Keempat: mengkhususkan puasa pada tanggal 10 Muharram saja. Sebagian ulama memakruhkannya karena Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: ‘Selisihilah orang-orang Yahudi; berpuasalah sehari sebelumnya atau sehari sesudahnya.’❞
📚 Liqā’ al-Bāb al-Maftūḥ (154/17)
قال الشيخ ابن العثيمين رحمه الله:
قال العلماء: وصيام عاشوراء أقسام: القسم الأول: أن يصوم التاسع والعاشر والحادي عشر، فهذا أحسن شيء.
القسم الثاني: أن يصوم العاشر والحادي عشر، وهذا فيه الكفاية مطابق لما أمر به النبي عليه الصلاة والسلام في قوله: (صوموا يوماً قبله أو يوماً بعده) .
القسم الثالث: أن يصوم التاسع والعاشر، وهذا أفضل، يعني: لو قال قائل: أصوم العاشر والحادي عشر أو التاسع والعاشر؟ قلنا: التاسع والعاشر أفضل، وهذه كلها جائزة وليس فيها كراهة.
القسم الرابع: وهو أن يفرده بالصوم، فهذا كرهه بعض العلماء لأن الرسول صلى الله عليه وسلم قال: (خالفوا اليهود صوموا يوماً قبله أو يوماً بعده) .