🎙️ Salah seorang putra Syaikh Muhammad bin Adam Al-Ityubi rahimahullah menceritakan:
ان الشيخ مرَّةً في مرضِهِ قال لزوجتِه سامحيني اتعبتك صبرت على فقري وانشغالي. فقالت له: ما هذا الكلام الذي تقوله؟أنت أدخلتنا الجنّة في هذه الدنيا قبل أن ندخلها.
❝Pada suatu ketika, saat beliau sedang sakit, sang syekh berkata kepada istrinya, ‘Maafkan aku. Aku telah menyusahkanmu. Engkau telah bersabar menghadapi kemiskinanku dan kesibukanku.’
Lalu istrinya menjawab, ‘Mengapa engkau berkata seperti itu? Justru engkau telah memasukkan kami ke dalam surga di dunia ini sebelum kami memasukinya di akhirat.’❞
❝Para dokter melarang orang yang mengalami mimisan melihat sesuatu yang berwarna merah. Karena jiwa itu mudah dipengaruhi oleh sangkaan dan bayangan, sedangkan tabiat tubuh sangat responsif. Keadaan-keadaan jasmani mengikuti keadaan-keadaan kejiwaan.❞
🎙️ Al-Imãm Abu Hãtim Ibn Hibban rahimahullah berkata:
الواجب على العاقل أن يأخذ مما عنده لما بعده من التقوى والعمل الصالح بإصلاح السريرة ونفي الفساد عَن خلل الطاعات عند إجابة القلب وإبائه فإذا كان صحة السبيل في إقباله موجودا أنفذه بأعضائه وإن كان عدم وجوده موجودا كبحه عنها لأن بصفاء القلب تصفو الأعضاء.
❝Wajib bagi orang yang berakal untuk mempersiapkan bekal bagi kehidupan setelah kematiannya, berupa ketakwaan dan amal shãlih. Hal itu dilakukan dengan memperbaiki hati, membersihkan kerusakannya, serta memperhatikan keadaan hati ketika menerima atau menolak ketaatan.
Apabila hati sedang condong kepada kebaikan dan jalan menuju ketaatan terbuka, hendaknya ia segera menggerakkan anggota badannya untuk beramal. Namun jika keadaan itu tidak ada, hendaknya ia menahan dirinya dari perkara yang merusak. Karena dengan bersihnya hati, anggota badan pun akan menjadi baik.❞
🎙️ Al-Imãm Abu Hãtim Ibn Hibbãn rahimahullah berkata:
العاقل يدبر أحواله بصخة الورع ويمضى لسانه بلزوم التقوى لأن ذلك أول شعب العقل وليس إليه سبيل إلا بصلاح القلب
❝Orang yang berakal mengatur kehidupannya dengan perisai wara‘ dan menjaga lisannya dengan ketakwaan. Karena hal itu merupakan cabang pertama dari akal yang sempurna. Dan tidak ada jalan menuju hal tersebut kecuali dengan baiknya hati.❞