🎙️ Asy-Syaikh Mufti Dr. Shālih al-Fauzān hafizhahullāh berkata:
يجب على من يقومون بالإنكار على النّاس والدعوة إلى الله أن يتحفّظوا من الزلاّت التي تُوقعهم في منكر أعظم وتنفر النّاس من القبول.
❝Wajib bagi orang-orang yang melakukan amar ma'ruf nahi mungkar dan berdakwah kepada Allah untuk berhati-hati dari kesalahan-kesalahan yang dapat menjerumuskan mereka kepada kemungkaran yang lebih besar dan membuat manusia enggan menerima kebenaran.❞
❝Sebagaimana takwa kepada Allah merupakan sebab datangnya rezeki, maka meninggalkan ketakwaan merupakan sebab datangnya kefakiran. Tidak ada cara yang lebih besar untuk mendatangkan rezeki Allah selain dengan meninggalkan maksiat.❞
❝Bersahabatlah dengan siapa saja yang engkau kehendaki. Demi Allah yang beristiwa di atas ‘Arsy, tidak ada satu pun yang akan menemanimu di dalam kubur kecuali satu sahabat, yaitu amal shalihmu. Maka perbaikilah persahabatan dengannya, niscaya ia akan menjadi teman yang baik bagimu di dalam kubur.❞
إذا أتاك مجادل فبين له السنة ولا تجادله. لأنك إذا بينت له السنة جعلت الحجة عليه بين يديه، فإن جادل فإنه يجادل الله لا يجادلك أنت، فبين له السنة ولا تجادل فيها؛ لأن الواجب على من تبينت له السنة أن يقبل بدون جدال.
❝Apabila datang kepadamu seorang yang suka berdebat, maka jelaskanlah Sunnah kepadanya dan jangan berdebat dengannya.❞
Karena apabila engkau telah menjelaskan Sunnah kepadanya, berarti hujah telah ditegakkan di hadapannya. Jika setelah itu ia masih membantah dan berdebat, maka hakikatnya ia sedang menentang kebenaran yang datang dari Allah, bukan sedang berdebat denganmu.
Maka jelaskanlah Sunnah dan jangan menjadikannya bahan perdebatan. Sebab kewajiban orang yang telah jelas baginya Sunnah adalah menerimanya tanpa membantah dan berdebat.
“Karena sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan. Sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan.” (QS. Al-Insyirah: 5–6)
✍️ As-Sa'di rahimahullah berkata dalam tafsirnya:
“Ini adalah kabar gembira yang besar, yaitu bahwa setiap kali ada kesulitan dan kesukaran, maka kemudahan akan menyertainya dan mendampinginya. Bahkan seandainya kesulitan itu masuk ke dalam lubang biawak (tempat yang sangat sempit), niscaya kemudahan akan masuk kepadanya lalu mengeluarkannya.
Sebagaimana firman Allah Ta'ala: ‘Allah akan menjadikan sesudah kesulitan itu kemudahan.’ (QS. Ath-Thalaq: 7)
Dan sebagaimana sabda Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam: ‘Sesungguhnya pertolongan itu datang bersama kesabaran, kelapangan datang bersama kesempitan, dan bersama kesulitan ada kemudahan.’”