🎙️ Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda:
بشر المشائين في الظلم إلى المساجد، بالنور التام يوم القيامة.
❝Sampaikanlah kabar gembira kepada orang-orang yang berjalan menuju masjid dalam kegelapan, bahwa mereka akan memperoleh cahaya yang sempurna pada hari Kiamat.❞
🪶 Asy-Syaikh Abdul Muhsin Al-Abbãd hafizhahullah berkata:
قوله: (في الظلم) يعني: في حال الظلام وفي شدة الظلام، وهذا إنما يكون في الفجر وفي العشاء؛ ولهذا جاء أن هاتين الصلاتين هما أثقل الصلاة على المنافقين، وفيهما ما فيهما من النصب؛ ولهذا فإن الذهاب إلى المساجد في شدة الظلام فيه هذا الثواب العظيم من الله عز وجل.
Yang dimaksud dengan sabda beliau shallallahu 'alaihi wa sallam, “dalam kegelapan”, yaitu ketika suasana gelap atau sangat gelap. Hal ini biasanya terjadi pada shalat Subuh dan Isya. Oleh karena itu, disebutkan bahwa kedua shalat ini adalah shalat yang paling berat bagi orang-orang munafik. Karena adanya kesulitan tersebut, berjalan menuju masjid di tengah gelapnya malam memiliki pahala yang sangat besar dari Allah 'Azza wa Jalla.
MEMINTA KEKOKOHAN DALAM BERPEGANG DENGAN KALIMAT TAUHID
🎙️ Al-Imãm Ibnu Taymiyyah rahimahullah berkata:
نسأل الله العظيم أن يثبتنا بـالقول الثابت في الحياة الدنيا وفي الآخرة وأن يرزقنا الإعتصام بالكتاب والسُنـّة.
❝Kita memohon kepada Allah Yang Maha agung agar meneguhkan kita dengan ucapan yang teguh di kehidupan dunia dan di akhirat, serta mengaruniakan kepada kita kemampuan untuk berpegang teguh kepada Al-Qur'an dan As-Sunnah.❞
📚 Majmū‘ al-Fatāwā (4/75)
Yang dimaksud dengan "ucapan yang teguh" (القول الثابت) adalah kalimat tauhid "Lā ilāha illallāh" beserta keimanan yang kokoh di atasnya.
إن الله ليبتلي عبده المؤمن بالأسقام والأوجاع، فيشكو إلى أصحابه، فيقول الله عز وجل: «وعزتي وجلالي، ما بلوتك بهذه الأوجاع إلا لأغسلك من الذنوب، فلا تشتكني
❝Sesungguhnya Allah menguji hamba-Nya yang beriman dengan berbagai penyakit dan rasa sakit. Lalu ia mengeluh kepada teman-temannya. Maka Allah 'Azza wa Jalla berfirman: ‘Demi kemuliaan dan keagungan-Ku, Aku tidak mengujimu dengan penyakit-penyakit ini melainkan untuk membersihkanmu dari dosa-dosa. Maka janganlah engkau mengeluhkan-Ku (kepada manusia).❞
📚 Al-Maraḍh wal-Kaffārāt karya Ibn Abi al-Dunya, hlm. 143