🎙️ Al-Imãm Yahya bin Mu‘adz Ar-Rãzi rahimahullãh berkata:
مصيبتان لم يسمع الأولون والآخرون بمثلهما: في ماله عند موته. قيل ما هما؟ قال يؤخذ منه كله ويسأل عنه كله.
❝Ada dua musibah yang belum pernah didengar oleh orang-orang terdahulu maupun orang-orang belakangan yang semisal dengannya, yang menimpa seseorang terkait hartanya ketika ia meninggal dunia.
Ditanyakan kepadanya, “Apakah kedua musibah itu?”
Beliau menjawab: “Seluruh hartanya diambil darinya, tetapi ia tetap dimintai pertanggungjawaban atas seluruh hartanya.”❞
طوبى لمن أنصف ربه ؛ فأقرّ له بالجهل في علمه ، والآفات في عمله ، والعيوب في نفسه ، والتفريط في حقه ، والظلم في معاملته ، فإن أخذه بذنوبه رأى عدله ، وإن لم يؤاخذه بها رأى فضله.
❝Beruntunglah orang yang bersikap adil terhadap Rabbnya; dia mengakui di hadapan Allah akan kebodohannya dalam ilmu, adanya cacat di dalam amalnya, adanya aib di dalam dirinya, adanya kelalaian dalam menunaikan hak Allah, dan akan kezalimannya dalam bermuamalah dengan-Nya. Maka jika Allah menghukumnya karena dosa-dosanya, dia memandang hal itu sebagai keadilan-Nya, dan jika Allah tidak menghukumnya karena dosa-dosanya, dia melihat itu sebagai karunia-Nya.❞
❝Ya Allah, janganlah Engkau menjadikan kami termasuk orang-orang yang menghadap kepada-Mu dengan jasad mereka, tetapi melarikan diri dari-Mu dengan hati mereka.
Wahai Zat yang paling mulia bagi kami, janganlah Engkau menjadikan kami sebagai sesuatu yang paling hina di sisi-Mu.❞
❝Terkadang, tubuh dapat memperoleh manfaat yang sangat besar dari demam, manfaat yang tidak dapat dicapai oleh obat-obatan. Sering kali, demam yang berlangsung sehari dan demam akibat pembusukan (demam infeksi) menjadi sebab matangnya zat-zat kental yang tidak dapat matang tanpanya, serta menjadi sebab terbukanya sumbatan-sumbatan yang tidak dapat dijangkau oleh obat-obatan pembuka sumbatan.❞
❝Sesungguhnya, yang paling aku khawatirkan atas kalian hanyalah ketergelinciran seorang alim, perdebatan seorang munafik dengan menggunakan Al-Qur’an, padahal Al-Qur’an itu benar dan di dalam Al-Qur’an terdapat petunjuk-petunjuk yang jelas, seperti rambu-rambu penunjuk jalan. Dan barang siapa tidak merasa cukup dengan dunia, maka ia tidak akan pernah memiliki kecukupan dunia.❞