“Lihatlah orang yang berada di bawah kalian, dan jangan melihat orang yang berada di atas kalian. Karena itu lebih pantas agar kalian tidak meremehkan nikmat Allah atas kalian.” (Muttafaqun ‘alaih).
النَّبي -صلى الله عليه وسلم- أرشد أمَّته إلى طريق القناعة، ودلَّهم على منهج الرضا؛ فأمرهم أنْ ينظروا في أمر دنياهم إلى من هو أسفل منهم، وأقل منهم حظًّا فيها؛ فإنَّ العبد مهما افتقر، فسيجد من هو أفقر منه، ومهما مرض فسيرى من هو أشد منه مرضًا، وإنْ كان ذا عاهة، فسيجد من هو أعظم منه عاهة، وأشد بلاءً، فإذا أمعن النظر، فسيجد أنَّ الله تعالى فضَّله على كثيرٍ ممَّن خلق تفضيلا.
Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam membimbing umatnya menuju jalan qana‘ah dan ridha. Beliau memerintahkan agar dalam urusan dunia seseorang melihat kepada orang yang keadaannya di bawahnya dan lebih sedikit bagian dunianya.
Sebab, betapapun miskinnya seseorang, pasti ada yang lebih miskin darinya. Betapapun sakitnya seseorang, pasti ada yang lebih parah sakitnya. Dan jika ia memiliki kekurangan atau musibah, pasti ada yang lebih berat ujiannya.
Apabila ia merenungkan hal itu, maka ia akan menyadari bahwa Allah telah melebihkannya atas banyak makhluk-Nya.❞
🎙️ Syaikh Muqbil ibn Hādi Al-Wadi’i rahimahullah berkata:
وتعجبي كلمة لشيخ الاسلام ابن تيميه رحمه الله : إنما يرفع الله الشخص بقدر تمسكه بسنة الرسول صلى الله عليه وسلم.
❝Yang membuatku kagum adalah perkataan Ibn Taymiyyah rahimahullah, ‘Sesungguhnya Allah mengangkat derajat seseorang sesuai dengan kadar ia berpegang teguh kepada Sunnah Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam.’❞
📚 Tuḥfatul-Mujīb hlm. 339.
🪶 Pelajaran:
Kemuliaan seorang hamba di sisi Allah bukanlah karena harta, kedudukan, keturunan, atau popularitasnya, tetapi karena sejauh mana ia mengikuti dan berpegang teguh kepada Sunnah Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam. Semakin sempurna ittibā‘ (mengikuti Sunnah), semakin besar pula kemuliaan dan derajat yang Allah berikan kepadanya.
❝Amal-amal tidak berakhir dengan berakhirnya musim-musim ibadah. Amal-amal itu baru berakhir ketika ajal telah tiba.❞
📚 Liqā’ al-Bāb al-Maftūḥ (51)
🪶 Pelajaran:
Seorang muslim tidak beribadah hanya pada waktu-waktu tertentu, seperti Ramadhān, sepuluh hari pertama Dzulhijjah, atau musim ketaatan lainnya. Setelah musim itu berlalu, ia tetap istiqamah dalam ketaatan hingga akhir hayatnya.
🎙️ Syaikh Abdullah al-Bassam rahimahullah berkata tentang sabda Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam: “Jika saudaramu meminta nasihat kepadamu, maka nasihatilah dia.”
❝Nasihat kepada kaum muslimin secara umum ialah membimbing mereka kepada kebaikan agama dan dunia mereka, membantu mereka dalam meraihnya, menutupi kekurangan dan aib mereka, memenuhi kebutuhan mereka, menolak bahaya dari mereka, serta mendatangkan manfaat bagi mereka.
Termasuk nasihat juga: memerintahkan kepada yang ma’ruf, melarang dari kemungkaran dengan lembut dan ikhlas, menyayangi mereka, menghormati yang tua, menyayangi yang muda, memberi mereka nasihat yang baik, tidak menipu dan tidak dengki kepada mereka, mencintai kebaikan untuk mereka sebagaimana mencintainya untuk diri sendiri, dan membenci keburukan untuk mereka sebagaimana membencinya untuk diri sendiri.❞
📚 Tauḍīḥul-Aḥkām min Bulūghil-Marām (7/284)
قال الشيخ عبدالله البسام رحمه الله: قول صلى الله عليه وسلم "إذا استنصحك فانصحه."
والنصيحة لعامَّة المسلمين: هي إرشادهم لصالحهم في آخرتهم ودنياهم، وإعانتهم عليها، وستر عوراتهم، وسد خلاتهم، ودفع المضار عنهم، وجلب المنافع لهم، وأمرهم بالمعروف، ونهيهم عن المنكر برفقٍ وإخلاص، والشفقة عليهم، وتوقير كبيرهم، ورحمة صغيرهم، وتَخَوُّلهم بالموعظة الحسنة، وترك غشهم وحسدهم، وأنْ يحب لهم ما يحب لنفسه من الخير، ويكره لهم ما يكره لنفسه من المكروه.