🎙️ Syaikh Dr. Shālih Al-Fauzān hafizhahullah berkata:
المؤمن مهما كان منه من الفسق والمعاصي التي دون الشرك فإنه لا يقنط من رحمة الله، ولا يحرم من الجنة، وهو داخل تحت المغفرة بمشيئة الله سبحانه وتعالى.
❝Seorang mukmin, bagaimanapun kefasikan dan kemaksiatan yang dilakukannya selama bukan kesyirikan, tidak boleh berputus asa dari rahmat Allah dan tidak terhalang dari masuk surga. Ia berada di bawah kehendak Allah Ta'ala; jika Allah berkehendak, Dia akan mengampuninya.
أما المشرك فإنه محروم من ذلك كله والعياذ بالله، فدل على أن الشرك هو أعظم الذنوب، قال تعالى: إِنَّ الشِّرْكَ لَظُلْمٌ عَظِيمٌ [لقمان: ١٣]
Adapun orang musyrik, maka ia terhalang dari semua itu—semoga Allah melindungi kita. Ini menunjukkan bahwa syirik adalah dosa yang paling besar. Allah Ta'ala berfirman: ‘Sesungguhnya syirik benar-benar merupakan kezaliman yang besar.’ (QS. Luqman: 13)❞
❝Ini adalah nikmat yang sangat besar. Jika engkau mengucapkan, ‘Allāhumma ṣhalli ‘alā Muḥammad,’ yaitu memohon agar Allah memuji beliau di hadapan para malaikat di langit, maka Allah akan memujimu sebanyak sepuluh kali. Segala puji bagi Allah 'Azza wa Jalla. Oleh karena itu, hendaknya kita memperbanyak shalawat kepada Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam.❞