وليكن جليسك مَن يزهدك في الدنيا، ويرغبك في الآخرة، وإيَّاك ومجالسة أهل الدنيا الذين يخوضون في حديث الدنيا، فإنهم يفسدون عليك دينك وقلبك.
❝Jadikanlah teman dudukmu orang yang membuatmu zuhud terhadap dunia dan mendorongmu mencintai akhirat. Jauhilah bergaul dengan orang-orang yang tenggelam dalam pembicaraan dunia, karena mereka akan merusak agamamu dan hatimu.❞
ومن حَفِظَ الله في صباه وقوته حفظه اللهُ في حال كبره وضعف قوته ومتّعه بسمعه وبصره وحولِه وقوته وعقله
❝Barang siapa menjaga (hak-hak) Allah pada masa muda dan saat kuatnya, niscaya Allah akan menjaganya ketika ia telah tua dan lemah. Allah akan tetap menganugerahkan kepadanya pendengaran, penglihatan, kemampuan, kekuatan, dan akalnya.❞
أربعة تذهب الحقد بين الإخوان: المعاونة بالبدن، واللطف باللسان، والمواساة بالمال، والدعاء في الغيب.
❝Ada empat amalan yang mampu menghapus rasa benci dan menyatukan kembali hati-hati yang renggang di antara saudara seiman:
1. Meringankan beban saudaranya dengan tenaga,
2. Menyejukkan hatinya dengan tutur kata yang lembut,
3. Membantunya dengan harta saat ia membutuhkan, dan
4. Mendoakannya dengan tulus dalam kesendirian, tanpa ia mengetahuinya.❞
Sering terdengar ungkapan, "Umur hanya angka." Kalimat ini mungkin benar jika yang dimaksud adalah bahwa usia tidak menghalangi seseorang untuk terus belajar, berkarya, atau berbuat baik.
Namun, jika kalimat itu membuat seseorang lalai maka itu adalah anggapan yang berbahaya. Di sisi Allah, yang terpenting bukan sekadar panjangnya umur, tetapi bagaimana umur itu diisi dengan kebaikan.
Ketika segerombolan nenek-nenek berpose di depan kamera layaknya para foto model zaman kekinian. Glowing, muka persis tangki GL-Pro yang didempol demi menutupi bocor di sana sini. Maka bermunculanlah komentar "ternyata umur hanyalah angka". Wallahul musta'an.
Rasulullah ﷺ bersabda, "Tidak akan bergeser kedua kaki seorang hamba pada hari kiamat hingga ia ditanya tentang umurnya, untuk apa ia habiskan." (HR. at-Tirmidzi).
Allah juga berfirman,
"Demi masa. Sesungguhnya manusia benar-benar berada dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman, beramal saleh, saling menasihati dalam kebenaran, dan saling menasihati dalam kesabaran." (QS. Al-'Ashr: 1–3).
Hakikatnya, umur bukan sekadar angka, tetapi hitungan yang terus berkurang menuju akhir kehidupan. Setiap hari yang berlalu bukanlah penambahan usia, melainkan pengurangan jatah hidup yang telah Allah tetapkan.
Rasulullah ﷺ juga bersabda, "Perbanyaklah mengingat pemutus segala kelezatan, yaitu kematian." (HR. at-Tirmidzi dan an-Nasa'i).
Mengingat kematian bukan untuk membuat putus asa, tetapi agar hati segera sadar untuk memperbaiki diri.
Nabi ﷺ bersabda, "Manfaatkan lima perkara sebelum datang lima perkara: masa mudamu sebelum masa tuamu, sehatmu sebelum sakitmu, kayamu sebelum miskinmu, waktu luangmu sebelum sibukmu, dan hidupmu sebelum matimu." (HR. al-Hakim, dinilai sahih oleh sebagian ulama).
Semoga Allah menjadikan umur kita sebagai umur yang penuh keberkahan, dipenuhi ketaatan, dan diakhiri dengan husnul khatimah, amiin.