📪 Pertanyaan:
Apakah benar ketika anak sudah baligh/dewasa, tugas orang tua dalam mendidik selesai?
✍ Jawaban:
❝Tidak benar. Tugas orang tua dalam mendidik tidak berhenti ketika anak telah baligh atau dewasa. Orang tua tetap berkewajiban untuk memberi nasihat, membimbing, mengarahkan, bahkan hingga anak mencapai usia tua sekalipun.
Karena inti pendidikan adalah nasihat dan bimbingan, dan itu adalah hak setiap muslim—terlebih lagi anak sendiri lebih berhak mendapatkannya.
Sebagian ulama bahkan menyebutkan bahwa orang tua boleh memberi bentuk pendidikan (ta’dīb) kepada anaknya meskipun sudah dewasa, sebagaimana disebutkan oleh Ibnu Mufliḥ dalam Al-Furū‘.❞
📚 Fatāwā asy-Syabakah al-Islāmiyyah (12/404)
السُّؤَالُ:
هل صحيح أن الولد إذا بلغ سن الرشد تنتهي مهمة الوالدين في التربية؟ وإذا كان صحيحا، فماهو الدليل؟
الفَتْوَى:
الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وصحبه، أما بعد: فلا تنتهي مهمة الوالدين في التربية عند بلوغ الأولاد سن الرشد, بل عليهم أن يواصلوا دورهم في إرشاد أولادهم ونصحهم ولو وصل الأولاد إلى سن الكهولة , فإن التربية أساسها النصح والإرشاد وهذا حق مبذول لكل مسلم فأولى بذله للأولاد, بل بالغ بعض الفقهاء فصرح بجواز تأديب الوالد لولده الكبير, قال ابن مفلح في الفروع: وظاهر كلامهم يؤدب الولد ولو كان كبيرا مزوجا منفردا في بيت. انتهى.
❝Allah Ta‘ālā berfirman: “Dan janganlah kalian seperti orang-orang yang bercerai-berai dan berselisih setelah datang kepada mereka bukti-bukti yang jelas. Dan mereka itulah yang mendapat azab yang besar. Pada hari ketika ada wajah-wajah yang menjadi putih (berseri) dan ada wajah-wajah yang menjadi hitam (muram).” (QS. Āli ‘Imrān: 105–106)
Ibnu ‘Abbās radhiyallahu 'anhuma berkata:
“Wajah-wajah yang berseri adalah wajah Ahlus Sunnah wal jamaah, sedangkan wajah-wajah yang menghitam adalah wajah ahli perpecahan dan perselisihan.”❞
لا تملَّ من طلب العلم، اطلب العلم ولو كان إدراكك قليلًا، والقليل مع العمل الصالح فيه بركة، وفيه خير، ومواصلة طلب العلم لا شكَّ أنها خير، وطلب العلم عبادة، طلب العلم أفضل من صلاة النافلة.
❝Jangan bosan dalam menuntut ilmu. Tuntutlah ilmu meskipun yang engkau peroleh sedikit. Sedikit ilmu yang disertai amal shalih itu penuh berkah dan kebaikan. Terus-menerus dalam menuntut ilmu tidak diragukan lagi adalah kebaikan. Dan menuntut ilmu adalah ibadah, bahkan lebih utama daripada shalat sunnah.❞