عليك يا أخي أن تشد قلبك على محبة الله تعالى ورسوله وخلفائه الراشدون وصحابته الكرام وأئمة الهدى من بعدهم لتكون معهم.
❝Wahai saudaraku, hendaklah engkau menguatkan hatimu untuk mencintai Allah Ta‘ālā, Rasul-Nya shallallahu 'alaihi wa sallam, para khalifah yang mendapat petunjuk, para sahabat beliau yang mulia, dan para imam petunjuk setelah mereka, agar engkau dapat bersama mereka.❞
كُلُّ ما أَدْخَلَ السُّرورَ عَلَى الخَلْقِ صَدَقَةٌ وإحسانٌ، وَكُلُّ ما أَزالَ عَنْهُمْ ما يَكْرَهُونَ، وَدَفْعُ ما لا يَرْتَضُونَ مِنْ قَليلٍ أَوْ كَثيرٍ، فَهُوَ صَدَقَةٌ وإحسانٌ
❝Setiap hal yang memasukkan kegembiraan ke dalam hati manusia adalah sedekah dan kebaikan. Dan setiap hal yang menghilangkan sesuatu yang mereka benci, serta menolak sesuatu yang tidak mereka sukai, baik sedikit maupun banyak, maka itu adalah sedekah dan kebaikan.❞
“Lihatlah orang yang berada di bawah kalian, dan jangan melihat orang yang berada di atas kalian. Karena itu lebih pantas agar kalian tidak meremehkan nikmat Allah atas kalian.” (Muttafaqun ‘alaih).
النَّبي -صلى الله عليه وسلم- أرشد أمَّته إلى طريق القناعة، ودلَّهم على منهج الرضا؛ فأمرهم أنْ ينظروا في أمر دنياهم إلى من هو أسفل منهم، وأقل منهم حظًّا فيها؛ فإنَّ العبد مهما افتقر، فسيجد من هو أفقر منه، ومهما مرض فسيرى من هو أشد منه مرضًا، وإنْ كان ذا عاهة، فسيجد من هو أعظم منه عاهة، وأشد بلاءً، فإذا أمعن النظر، فسيجد أنَّ الله تعالى فضَّله على كثيرٍ ممَّن خلق تفضيلا.
Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam membimbing umatnya menuju jalan qana‘ah dan ridha. Beliau memerintahkan agar dalam urusan dunia seseorang melihat kepada orang yang keadaannya di bawahnya dan lebih sedikit bagian dunianya.
Sebab, betapapun miskinnya seseorang, pasti ada yang lebih miskin darinya. Betapapun sakitnya seseorang, pasti ada yang lebih parah sakitnya. Dan jika ia memiliki kekurangan atau musibah, pasti ada yang lebih berat ujiannya.
Apabila ia merenungkan hal itu, maka ia akan menyadari bahwa Allah telah melebihkannya atas banyak makhluk-Nya.❞
🎙️ Syaikh Muqbil ibn Hādi Al-Wadi’i rahimahullah berkata:
وتعجبي كلمة لشيخ الاسلام ابن تيميه رحمه الله : إنما يرفع الله الشخص بقدر تمسكه بسنة الرسول صلى الله عليه وسلم.
❝Yang membuatku kagum adalah perkataan Ibn Taymiyyah rahimahullah, ‘Sesungguhnya Allah mengangkat derajat seseorang sesuai dengan kadar ia berpegang teguh kepada Sunnah Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam.’❞
📚 Tuḥfatul-Mujīb hlm. 339.
🪶 Pelajaran:
Kemuliaan seorang hamba di sisi Allah bukanlah karena harta, kedudukan, keturunan, atau popularitasnya, tetapi karena sejauh mana ia mengikuti dan berpegang teguh kepada Sunnah Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam. Semakin sempurna ittibā‘ (mengikuti Sunnah), semakin besar pula kemuliaan dan derajat yang Allah berikan kepadanya.
❝Amal-amal tidak berakhir dengan berakhirnya musim-musim ibadah. Amal-amal itu baru berakhir ketika ajal telah tiba.❞
📚 Liqā’ al-Bāb al-Maftūḥ (51)
🪶 Pelajaran:
Seorang muslim tidak beribadah hanya pada waktu-waktu tertentu, seperti Ramadhān, sepuluh hari pertama Dzulhijjah, atau musim ketaatan lainnya. Setelah musim itu berlalu, ia tetap istiqamah dalam ketaatan hingga akhir hayatnya.