Не попадитесь на накрученные каналы! Узнайте, не накручивает ли канал просмотры или
подписчиков
Проверить канал на накрутку
Телеграм канал «PONPES ASSUNNAH BATU»
PONPES ASSUNNAH BATU
8.4K
0
4.2K
1.8K
18.3K
Channel Resmi Mahad As Sunnah Batu Jawa Timur, di bawah bimbingan Asatidzah Mahad As Sunnah, Al Ustadz Usamah Faishal Mahri hafidzahullah, Al Ustadz Abdusshamad Bawazier hafidzahullah, dan Al Ustadz Ahmad Khadim hafidzahullah
ما تركوه إلا لأنه ليس من الدين ولأنه تشبه بالنصارى، وقد حذرهم النبي -ﷺ-، من التشبه بالنصارى
🎙"Tidaklah mereka (para sahabat) meninggalkan perayaan maulid; kecuali disebabkan amalan tersebut bukan bagian dari agama.
Dan itu (acara maulid nabi -red) merupakan bentuk tasyabbuh (meniru amalan) kaum Nashara, dan Rasulullah ﷺ telah memperingatkan para sahabat dari tasyabbuh dengan Nashara."
فمعلوم أن إقامة المولد على الوصف المعهود بين الناس بدعة محدثة، وكل بدعة ضلالة، فالإنفاق على إقامة البدعة لا يجوز! والوصية به غير نافذة.
☝️ "Maka telah diketahui bahwa acara maulid sesuai kriteria yang biasa dilakukan di tengah manusia merupakan bid'ah yang diada-adakan, dan setiap bid'ah itu sesat!
⚠️ Maka sumbangsih terhadap pelaksanaan bid'ah itu tidak boleh, dan berwasiat dengannya tidak boleh dilaksanakan."
👆💡 Jika Allah Menghendaki Kebaikan Kepada Seorang Hamba
▫️▫️▫️
✅ Imam Ibnul Qayyim rahimahullah mengatakan,
👍 "Jika Allah menghendaki kebaikan bagi seorang, maka Allah akan membantunya dengan waktu dan Allah jadikan waktunya membantu hamba tersebut.
❌ Dan jika Allah menghendaki keburukan bagi seorang hamba, maka Allah jadikan waktunya menjadi bencana atasnya dan waktunya membuat hamba tersebut resah.
Setiap kali hamba itu bergegas untuk beranjak (melaksanakan hal bermanfaat), maka waktu tidak mendukungnya.
✅ Adapun orang pertama, setiap kali jiwanya berkeinginan untuk berdiam, maka waktu membangunkannya dan mensupportnya."
🎤 Asy Syaikh Abdul Aziz bin Bazz rahimahullah menjelaskan:
إذا دعا الإنسان ورفع يديه لا بأس، رفع اليدين من أسباب الإجابة لكن ما يكون على سبيل المداومة تارةً وتارة؛ لأنه لم يحفظ عن النبي ﷺ أنه كان يرفع يديه بين الأذان والإقامة، لكن جنس الرفع من جنس الدعاء مطلوب، وهو من أسباب الإجابة وإذا رفعها الإنسان بعض الأحيان بين الأذان والإقامة والأوقات الأخرى يدعو ربه، كله لا بأس به ولكن بعد الفريضة؛ لأن النبي ﷺ ما كان يرفع يديه بعد الفريضة، ولكن بين الأذان والإقامة، أو بعد النوافل، أو في بعض الأحيان إذا صلّى أو رفع يديه ودعا، وكل هذا لا بأس به.
☝️ "Jika seseorang berdoa dan mengangkat kedua tangannya, maka tidak mengapa. Mengangkat kedua tangan termasuk sebab-sebab terkabulnya doa.
✋ Namun jangan dilakukan terus-menerus. Lakukan kadang-kadang saja.
🔖 Karena tidak diriwayatkan dari Nabi ﷺ bahwa beliau mengangkat kedua tangannya di antara azan dan iqamah.
✔️ Akan tetapi hukum asal mengangkat tangan termasuk bagian dari doa dan itu dianjurkan, serta termasuk sebab terkabulnya doa.
Maka jika seseorang mengangkat kedua tangannya kadang-kadang di antara azan dan iqamah, atau di waktu-waktu lain ketika berdoa kepada Rabb-nya, maka semua itu tidak apa-apa.
✏️ Adapun setelah shalat fardhu, maka tidak, karena Nabi ﷺ tidak pernah mengangkat kedua tangannya setelah shalat fardhu.
🔖 Namun boleh mengangkat tangan di antara azan dan iqamah, atau setelah shalat sunnah, atau di sebagian waktu jika ia shalat lalu mengangkat kedua tangannya dan berdoa. Semua ini tidak apa-apa.
📚 Sumber pertanyaan-pertanyaan Haji tahun 1418 H, kaset ke-6. (Majmu' Fatawa wa Maqalat Asy-Syaikh Ibnu Baz 26/142)