📰 Asal-usul Tahun Baru 1 Januari dan Sikap Seorang Muslim
▫️▫️▫️
Ma’asyiral Muslimin rahimakumullah, penting bagi kita memahami bahwa perayaan Tahun Baru 1 Januari bukan berasal dari ajaran Islam, namun berasal dari tradisi Romawi kuno.
Tanggal tersebut ditetapkan oleh bangsa Romawi dan dikaitkan dengan dewa Janus, yaitu dewa bermuka dua yang melambangkan masa lalu dan masa depan.
Bahkan nama bulan Januari diambil dari nama dewa tersebut.
✍️ Ini menunjukkan bahwa awal penetapan tahun baru masehi berkaitan erat dengan ritual dan simbol kepercayaan pagan, bukan sekadar hitungan waktu biasa.
☝️ Islam datang untuk memurnikan tauhid dan memutus seluruh bentuk pengagungan terhadap selain Allah. Allah Ta‘ala berfirman:
إِنَّ الشِّرْكَ لَظُلْمٌ عَظِيمٌ
“Sesungguhnya syirik itu adalah kezaliman yang paling besar.”
📚 Surah Luqman : 13
Maka tradisi yang lahir dari pengagungan dewa, meskipun hari ini dibungkus dengan istilah hiburan dan budaya, tetap memiliki akar akidah yang rusak dan tidak layak diagungkan oleh seorang Muslim.
Rasulullah ﷺ telah memberikan peringatan keras agar umat Islam tidak menyerupai ritual dan perayaan kaum lain. Beliau bersabda:
مَنْ تَشَبَّهَ بِقَوْمٍ فَهُوَ مِنْهُمْ
“Barang siapa menyerupai suatu kaum, maka dia termasuk bagian dari mereka.”
📚 HR. Abu Dawud
Ikut merayakan Tahun Baru, dengan meniup terompet, pesta, atau menghidupkan simbol-simbolnya, termasuk bentuk tasyabbuh dalam perkara perayaan, yang menjadi ciri khas agama dan budaya mereka.
Islam telah Allah sempurnakan dengan identitas, hari raya, dan kalender sendiri, yaitu kalender Hijriyah yang berlandaskan peristiwa hijrah Nabi ﷺ. Rasulullah ﷺ bersabda ketika tiba di Madinah:
“Sesungguhnya Allah telah mengganti untuk kalian dua hari yang lebih baik, yaitu Idul Fitri dan Idul Adha.”
📚 HR. Abu Dawud
Ini menunjukkan bahwa umat Islam tidak membutuhkan perayaan tambahan yang tidak disyariatkan, apalagi yang berasal dari tradisi syirik.
☝️ Maka sikap seorang Muslim adalah menjaga izzah dan kemurnian agamanya, tidak ikut merayakan Tahun Baru Masehi, dan menggantinya dengan amalan yang diridhai Allah : muhasabah diri, taubat, memperbaiki ibadah, dan memperkuat tauhid.
Sebagaimana firman Allah Ta‘ala:
وَمَن يَبْتَغِ غَيْرَ الْإِسْلَامِ دِينًا فَلَن يُقْبَلَ مِنْهُ
“Barang siapa mencari agama selain Islam, maka tidak akan diterima darinya.”
📚 Surah Ali ‘Imran: 85
Semoga Allah menjaga kita di atas sunnah dan mematikan kita di atas tauhid.
▫️▫️▫️
#1_Januari #Asal_usul
⚪️Gabung Channel
📱 http://t.me/ponpes_assunnah_batu
📱 https://bit.ly/Channel_WA_PonpesAssunnahBatu