Не попадитесь на накрученные каналы! Узнайте, не накручивает ли канал просмотры или
подписчиков
Проверить канал на накрутку
Телеграм канал «PONPES ASSUNNAH BATU»
PONPES ASSUNNAH BATU
8.3K
0
4.2K
1.7K
18.3K
Channel Resmi Mahad As Sunnah Batu Jawa Timur, di bawah bimbingan Asatidzah Mahad As Sunnah, Al Ustadz Usamah Faishal Mahri hafidzahullah, Al Ustadz Abdusshamad Bawazier hafidzahullah, dan Al Ustadz Ahmad Khadim hafidzahullah
☝️🔥 Waspadai Tipu Daya Iblis Terhadap Penuntut Ilmu Akhir Zaman!
▫️▫️▫️
☝️ Di antara tipu daya Iblis yang sangat halus terhadap penuntut ilmu adalah menggeser orientasi belajar, dari menuntut ilmu untuk diri sendiri, menjadi menuntut ilmu agar dapat tampil di hadapan manusia.
✏️ Dahulu, para ulama menuntut ilmu untuk diri mereka sendiri.
🟢 Seorang Tabi‘in Madinah: ‘Abdullah bin Yazid bin Hurmuz (w. 148 H) rahimahullah berkata,
ما تعلمت العلم يوم تعلمته إلا لنفسي.
📌 “Tidaklah aku mempelajari ilmu ketika aku mempelajarinya, kecuali untuk diriku sendiri.”
📚 [Riwayat Ibnu Sa’d dalam (Ath-Thabaqāt, 327) dan al-Fasawī dalam (Al-Ma’rifah wat Tārīkh 1/651)]
🟢 ❍ Al-Imam Malik bin Anas (w. 179 H) rahimahullah pernah menukil perkataan sebagian ulama,
ما تعلمت العلم إلا لنفسي، وما تعلمته ليحتاج الناس إلي
✔️ “Aku tidak mempelajari ilmu kecuali untuk diriku sendiri. Aku tidak mempelajarinya agar manusia membutuhkan aku.”
Kemudian beliau mengomentari,
وكذلك كان الناس، لم يكونوا يتكلفون هذه الأشياء، ولا يسألون عنها.
📣 “Demikianlah keadaan orang-orang dahulu. Mereka tidak membebani diri dengan perkara-perkara semacam ini dan tidak mempersoalkannya.”
📚 [Riwayat al-Baihaqī dalam (As-Sunan al-Kubrā, no. 1429)]
⚠️ Namun kini, di akhir zaman ini, orientasi mulai bergeser. Seolah-olah kebermanfaatan ilmu diukur dengan tampilnya seseorang. Seakan-akan semakin banyak orang mengenalnya, semakin sering ia berbicara di hadapan publik, dan semakin sering namanya disebut, maka itu menunjukkan bahwa ilmunya bermanfaat.🚫
❓ Sejak kapan menjadi orang yang bermanfaat dengan ilmu harus identik dengan menjadi orang yang tampil?
Bisa jadi ilmu seseorang hanya tampak pada perubahan dirinya. Ia menjadi lebih baik dalam shalatnya, lebih lembut kepada orang tuanya, lebih bertanggung jawab terhadap keluarganya, lebih santun kepada tetangganya, dan lebih takut kepada Allah ﷻ. Tidak banyak yang mengetahui namanya, tetapi ilmu itu hidup dalam dirinya dan mengalir kepada orang-orang terdekatnya.
Bukankah itu sudah cukup untuk dikatakan sebagai ilmu yang bermanfaat?!
📌 Justru, jika seseorang piawai dalam beretorika, dan mahir dalam orasi, namun akhlaknya rusak dan pengamalan terhadap ilmunya sering kali ia abaikan, dikhawatirkan itu merupakan tanda ilmu yang tidak bermanfaat, dan akan menjadi bencana bagi pelakunya.
Nas-alullaah as-salaamah wal ‘aafiyah.
✔️ Di zaman Salaf, seorang penuntut ilmu tidak merasa harus menjadi ahli pidato, ‘orator’, atau figur publik. Ia belajar, memahami, mengamalkan, kemudian mengajarkan sesuai kebutuhan dan kemampuannya.
🟢❍ Ibn Qutaibah—‘Abdullah bin Muslim ad-Dainawari—(w. 276 H) rahimahullah menggambarkan perubahan orientasi tersebut dengan sangat tajam,
وكان طالب العلم فيما مضى يسمع ليعلم، ويعلم ليعمل، ويتفقه في دين الله لينتفع وينفع؛ فقد صار طالب العلم الآن يسمع ليجمع، ويجمع ليذكر، ويحفظ ليغالب ويفخر
🎤 "Dahulu, seorang penuntut ilmu sebelum kita, mereka mendengar untuk mengetahui, mengetahui untuk mengamalkan, dan mendalami agama Allah agar ia memperoleh manfaat dan memberikan manfaat. Namun kini, penuntut ilmu mendengar untuk mengumpulkan, mengumpulkan untuk disebut-sebut, dan menghafal untuk mengalahkan serta berbangga diri."
📚 [Al-Ikhtilāf fil Lafdz war Radd ‘Alal Jahmiyyah, hlm. 19]
⚠️ Maka, jangan sampai Iblis membisikkan kepada kita bahwa ilmu yang tidak tampil di hadapan manusia adalah ilmu yang tidak berguna.
❗️ Tidak demikian.
☝️ Kawan, tuntutlah ilmu untuk dirimu sendiri!
Jika kemudian Allah ﷻ menghendaki namamu dikenal, semoga itu menjadi amanah, bukan ambisi. Jika Allah ﷻ menakdirkan suaramu didengar, semoga itu menjadi sarana engkau bernasihat, bukan meninggikan diri.
✏️ Dan jika Allah ﷻ tidak menjadikanmu dikenal manusia, jangan merasa gagal! Sebab, ukuran keberhasilan seorang penuntut ilmu bukanlah seberapa banyak manusia mengenalnya, tetapi seberapa jauh ilmu membuatnya mengenal Rabb-nya, memperbaiki dirinya, dan menundukkan hawa nafsunya.
📢 يعتذر أستاذنا الفاضل أحمد خادم حفظه الله عن درسه لهذه الليلة.
🕌 في مسجد الاستقامة بمعهد السنة باتو -حرسه الله-.
•┈┈•◈◉❒❒◉◈•┈┈•
Al-'Afwu minkum.
🔖Sehubungan dengan adanya satu dan lain hal, Al-Ustadz Ahmad Khodim hafizhahullah berhalangan untuk hadir mengisi kajian rutin di Masjid Al-Istiqomah Ponpes As-Sunnah Batu. Sehingga kajian malam ini diliburkan.
🪥💧 SIWAK: KETIKA ISLAM MENJADIKAN KEBERSIHAN SEBAGAI IBADAH
🗣️ Bagian Pertama
▫️▫️▫️
🗺 Islam tidak hanya datang membawa aturan tentang ibadah, tetapi juga mengajarkan bagaimana seorang Muslim menjaga kebersihan dirinya. Kebersihan dalam Islam bukan sekadar persoalan penampilan, melainkan bagian dari kehidupan dan ibadah.
📖 “Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang banyak bertobat dan mencintai orang-orang yang menyucikan diri.”
(QS. Al-Baqarah: 222)»
🛁🌴 Sebelum Islam, berbagai peradaban memang telah mengenal mandi dan membersihkan tubuh. Namun, Islam datang dengan konsep yang lebih luas: kebersihan tidak hanya menjadi kebiasaan, tetapi bagian dari ketaatan kepada Allah.
🛁 🧼 Seorang Muslim berwudu sebelum salat, mandi ketika diwajibkan, menjaga kebersihan pakaian dan tempat ibadah, serta memperhatikan kebersihan tubuh hingga bagian yang sering dianggap sepele: mulut.
☝️ “Seandainya tidak memberatkan umatku, niscaya aku akan memerintahkan mereka bersiwak setiap kali salat.”»
🎖 Pesannya jelas: seorang Muslim tidak hanya dituntut bersih ketika dilihat manusia, tetapi juga menjaga kebersihan karena Allah melihatnya.
🪥 Hari ini kita mengenal sikat gigi dan berbagai produk perawatan mulut. Semua itu bisa menjadi sarana kebersihan. Namun, siwak memiliki keistimewaan tersendiri: ketika digunakan mengikuti sunnah, aktivitas sederhana itu juga menjadi bagian dari upaya meraih keridaan Allah.
🏵 Siwak mungkin hanya sebatang kayu kecil. Tetapi di baliknya terdapat pendidikan besar: bahwa dalam Islam, kebersihan tubuh dapat menjadi ibadah, kebiasaan sederhana dapat menjadi sunnah, dan perkara kecil sekalipun dapat mengantarkan seorang hamba kepada keridaan Rabb-nya.
☝️ “Sesungguhnya aku tidak melihat kaum ini kecuali mereka akan menang atas kalian karena mereka memecah belah kalian dari hak kalian, sementara mereka bersatu di atas kebatilan mereka.
📊 Dan sesungguhnya seorang penguasa, perjalanannya bukan justru dipersulit. Karena bisa saja dia salah dan bisa pula benar.
✍️ Maka apabila kalian mendapati seorang penguasa yang adil terhadap rakyatnya dan membagi dengan merata, maka dengarlah dan taatilah dia.
🌦 Dan sesungguhnya manusia tidak akan bisa diperbaiki kecuali dengan seorang penguasa, baik penguasa yang baik maupun yang fajir/buruk.
⭐️ Jika penguasanya baik, maka itu kebaikan bagi pemimpin dan rakyatnya.
💥 Dan jika penguasanya fajir/buruk, maka di masa kepemimpinannya, seorang mukmin akan beribadah kepada Rabbnya, dan orang buruk akan berbuat sekehendaknya hingga ajalnya tiba.
Dan sesungguhnya kalian nanti akan diperintahkan untuk mencelaku dan berlepas diri dariku.
☝️ Barangsiapa yang mencelaku maka dia dalam keadaan halal dari caci makiku (aku maafkan).
✔️ Dan janganlah kalian berlepas diri dari agamaku, karena sesungguhnya aku berada di atas Islam.”
📚 Sumber: Al-Mushannaf – Ibnu Abi Syaibah, Tahqiq Al-Hut 7/463 — Abu Bakar bin Abi Syaibah w. 235H
▫️▫️▫️
☝️ Faedah penting dari atsar ini :
1️⃣. Pentingnya jamaah dan ketaatan walau pemimpinnya tidak sempurna
2️⃣. Bahaya perpecahan → musuh akan menang saat kaum muslimin bercerai-berai