Не попадитесь на накрученные каналы! Узнайте, не накручивает ли канал просмотры или
подписчиков
Проверить канал на накрутку
Телеграм канал «PONPES ASSUNNAH BATU»
PONPES ASSUNNAH BATU
8.2K
0
4.0K
2.1K
18.3K
Channel Resmi Mahad As Sunnah Batu Jawa Timur, di bawah bimbingan Asatidzah Mahad As Sunnah, Al Ustadz Usamah Faishal Mahri hafidzahullah, Al Ustadz Abdusshamad Bawazier hafidzahullah, dan Al Ustadz Ahmad Khadim hafidzahullah
🪴 Berikut ini sekelumit kisah perjuangan 'ulama dalam berkarya. Kalau kita mengaca, minder jika kita sudah merasa berjasa. Sebut saja salah satu dari mereka :
🌿 Al-Imam Al-Hafidz Al-Muarrikh Al-Mufassir Syaikhul Muhadditsin 'Imadud Diin Abul Fida' Isma'il Bin 'Umar Bin Katsir Al-Qurasyi Ad-Dimasyqi Asy-Syafi'i, yang biasa dikenal dengan sebutan,
🍁 Al-Imam Ibnu Katsir rahimahullah.
Jika kita telisik lebih dalam, beliau rahimahullah memiliki segudang karya yang sangat banyak. Entah berapa lama, berapa tinta dan pena yang beliau habiskan untuk menulis karya-karya itu.
Coba bayangkan, tiga kitab yang kita sebutkan, salah satu gambaran kerja keras dari penulis dalam berdakwah dengan tulisan, seperti diantaranya:
1️⃣ Tafsîr Al-Qurân Al-'Adzhîm, yang lebih dikenal tafsir Ibnu Katsir, dan berhasil dicetak dalam jumlah 8 jilid pada cet. Al-Maktabah Al-Islamiyyah. Kitab yang menerangkan tafsir Al-Quran dengan sumber riwayat-riwayat sahabat.
2️⃣ Al-Bidâyah Wan-Nihâyah. Kitab besar yang berjumlah 7 jilid, dengan cet. Dar Ibn Al-Jauzi, menceritakan tentang sejarah-sejarah dunia sejak zaman Nabi Adam 'alaihis salam sampai zaman-zaman setelahnya.
3️⃣ At-Takmîl Fi Ma'rifati Ats-Tsiqât Wa Adh-Dhu'afâ' wa Al-Majâhîl. Kitab yang menjelaskan tentang kondisi perawi-perawi hadits, yang merupakan gabungan antara kitab Tahdzîb Al-Kamâl dan Mîzân Al-I'tidâl. Dan tercetak sebanyak 5 jilid.
☘️ Luar biasa, itupun hanya beberapa.
☝️Tapi yang lebih hebat lagi... Pada kesempatan lain, beliau menulis sebuah karya besar yang berjudul Jâmi' Al-Masâníd wa As-Sunan.
📚 Sebuah kitab yang merupakan gabungan 10 kitab-kitab induk hadits, gabungan Al-Kutub As-Sittah (Shahih Bukhari, Shahih Muslim, Sunan An-Nasai, Sunan Abi Dawud, Sunan At-Tirmidzi, Sunan Ibni Majah) dan ditambah musnad-musnad yang empat (Musnad Imam Ahmad, Musnad Al Bazzar, Musnad Abi Ya'la, dan Al-Mu'jam Al-Kabir).
✔️ Coba Bayangkan, di sekitar tahun 770-an Hijriah, dengan SDM yang belum modern, belum ada program copy paste atau mesin foto copy, kitab yang berisi lebih dari ratusan ribu hadits ini, ditulis oleh beliau satu persatu sesuai dengan urutan abjad nama-nama perawi hadits dari kalangan para sahabat-sahabat Nabi radhiyallahu 'anhum ajma'in yang termaktub dalam kitab-kitab tersebut.
☝️Bukan suatu yang mudah dan kecil.
✍️ Sampai-sampai pada percetakan Darul Kutub Al 'Ilmiyyah, karya beliau ini tercetak sampai berjumlah 18 Jilid kitab.
Dengan susah payah, dan tenaga extra beliau kerahkan semua kemampuan untuk merampungkan kitab besar ini.
🔖 Namun apa daya dan asa, di akhir-akhir penulisan Jâmi'ul Masânîd, ternyata kurang lengkap hasil akhir penulisan beliau dari sebagian Musnad sahabat Abi Hurairah radhiyallahu 'anhu.
✔️ Karena memang satu musnad pada kitab Mu'jam Al-Kabir karya Al-Imam Ath-Thabrani rahimahullah belum termaktub musnad sahabat Abi Hurairah.
Sampai akhirnya di penghujung umur beliau, sempat bercerita tentang pengalaman hebatnya itu.
Di sisi lain, ternyata itu juga sebagai pecutan untuk kita yang belum ada apa-apanya. Kata beliau rahimahullah,
☝️"Aku terus menerus menulis kitab itu (Jami' Al-Masanid) di gelapnya malam. Adapun lentera yang menerangiku, kondisinya redup-redup.
Sampai akhirnya mataku pun pergi bersamanya (mengalami kebutaan). Mudah-mudahan Allah memunculkan seseorang yang akan menyempurnakan kitab tersebut, di samping juga sudah mudah; karena belum termaktub di dalam kitab Mu'jam Ath-Thabrani Al-Kabir musnad sahabat abu hurairah radhiyallahu 'anhu."
🌹Ternyata ketetapan Allah mendahului asa beliau. Hingga akhirnya beliau-pun meninggal dunia di penghujung umurnya yang ke-74 pada tahun 774 H, dan belum lengkap kitab besarnya tersebut dengan musnad Abi Hurairah pada kitab Mu'jam Ath-thabarani Al-Kabir.
Semoga Allah balas beliau dengan pahala dan surga di sisi-Nya.
🎙👑💎🔈 MEREKA MENJADI TELADAN TERBAIK BAGI GENERASI SETELAHNYA
▫️▫️▫️
💡 Abu Abdillah Ahmad bin Muhammad bin Hanbal, seorang imam (pemuka dan teladannya) ahlus sunnah. Tegak kokoh dalam fitnah besar ketika itu, beliau bagaikan batu karang di tengah hantaman ombak dan hempasan badai. Seorang dengan keilmuan yang sangat luas dan hafalan yang sangat kokoh. Hingga dijuluki dengan Imamu Ahlis Sunnah (pemukanya ahlus sunnah)...
🥑 Di antara sekelumit bukti luasnya ilmu Ahmad bin Hanbal rahimahullah, yang dinyatakan langsung oleh sang murid, al-Imam Ibrahim al-Harbi rahimahullah, beliau berkata,
رأيت أبا عبد الله، كأن الله جمع له علم الأولين والآخرين.
👑 “Aku melihat Abu Abdillah (Ahmad bin Hanbal -pen), seakan Allah mengumpulkan untuknya ilmu orang dahulu dan ilmu orang belakangan.”
🟢 Terkait hafalan, dipersaksikan oleh salah seorang murid besar beliau, Abu Zur'ah ar-Razi, seorang pakar hadits yang disejajarkan oleh para ulama dengan al-Bukhari dari segi kekuatan hafalannya. Beliau menegaskan kepada putra al-Imam Ahmad, yaitu Abdullah, kata beliau rahimahullah,
أبوك يحفظ ألف ألف حديث.
🎤 "Ayahmu telah hafal 1 juta hadits."
Allahu Akbar...!
✏️ Penulis sering mengulang-ulang penjelasan, ketika dalam kesempatan membawakan narasi dari Abu Zur'ah ini, penulis sampaikan bahwa 1 juta hadits jangan disamakan dengan uang 1 juta rupiah dengan pecahan uang 100 ribu atau 50 ribu!!! Kalau anda ingin mengetahui seberapa banyak 1 juta hadits itu, coba anda tulis satu hadits di setiap satu lembar kertas, dan kumpulkan sebanyak 1 juta, dari situ anda akan memahami dengan sebenar-benarnya dari angka 1 juta hadits.
💎 Bahkan persaksian spektakuler tentang kapabilitas keilmuan al-Imam Ahmad rahimahullah datang dari teman sejawat yang juga sangat berilmu di masanya. Al-Imam Ishaq bin Rahuyah rahimahullah mengisahkan,
كنت أجالس أحمد وابن معين، ونتذاكر، فأقول: ما فقهه؟ ما تفسيره؟ فيسكتون إلا أحمد
💭 "Aku pernah duduk-duduk dengan Ahmad dan Yahya ibnu Ma'in, kami saling berdiskusi ilmu, maka aku bertanya,
💬 “Apa fikihnya? Apa tafsirnya (dari ilmu ini)?”
✔️ Seluruhnya diam kecuali Ahmad."
📌 Sekaliber Ishaq bin Rahuyah rahimahullah, sang hafidz yang sangat kuat hafalannya, begitu pula Yahya bin Ma'in rahimahullah, sang imam yang sangat pakar di bidang Jarh wa Ta'dil itu. Keduanya merupakan pemuka ulama di masanya, dan rujukan para penuntut ilmu ketika itu. Kendati demikian, ketika berdiskusi dan murajaah ilmu, lebih memilih untuk diam ketika Ahmad bin Hanbal di tengah-tengah mereka, padahal Ahmad adalah yang paling mudanya di antara mereka.
✔️ Demikianlah para ulama di setiap generasi, sifat tawadhu dan kehati-hatian sangat menghiasi diri-diri mereka. Mereka pun sangat menghormati orang yang berilmu di antara mereka, sekali pun dia masih muda usianya.
💭 Ahmad bin Hanbal rahimahullah bukan hanya sebagai imam di bidang ilmu dan hadits saja, bahkan beliau juga imam dan teladan umat dalam akhlak dan perangainya.
🕯 Al-Husain bin Ismail rahimahullah menyampaikan dari ayahnya,
كان يجتمع في مجلس أحمد زهاء خمسة آلاف - أو يزيدون - نحو خمس مائة يكتبون، والباقون يتعلمون منه حسن الأدب والسمت.
📊 "Dahulu ada sekitar lima ribu orang -atau lebih- yang biasa berkumpul di majelisnya Ahmad, hanya sekitar lima ratus orang saja yang menulis, selebihnya mereka mempelajari dari beliau adab yang baik dan sopan santun."
✏️ Sebagai penutup, satu pernyataan lagi dari al-Marrūdzi rahimahullah tentang akhlak mulia al-Imam Ahmad, kata beliau,
لم أر الفقير في مجلس أعز منه في مجلس أحمد، كان مائلا إليهم، مقصرا عن أهل الدنيا، وكان فيه حلم، ولم يكن بالعجول، وكان كثير التواضع، تعلوه السكينة والوقار...
💧 "Aku belum pernah menyaksikan orang miskin di sebuah majelis yang lebih dimuliakan daripada di majelisnya Ahmad, beliau berempati kepada mereka, mengabaikan ahli dunia, lemah lembut pada diri beliau, tidak serampangan, beliau sangat rendah hati, sangat tenang dan berwibawa."
📚 Siyar A'lāmin Nubalā' 11/188-316
✍️ Sore hari, bersama santri MTW banin as-Sunnah Batu