Не попадитесь на накрученные каналы! Узнайте, не накручивает ли канал просмотры или
подписчиков
Проверить канал на накрутку
Телеграм канал «PONPES ASSUNNAH BATU»
PONPES ASSUNNAH BATU
8.5K
0
4.4K
1.8K
17.1K
Channel Resmi Mahad As Sunnah Batu Jawa Timur, di bawah bimbingan Asatidzah Mahad As Sunnah, Al Ustadz Usamah Faishal Mahri hafidzahullah, Al Ustadz Abdusshamad Bawazier hafidzahullah, dan Al Ustadz Ahmad Khadim hafidzahullah
Dalam rangka meningkatkan kualitas sarana, prasarana, dan pelayanan pendidikan di Lembaga Wustho, kami mengajak seluruh wali santri, alumni, muhsinin, dan kaum muslimin untuk bersama-sama berpartisipasi dalam program Ta'awun Lembaga Wustho.
✏️ Kebutuhan yang sedang diupayakan:
1. Pengadaan Komputer (2 unit × Rp5.000.000): Rp10.000.000
2. Printer: Rp2.000.000
3. Dispenser: Rp1.500.000
4. Cangkir 3 lusin @40.000/lusin: Rp120.000
5. Renovasi aula di depan ruang musyrif: Rp2.000.000
6. Renovasi ruang administrasi: Rp1.000.000
7. Perbaikan kursi ruang administrasi: Rp1.000.000
8. Hadiah bulanan santri berprestasi (Rp500.000 × 8 bulan): Rp4.000.000
9. Paving area jemuran: Rp6.000.000
🌤 Wahai para santri, ingatlah bahwa kesempatan kalian belajar di Ponpes As-Sunnah bukanlah sesuatu yang ringan bagi orang tua kalian. Di balik seragam yang kalian pakai, kitab yang kalian baca, makanan yang kalian makan, dan tempat kalian menuntut ilmu, ada perjuangan Ayah dan Ibu yang mungkin tidak pernah kalian lihat. Bisa jadi ada Ayah yang harus berhutang demi membayar kebutuhan pendidikan anaknya. Bisa jadi ada Ibu yang menahan keinginannya sendiri agar kebutuhan anaknya terpenuhi. Bahkan mungkin ada orang tua yang menjual kendaraan, tanah, atau sebagian hartanya agar anaknya tetap bisa belajar. Kalian mungkin tidak mengetahui seluruh air mata dan perjuangan mereka, karena mereka memilih menyembunyikannya dari kalian.
⚠️ Maka jangan sia-siakan pengorbanan itu dengan bermalas-malasan dalam belajar, melanggar aturan pondok, meremehkan guru, buruk dalam pergaulan, atau tidak menjaga adab. Ketika kalian diberi kesempatan belajar tetapi justru menghabiskan waktu dengan bermain-main dan enggan bersungguh-sungguh, tanyakan kepada diri kalian: “Untuk apa Ayah dan Ibu berjuang sejauh ini?” Jangan sampai orang tua yang berharap anaknya menjadi orang berilmu dan berakhlak justru mendapatkan kabar tentang pelanggaran dan kemalasan anaknya. Jangan sampai mereka merasa malu di hadapan orang lain, bersedih ketika menerima laporan dari pondok, bahkan menangis karena melihat perjuangan mereka belum kalian hargai.
✔️ Ketahuilah, berbakti kepada orang tua bukan hanya dengan memberikan uang ketika kita sudah dewasa. Salah satu bentuk bakti seorang anak adalah bersungguh-sungguh dalam perkara yang mereka perjuangkan untuk kita: belajar dengan tekun, menaati aturan yang baik, menghormati guru, menjaga shalat, menjaga lisan, menjaga pergaulan, dan memperbaiki akhlak. Kesalahan dan pelanggaran yang disengaja, apalagi terus diulang setelah dinasihati, dapat menjadi sebab kesedihan dan kekecewaan orang tua. Karena itu, jangan jadikan perjuangan Ayah dan Ibu sebagai sesuatu yang sia-sia. Jadilah santri yang ketika namanya disebut, orang tuanya bersyukur dan berkata dalam hati, “Alhamdulillah, semua pengorbanan kami tidak sia-sia.”
📣 Mulai hari ini, luruskan niat. Belajarlah bukan sekadar agar mendapatkan nilai yang tinggi, tetapi agar Allah memberikan ilmu yang bermanfaat dan menjadikan kalian anak yang saleh. Ketika terasa berat bangun untuk belajar, ingatlah Ayah dan Ibu. Ketika ingin melanggar aturan, ingatlah pengorbanan mereka. Ketika malas membuka kitab, ingatlah bahwa mungkin ada orang tua yang bekerja keras agar kalian bisa berada di tempat ini. Jangan tunggu sampai kehilangan kesempatan untuk menyadari betapa mahalnya pengorbanan orang tua. Jadilah santri yang disiplin, beradab, bersungguh-sungguh, dan menjaga nama baik keluarga. Semoga kelak ilmu kalian menjadi amal jariyah bagi Ayah dan Ibu, dan menjadi sebab mereka mendapatkan kebahagiaan di dunia serta pahala di akhirat.