Не попадитесь на накрученные каналы! Узнайте, не накручивает ли канал просмотры или
подписчиков
Проверить канал на накрутку
Телеграм канал «PONPES ASSUNNAH BATU»
PONPES ASSUNNAH BATU
8.3K
0
4.2K
1.8K
18.3K
Channel Resmi Mahad As Sunnah Batu Jawa Timur, di bawah bimbingan Asatidzah Mahad As Sunnah, Al Ustadz Usamah Faishal Mahri hafidzahullah, Al Ustadz Abdusshamad Bawazier hafidzahullah, dan Al Ustadz Ahmad Khadim hafidzahullah
👆💡 Jika Allah Menghendaki Kebaikan Kepada Seorang Hamba
▫️▫️▫️
✅ Imam Ibnul Qayyim rahimahullah mengatakan,
👍 "Jika Allah menghendaki kebaikan bagi seorang, maka Allah akan membantunya dengan waktu dan Allah jadikan waktunya membantu hamba tersebut.
❌ Dan jika Allah menghendaki keburukan bagi seorang hamba, maka Allah jadikan waktunya menjadi bencana atasnya dan waktunya membuat hamba tersebut resah.
Setiap kali hamba itu bergegas untuk beranjak (melaksanakan hal bermanfaat), maka waktu tidak mendukungnya.
✅ Adapun orang pertama, setiap kali jiwanya berkeinginan untuk berdiam, maka waktu membangunkannya dan mensupportnya."
🎤 Asy Syaikh Abdul Aziz bin Bazz rahimahullah menjelaskan:
إذا دعا الإنسان ورفع يديه لا بأس، رفع اليدين من أسباب الإجابة لكن ما يكون على سبيل المداومة تارةً وتارة؛ لأنه لم يحفظ عن النبي ﷺ أنه كان يرفع يديه بين الأذان والإقامة، لكن جنس الرفع من جنس الدعاء مطلوب، وهو من أسباب الإجابة وإذا رفعها الإنسان بعض الأحيان بين الأذان والإقامة والأوقات الأخرى يدعو ربه، كله لا بأس به ولكن بعد الفريضة؛ لأن النبي ﷺ ما كان يرفع يديه بعد الفريضة، ولكن بين الأذان والإقامة، أو بعد النوافل، أو في بعض الأحيان إذا صلّى أو رفع يديه ودعا، وكل هذا لا بأس به.
☝️ "Jika seseorang berdoa dan mengangkat kedua tangannya, maka tidak mengapa. Mengangkat kedua tangan termasuk sebab-sebab terkabulnya doa.
✋ Namun jangan dilakukan terus-menerus. Lakukan kadang-kadang saja.
🔖 Karena tidak diriwayatkan dari Nabi ﷺ bahwa beliau mengangkat kedua tangannya di antara azan dan iqamah.
✔️ Akan tetapi hukum asal mengangkat tangan termasuk bagian dari doa dan itu dianjurkan, serta termasuk sebab terkabulnya doa.
Maka jika seseorang mengangkat kedua tangannya kadang-kadang di antara azan dan iqamah, atau di waktu-waktu lain ketika berdoa kepada Rabb-nya, maka semua itu tidak apa-apa.
✏️ Adapun setelah shalat fardhu, maka tidak, karena Nabi ﷺ tidak pernah mengangkat kedua tangannya setelah shalat fardhu.
🔖 Namun boleh mengangkat tangan di antara azan dan iqamah, atau setelah shalat sunnah, atau di sebagian waktu jika ia shalat lalu mengangkat kedua tangannya dan berdoa. Semua ini tidak apa-apa.
📚 Sumber pertanyaan-pertanyaan Haji tahun 1418 H, kaset ke-6. (Majmu' Fatawa wa Maqalat Asy-Syaikh Ibnu Baz 26/142)
📖 "Hingga apabila datang kematian kepada salah seorang dari mereka, dia berkata, 'Ya Rabbku, kembalikanlah aku, agar aku dapat beramal saleh terhadap apa yang telah aku tinggalkan.'"
(QS. Al-Mu'minun: 99–100)
☝️ Ayat ini membuat kita sadar bahwa ketika kesempatan beramal telah berakhir, tidak ada lagi jalan untuk kembali. Karena itu, jangan sampai kita menyesal hanya karena terlalu banyak waktu yang terbuang untuk hal yang tidak membawa kita lebih dekat kepada Allah.
✍️ Lalu bagaimana agar kita selamat dari fitnah scroll?
✔️ Pertama, bertanyalah sebelum membuka media sosial:
✏️ "Apa tujuan saya membuka aplikasi ini?"
⛔️ Jika tidak ada tujuan yang jelas, mungkin kita memang tidak perlu membukanya.
✔️ Kedua, berikan bagian terbaik dari hari untuk 📖 Al-Qur'an, bukan sisa waktunya. Jangan menunggu semua urusan selesai baru membaca Al-Qur'an, karena sering kali urusan dunia tidak pernah benar-benar selesai.
✔️ Ketiga, biasakan meletakkan ponsel ketika bersama keluarga, saat belajar, dan ketika berada di majelis ilmu. Orang-orang yang kita cintai lebih layak mendapatkan perhatian daripada layar yang terus berganti gambar.
✔️ Keempat, ingatlah bahwa setiap detik adalah bekal menuju akhirat. Rasulullah ﷺ bersabda:
❗️ "Ada dua nikmat yang banyak manusia tertipu padanya: kesehatan dan waktu luang."
Hadis ini bukan sekadar mengingatkan bahwa waktu itu berharga. Ia mengingatkan bahwa banyak orang baru menyadari nilainya ketika waktu itu telah hilang.
❓ Akhirnya, kita perlu jujur kepada diri sendiri. Musuh terbesar kita mungkin bukan ponsel, bukan media sosial, dan bukan algoritma. Musuh terbesar adalah hati yang mulai terbiasa menunda kebaikan.
🚩👑 Jika hari ini kita mampu mengurangi waktu scroll lima belas menit, lalu menggantinya dengan membaca Al-Qur'an, berdzikir, atau membaca satu halaman buku yang bermanfaat, maka itu sudah merupakan kemenangan. Perubahan besar selalu dimulai dari langkah yang kecil.
🤲 Semoga Allah menjaga mata kita dari yang haram, menjaga hati kita dari kelalaian, menjaga waktu kita dari kesia-siaan, dan menjadikan sisa umur kita penuh dengan amal yang dicintai-Nya.
☝️ Jangan biarkan jari kita lebih sering menggeser layar daripada membuka mushaf.
👊 Jangan biarkan mata kita lebih akrab dengan beranda media sosial daripada lembaran Al-Qur'an.
🫵 Karena pada akhirnya, yang akan menerangi alam kubur bukanlah apa yang pernah kita tonton, tetapi apa yang pernah kita imani dan amalkan.
اللهم بارك لنا في أوقاتنا، وأعنا على ذكرك وشكرك وحسن عبادتك. آمين.
📖"Hingga apabila datang kematian kepada salah seorang dari mereka, dia berkata, 'Ya Rabbku, kembalikanlah aku, agar aku dapat beramal saleh terhadap apa yang telah aku tinggalkan.'"
(QS. Al-Mu'minun: 99–100)
☝️ Ayat ini membuat kita sadar bahwa ketika kesempatan beramal telah berakhir, tidak ada lagi jalan untuk kembali. Karena itu, jangan sampai kita menyesal hanya karena terlalu banyak waktu yang terbuang untuk hal yang tidak membawa kita lebih dekat kepada Allah.
✍️ Lalu bagaimana agar kita selamat dari fitnah scroll?
✔️ Pertama, bertanyalah sebelum membuka media sosial:
✏️ "Apa tujuan saya membuka aplikasi ini?"
⛔️ Jika tidak ada tujuan yang jelas, mungkin kita memang tidak perlu membukanya.
✔️ Kedua, berikan bagian terbaik dari hari untuk 📖 Al-Qur'an, bukan sisa waktunya. Jangan menunggu semua urusan selesai baru membaca Al-Qur'an, karena sering kali urusan dunia tidak pernah benar-benar selesai.
✔️ Ketiga, biasakan meletakkan ponsel ketika bersama keluarga, saat belajar, dan ketika berada di majelis ilmu. Orang-orang yang kita cintai lebih layak mendapatkan perhatian daripada layar yang terus berganti gambar.
✔️ Keempat, ingatlah bahwa setiap detik adalah bekal menuju akhirat. Rasulullah ﷺ bersabda:
❗️"Ada dua nikmat yang banyak manusia tertipu padanya: kesehatan dan waktu luang."
Hadis ini bukan sekadar mengingatkan bahwa waktu itu berharga. Ia mengingatkan bahwa banyak orang baru menyadari nilainya ketika waktu itu telah hilang.
❓ Akhirnya, kita perlu jujur kepada diri sendiri. Musuh terbesar kita mungkin bukan ponsel, bukan media sosial, dan bukan algoritma. Musuh terbesar adalah hati yang mulai terbiasa menunda kebaikan.
🚩👑 Jika hari ini kita mampu mengurangi waktu scroll lima belas menit, lalu menggantinya dengan membaca Al-Qur'an, berdzikir, atau membaca satu halaman buku yang bermanfaat, maka itu sudah merupakan kemenangan. Perubahan besar selalu dimulai dari langkah yang kecil.
🤲 Semoga Allah menjaga mata kita dari yang haram, menjaga hati kita dari kelalaian, menjaga waktu kita dari kesia-siaan, dan menjadikan sisa umur kita penuh dengan amal yang dicintai-Nya.
☝️ Jangan biarkan jari kita lebih sering menggeser layar daripada membuka mushaf.
👊 Jangan biarkan mata kita lebih akrab dengan beranda media sosial daripada lembaran Al-Qur'an.
🫵 Karena pada akhirnya, yang akan menerangi alam kubur bukanlah apa yang pernah kita tonton, tetapi apa yang pernah kita imani dan amalkan.
اللهم بارك لنا في أوقاتنا، وأعنا على ذكرك وشكرك وحسن عبادتك. آمين.