Не попадитесь на накрученные каналы! Узнайте, не накручивает ли канал просмотры или
подписчиков
Проверить канал на накрутку
Телеграм канал «PONPES ASSUNNAH BATU»
PONPES ASSUNNAH BATU
8.3K
0
4.1K
1.7K
18.3K
Channel Resmi Mahad As Sunnah Batu Jawa Timur, di bawah bimbingan Asatidzah Mahad As Sunnah, Al Ustadz Usamah Faishal Mahri hafidzahullah, Al Ustadz Abdusshamad Bawazier hafidzahullah, dan Al Ustadz Ahmad Khadim hafidzahullah
🌿 مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًا 🌿
🫱 ❄️🌤 Bersama Kesulitan Selalu Ada Kemudahan
▫️▫️▫️
✍️Sahabat yang dirahmati Allah, di tengah kesibukan dan berbagai ujian hidup yang terkadang terasa begitu berat, mari kita sejenak mentadabburi salah satu janji Allah ﷻ yang paling menenangkan hati. Janji ini bukan sekadar motivasi, tetapi janji dari Rabb semesta alam yang pasti benar.
📖 "Maka sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan. Sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan."
(QS. Asy-Syarḥ: 5–6)
🌱 Dua ayat yang mulia ini merupakan بشارة عظيمة (kabar gembira yang sangat agung) bagi setiap hamba yang sedang menghadapi ujian. Allah tidak membiarkan seorang mukmin menanggung kesulitannya sendirian. Setiap kali datang kesulitan, Allah telah menghadirkan kemudahan yang menyertainya.
☝️ Bahkan para ulama mengatakan, seandainya kesulitan itu masuk ke dalam sebuah lubang, niscaya kemudahan akan ikut masuk bersamanya hingga mampu mengeluarkannya.
📖 Tadabbur yang Indah
Perhatikan dengan saksama firman Allah:
> ﴿مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًا﴾
✏️ Allah tidak berfirman بعد العسر (setelah kesulitan), tetapi Allah berfirman مع العسر (bersama kesulitan).
🌦 Inilah pelajaran yang sangat menenangkan hati.
❄️ Artinya, kemudahan tidak selalu menunggu kesulitan selesai terlebih dahulu. Sejak awal ujian itu datang, Allah telah menyiapkan berbagai bentuk kemudahan yang berjalan beriringan dengannya. Hanya saja, sering kali kita baru menyadarinya setelah ujian itu berlalu.
😀 Keindahan Bahasa Al-Qur'an
🌟 Dalam ayat ini terdapat rahasia bahasa yang sangat indah.
✏️ Kata ﴿الْعُسْرِ﴾ (kesulitan) disebut dua kali dalam bentuk ma'rifah (definitif), sehingga menunjukkan bahwa yang dimaksud adalah satu kesulitan yang sama.
🔖 Sedangkan kata ﴿يُسْرًا﴾ (kemudahan) disebut dua kali dalam bentuk nakirah (indefinitif), yang menunjukkan kemudahan yang beragam dan berulang.
Karena itulah para ulama mengatakan:
> لن يغلب عسرٌ يُسرين
☝️"Satu kesulitan tidak akan pernah mengalahkan dua kemudahan."
Demikian penjelasan yang disebutkan oleh Imam As-Sa'di رحمه الله dalam tafsir beliau.
🌿 Maka Jangan Berputus Asa
Jika hari ini engkau sedang diuji dengan sakit, kesempitan rezeki, masalah keluarga, hutang, kehilangan, atau berbagai beban kehidupan lainnya, janganlah berputus asa.
✔️ Yakinlah, tidak ada satu pun kesulitan yang Allah turunkan kecuali telah Dia sertakan bersamanya berbagai pintu kemudahan.
Mungkin hari ini kita belum melihatnya, tetapi Allah tidak pernah mengingkari janji-Nya.
✏️ Maka أحسن الظن بالله (berbaik sangkalah kepada Allah), واصبر (bersabarlah), dan توكل على الله (bertawakallah kepada-Nya). Teruslah berikhtiar, memperbanyak doa, dan jangan berhenti berharap kepada Rabb yang Maha Pengasih.
🤲 Semoga Allah ﷻ mengangkat setiap kesulitan yang sedang kita hadapi, melapangkan dada kita, memudahkan seluruh urusan kita, serta menjadikan setiap عُسْر sebagai jalan menuju يُسْر yang berlipat ganda.
📖 "Barang siapa bertakwa kepada Allah, niscaya Dia akan memberikan jalan keluar baginya dan memberinya rezeki dari arah yang tidak disangka-sangka."
(QS. Ath-Thalāq: 2–3)
🤲 اللهم اجعل لنا من كل همٍّ فرجًا، ومن كل ضيقٍ مخرجًا، ومن كل عسرٍ يسرًا، وارزقنا حسن التوكل عليك والثقة بوعدك. آآمين
✍️ Al Ustadz Badr Mahri hafizhahullah
📱 Scroll yang Tampak Biasa, Mengapa Bisa Menjadi Fitnah?
بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ
🤲 Segala puji hanya milik Allah Ta'ala yang telah memberikan kepada kita nikmat iman, kesehatan, dan waktu. Shalawat serta salam semoga senantiasa tercurah kepada Nabi Muhammad ﷺ, keluarga, para sahabat, dan seluruh orang yang mengikuti petunjuk beliau hingga hari kiamat.
☝️ Di zaman ini, hampir tidak ada seorang pun yang benar-benar lepas dari telepon genggam. Ponsel bukan lagi sekadar alat komunikasi. Di dalamnya ada pekerjaan, pendidikan, dakwah, berita, hiburan, bahkan hampir seluruh aktivitas manusia.
⛅️ Namun, di balik semua manfaat tersebut, tersembunyi sebuah fitnah yang sering kali tidak disadari. Fitnah itu bukan sekadar isi media sosial, melainkan kebiasaan "scroll" tanpa kendali.
📌Ironisnya, banyak orang menganggapnya hal yang biasa.
✴️ "Saya hanya membuka Instagram lima menit."
✴️ "Saya hanya ingin melihat satu video di TikTok."
✴️ "Saya hanya ingin membaca satu postingan di Facebook."
✊ Lima menit berubah menjadi tiga puluh menit. Tiga puluh menit berubah menjadi satu jam. Tanpa terasa, adzan telah berkumandang, hafalan Al-Qur'an belum dibuka, buku belum dibaca, pekerjaan tertunda, sementara jari masih terus menggeser layar.
Inilah yang ingin kita renungkan bersama.
⁉️ Apa Itu Scroll?
📣 Kata scroll berasal dari bahasa Inggris yang berarti menggeser tampilan layar ke atas atau ke bawah untuk melihat konten berikutnya. Dahulu, aktivitas ini hanya merupakan sebuah fungsi pada komputer dan telepon genggam.
🗣️ Namun, dalam beberapa tahun terakhir, istilah scroll menjadi sangat populer. Muncul berbagai ungkapan seperti:
🌟"Lagi scroll."
🌟 "Scroll dulu sebentar."
✴️ "Scroll TikTok."
✴️ "Scroll Instagram."
💬Bahkan para pakar teknologi mengenalkan istilah doomscrolling, yaitu kebiasaan melihat konten tanpa henti, terutama berita atau video, meskipun sebenarnya tidak lagi memberikan manfaat.
⚠️ Yang berbahaya bukanlah gerakan menggeser layar itu sendiri, tetapi ketika aktivitas tersebut menguasai waktu, pikiran, dan hati seseorang.
❓Mengapa Scroll Sangat Sulit Dihentikan?
Pernahkah kita berkata,
💭 "Hanya lima menit."
🚫Namun ketika melihat jam, ternyata sudah satu atau dua jam berlalu?
Ini bukan semata-mata karena lemahnya kemauan kita.
📌❌Platform media sosial memang dirancang agar pengguna bertahan selama mungkin. Ketika satu video selesai, video berikutnya langsung muncul. Ketika satu berita selesai dibaca, muncul berita lain. Tidak ada halaman terakhir.
🔥 Akhirnya seseorang tidak lagi membuka media sosial karena kebutuhan, tetapi karena kebiasaan.
Padahal seorang muslim diajarkan untuk mengendalikan dirinya, bukan dikendalikan oleh kebiasaan.
📣Dari Hal yang Mubah Menuju Hal yang Melalaikan
Di sinilah fitnah scroll mulai bekerja.
🎤 Seseorang membuka YouTube untuk mendengarkan kajian.
💻 Setelah kajian selesai, muncul video lain.
📺 Kemudian muncul berita.
🎇 Lalu video olahraga.
🏖 Lalu hiburan.
📣 Lalu gosip.
⚠️ Kemudian video yang menampilkan aurat.
🆕 Setelah itu musik.
💬⚡️ Lalu komentar-komentar yang penuh caci maki.
☝️ Semua terjadi hanya karena satu gerakan kecil: scroll.
Setan tidak selalu mengajak manusia langsung kepada kemaksiatan besar. Ia sering memulai dengan sesuatu yang mubah, kemudian melalaikan, lalu menyeret sedikit demi sedikit kepada perkara yang tidak diridhai Allah.
Allah Ta'ala berfirman:
> يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تَتَّبِعُوا خُطُوَاتِ الشَّيْطَانِ ۚ وَمَنْ يَتَّبِعْ خُطُوَاتِ الشَّيْطَانِ فَإِنَّهُ يَأْمُرُ بِالْفَحْشَاءِ وَالْمُنكَرِ
📖"Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah kalian mengikuti langkah-langkah setan. Barang siapa mengikuti langkah-langkah setan, maka sesungguhnya setan menyuruh kepada perbuatan keji dan mungkar." (QS. An-Nur: 21)
☝️Perhatikan ayat ini. Allah tidak mengatakan, "Jangan lakukan kemaksiatan," tetapi "jangan mengikuti langkah-langkah setan."
Sebab, kebanyakan manusia tidak jatuh dalam satu lompatan, melainkan melalui langkah-langkah kecil yang dianggap sepele.
⛔️Fitnah yang Tidak Terasa
⚠️Fitnah scroll berbeda dengan fitnah lainnya.
Orang yang mencuri biasanya tahu bahwa dirinya sedang berbuat dosa.
Orang yang berdusta pun sadar bahwa ia sedang berdusta.
❓Namun orang yang scroll sering merasa dirinya tidak melakukan apa-apa.
Padahal waktu terus berlalu,hati semakin sibuk,konsentrasi semakin lemah,k einginan beribadah mulai menurun.
Yang lebih menyedihkan, banyak orang berkata,
💭"Saya tidak punya waktu untuk membaca Al-Qur'an."
Padahal dalam sehari ia mampu menghabiskan satu hingga tiga jam di media sosial.
Bukan waktunya yang kurang.
☝️Tetapi waktunya telah diambil sedikit demi sedikit tanpa disadari.
✔️Muhasabah
Cobalah renungkan beberapa pertanyaan berikut.
❓ Berapa kali hari ini kita membuka media sosial?
❓ Berapa menit yang kita gunakan untuk membaca Al-Qur'an?
❓ Mana yang lebih sering kita lihat, mushaf atau layar ponsel?
❓ Mana yang lebih kita hafal, ayat-ayat Al-Qur'an atau video yang lewat di beranda?
🫱Pertanyaan-pertanyaan ini bukan untuk menyalahkan siapa pun, tetapi untuk mengajak diri kita bermuhasabah.
Teknologi adalah nikmat dari Allah jika digunakan pada tempatnya. Melalui media sosial kita bisa belajar ilmu, menyebarkan dakwah, menyambung silaturahmi, dan memperoleh banyak manfaat. Akan tetapi, ketika ia menguasai hati dan menyita waktu tanpa kendali, di situlah ia berubah menjadi fitnah.
Maka sebelum kita menyalahkan algoritma, media sosial, atau perkembangan zaman, marilah kita bertanya kepada diri sendiri:
✊Apakah aku masih mengendalikan ponselku, atau justru ponselku yang telah mengendalikan hidupku?
Pada episode berikutnya, insyaallah kita akan membahas bagaimana fitnah scroll mencuri waktu kita sedikit demi sedikit, disertai dalil-dalil Al-Qur'an, hadis-hadis sahih, serta nasihat para ulama tentang betapa berharganya setiap detik umur seorang muslim.
🤲Semoga Allah menjaga hati, pandangan, dan waktu kita agar senantiasa digunakan dalam ketaatan kepada-Nya. Aamiin.