Не попадитесь на накрученные каналы! Узнайте, не накручивает ли канал просмотры или
подписчиков
Проверить канал на накрутку
Телеграм канал «PONPES ASSUNNAH BATU»
PONPES ASSUNNAH BATU
8.4K
0
4.4K
1.8K
18.3K
Channel Resmi Mahad As Sunnah Batu Jawa Timur, di bawah bimbingan Asatidzah Mahad As Sunnah, Al Ustadz Usamah Faishal Mahri hafidzahullah, Al Ustadz Abdusshamad Bawazier hafidzahullah, dan Al Ustadz Ahmad Khadim hafidzahullah
🗓 12 Rabiul Awal: Hari Lahir atau Hari Wafat Nabi ﷺ?
✍️ Fakta yang Jarang Dibahas
▫️▫️▫️
1️⃣ Cinta kepada Nabi ﷺ Harus Dibuktikan dengan Ittiba’
Mencintai Nabi Muhammad ﷺ merupakan bagian dari iman. Namun dalam Islam, ukuran cinta bukan hanya perasaan, pujian atau kegiatan yang dinisbahkan kepada beliau, tetapi mengikuti petunjuk yang beliau bawa.
📖 “Sungguh, telah ada pada diri Rasulullah itu suri teladan yang baik bagi kalian, yaitu bagi orang yang mengharap Allah dan hari Akhir serta banyak mengingat Allah.” (QS. Al-Ahzab: 21).
❓ Maka pembahasan Maulid seharusnya bukan dimulai dari seberapa meriah seseorang memperingati kelahiran Nabi ﷺ, tetapi dari pertanyaan: apakah bentuk peringatan tersebut pernah dicontohkan atau diperintahkan oleh Rasulullah ﷺ?
2️⃣ Tanggal Kelahiran Nabi ﷺ Tidak Pasti 12 Rabiul Awal
Salah satu hal yang perlu diluruskan adalah anggapan bahwa Nabi Muhammad ﷺ pasti lahir pada 12 Rabiul Awal. Yang terdapat dalam hadis sahih adalah bahwa beliau lahir pada hari Senin.
Abu Qatadah رضي الله عنه meriwayatkan bahwa Rasulullah ﷺ ditanya tentang puasa hari Senin, kemudian beliau bersabda:
📚 “Itu adalah hari ketika aku dilahirkan dan hari ketika aku diutus atau diturunkan wahyu kepadaku.” (HR. Muslim no. 1162). Status: shahih, karena diriwayatkan oleh Imam Muslim dalam Shahih Muslim.
❗️ Adapun tanggal tepatnya dalam bulan Rabiul Awal diperselisihkan oleh para ahli sejarah. Tanggal 12 Rabiul Awal memang merupakan pendapat yang sangat terkenal, tetapi bukan sesuatu yang disepakati secara pasti.
Karena itu, secara ilmiah lebih tepat mengatakan: Nabi ﷺ lahir pada hari Senin pada Tahun Gajah, sedangkan tanggal tepatnya dalam Rabiul Awal masih diperselisihkan.
3️⃣ Wafat Nabi ﷺ dan Persoalan 12 Rabiul Awal
📌 Berbeda dengan tanggal kelahiran, mengenai wafat Nabi ﷺ terdapat kesepakatan bahwa beliau wafat pada hari Senin, tahun 11 Hijriah, bulan Rabiul Awal. Tanggal 12 Rabiul Awal merupakan pendapat yang sangat masyhur di kalangan ahli sejarah, meskipun terdapat pendapat lain mengenai tanggal tepatnya. Karena itu, lebih aman secara ilmiah mengatakan bahwa 12 Rabiul Awal adalah tanggal wafat yang masyhur, bukan tanggal yang mutlak disepakati.
Hal ini juga menjadi sesuatu yang patut direnungkan: tanggal yang sangat populer sebagai “hari kelahiran Nabi” justru merupakan tanggal yang menurut pendapat masyhur berkaitan dengan wafat beliau. Yang jelas dan tidak diperselisihkan adalah bahwa Nabi ﷺ wafat setelah menyempurnakan penyampaian agama.
📖 “Pada hari ini telah Aku sempurnakan agama kalian, telah Aku cukupkan nikmat-Ku kepada kalian, dan telah Aku ridai Islam sebagai agama kalian.”
(QS. Al-Maidah: 3).
☝️ Ayat ini menjadi dasar penting bahwa agama telah disempurnakan, sehingga penetapan suatu bentuk ibadah membutuhkan landasan syariat, bukan sekadar niat baik.
4️⃣ Kemiripan dengan Tradisi Natal dan Sejarah Munculnya Maulid
⚠️ Dalam tradisi Nasrani, kelahiran Nabi Isa عليه السلام kemudian dijadikan sebuah perayaan keagamaan yang dikenal sebagai Natal, meskipun tanggal kelahiran Isa عليه السلام sendiri tidak diketahui secara pasti.
⚠️ Dalam pembahasan sejarah Islam, perayaan Maulid sebagai acara resmi juga muncul jauh setelah masa Nabi ﷺ dan generasi sahabat.
Sumber sejarah yang membahas Dinasti Fathimiyah mencatat adanya berbagai perayaan maulid di Mesir.
✍️ Syaikh Abdul Aziz bin Baz رحمه الله secara tegas menyebut bahwa Maulid tidak dikenal pada masa Nabi, para sahabat, tabi'in dan tiga generasi utama, kemudian menyatakan bahwa perayaan tersebut muncul pada masa Fathimiyah.
Beliau berkata bahwa mereka “mengadakannya pada abad keempat” dan kemudian diikuti oleh sebagian kaum Muslimin.
❗️ Maka yang perlu diperhatikan adalah kemiripan pola menjadikan kelahiran seorang nabi sebagai perayaan keagamaan tahunan, bukan berarti setiap Muslim yang menghadiri Maulid otomatis dianggap meniru orang Nasrani dalam seluruh keyakinannya. Persoalan ini harus dibahas secara ilmiah dan proporsional.
5️⃣ Dinasti Fathimiyah dan Awal Mula Maulid yang Terdokumentasi
Dalam sumber-sumber sejarah, Dinasti Fathimiyah dikenal sebagai pemerintahan yang berafiliasi dengan Syiah Ismailiyah dan berkuasa di Mesir.
Syaikh Abdul Aziz bin Baz رحمه الله menyatakan dengan jelas dalam fatwanya bahwa perayaan Maulid tidak dilakukan oleh Rasulullah ﷺ, para sahabat, Khulafa Rasyidin maupun generasi salaf, kemudian menyebut bahwa yang mengadakannya adalah Fathimiyah pada abad keempat Hijriah.
✏️ Karena itu, formulasi yang paling aman bukan mengatakan secara mutlak bahwa “setiap bentuk Maulid pasti pertama kali dilakukan oleh satu orang tertentu”, tetapi bahwa perayaan Maulid sebagai perayaan keagamaan yang terdokumentasi secara resmi dikenal pada masa Fathimiyah dan terjadi pada abad keempat Hijriah. Ini juga penting agar pembahasan tidak dibangun di atas klaim sejarah yang lemah.
Adapun penisbatan bahwa Fathimiyah mengadakan berbagai maulid untuk Nabi ﷺ, Ali رضي الله عنه, Fatimah رضي الله عنها, Hasan dan Husain رضي الله عنهما serta para penguasa mereka juga disebut oleh Ibn Baz dalam fatwa resminya.
Bersambung In syaa Allah
6️⃣ Generasi Sahabat Adalah Generasi Terbaik dan Tidak Mengadakan Maulid
...
⛅️ 💧 ☝️ Hidayah Hanya Milik Allah: Antara Ikhtiar dan Taufik dari Allah
▫️▫️▫️
❄️ Muthorif bin Abdullah berkata:
🌨 "Seandainya kebaikan itu ada di tangan salah seorang dari kita, niscaya dia tidak akan bisa menuangkannya ke dalam hatinya sampai Allah lah yang menuangkannya ke dalam hatinya."
📚 Mushonaf ibn Abi Syaibah, 36281
✍️ Al Ustadz Usamah bin Faishol Mahri hafizhahullah