Не попадитесь на накрученные каналы! Узнайте, не накручивает ли канал просмотры или
подписчиков
Проверить канал на накрутку
Телеграм канал «PONPES ASSUNNAH BATU»
PONPES ASSUNNAH BATU
8.3K
0
4.2K
1.7K
18.3K
Channel Resmi Mahad As Sunnah Batu Jawa Timur, di bawah bimbingan Asatidzah Mahad As Sunnah, Al Ustadz Usamah Faishal Mahri hafidzahullah, Al Ustadz Abdusshamad Bawazier hafidzahullah, dan Al Ustadz Ahmad Khadim hafidzahullah
☕️🫖 Pernahkah kita duduk di suatu sore dengan niat yang sederhana?
🧃 "Saya hanya ingin melihat pesan WhatsApp sebentar."
💬 Lima menit kemudian, kita sudah membuka Facebook. Setelah itu pindah ke Instagram. Lalu melihat beberapa video pendek. Kemudian membaca komentar. Setelah itu membuka berita. Tanpa terasa adzan Maghrib berkumandang.
🔖 Kita pun terdiam sejenak.
🌓 "Lho... kok sudah Maghrib?"
🔥 Peristiwa seperti ini mungkin pernah dialami hampir semua orang. Bahkan orang yang rajin mengaji, guru, santri, mahasiswa, pegawai, pedagang, hingga orang tua.
💸 Yang dicuri bukan uang kita.
💰 Yang hilang bukan barang berharga kita.
💎 Tetapi sesuatu yang jauh lebih mahal daripada emas dan permata.
⏰ Yang hilang adalah waktu.
💈Dan yang lebih menyedihkan, kita sering tidak merasa sedang kehilangan.
🖼 Waktu Adalah Modal Kehidupan
💸 Kalau seseorang kehilangan uang satu juta rupiah, biasanya ia akan berusaha mencarinya. Kalau kehilangan telepon genggam, ia segera panik.
📱 Tetapi ketika kehilangan dua jam setiap hari hanya karena terus menggeser layar, hampir tidak ada rasa kehilangan.
🏬 Padahal uang masih bisa dicari kembali.
Barang masih bisa dibeli lagi.
🏫 Namun satu menit umur yang telah berlalu tidak akan pernah kembali hingga Hari Kiamat.
Karena itulah Allah Ta'ala bersumpah dengan waktu.
📖 "Demi masa. Sesungguhnya manusia benar-benar berada dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman, beramal saleh, saling menasihati dalam kebenaran, dan saling menasihati dalam kesabaran." (QS. Al-'Ashr: 1–3)
🎤 Imam Muhammad ibn Idris al-Shafi'i rahimahullah pernah berkata:
⚠️ "Seandainya Allah tidak menurunkan hujjah kepada makhluk-Nya selain surah ini, niscaya surah ini telah mencukupi mereka."
🔈 Perkataan beliau menunjukkan bahwa waktu bukan sekadar hitungan jam dan hari. Waktu adalah tempat kita menanam amal. Jika waktu habis tanpa amal, maka kerugian itulah yang dimaksud dalam surah Al-'Ashr.
💥 Satu Jam yang Tidak Pernah Terasa
🟢 Bayangkan seseorang berkata,
🔝 "Saya hanya scroll satu jam setiap hari."
💭 Satu jam terdengar sedikit.
Namun mari kita renungkan.
🛡 Satu jam sehari berarti sekitar tiga puluh jam dalam sebulan.
🛡 Dalam setahun menjadi sekitar 365 jam.
🛡 Itu setara dengan lebih dari 15 hari penuh tanpa henti.
💯 Kalau dua jam sehari, berarti sekitar 730 jam atau lebih dari 30 hari dalam satu tahun.
☄️ Sebulan penuh umur kita habis hanya untuk menggeser layar.
📌 Belum tentu semuanya sia-sia. Ada yang digunakan untuk belajar, berdakwah, bekerja, atau mencari informasi yang bermanfaat. Namun, jujur kepada diri sendiri, berapa banyak yang benar-benar bermanfaat, dan berapa banyak yang hanya lewat begitu saja tanpa meninggalkan bekas selain rasa lelah?
🌤 Yang Hilang Bukan Hanya Waktu
🔝 Scroll yang berlebihan tidak hanya mengambil jam-jam kita.
🚨 Ia juga mengambil kekhusyukan.
📖 Seseorang selesai melihat puluhan video singkat. Ketika membuka mushaf Al-Qur'an, baru lima menit membaca sudah merasa berat.
❗️ Bukan karena Al-Qur'an sulit.
🔽 Tetapi karena pikirannya telah terbiasa berpindah dari satu gambar ke gambar lain dalam hitungan detik.
Begitu pula saat menghadiri kajian.
🚫 Dahulu satu jam terasa singkat.
⚠️ Kini sepuluh menit saja sudah ingin melihat ponsel.
❓ Tanpa disadari, cara kita menikmati ilmu telah berubah.
📖 Ketika Al-Qur'an Mulai Tersisih
Ada kalimat yang sering kita ucapkan,
🌟 "Saya belum sempat murajaah hari ini."
🚕 "Saya sibuk."
🎆 "Nanti malam saja."
Padahal sebelum tidur kita masih sempat melihat media sosial selama hampir satu jam.
🧭 Masalahnya bukan tidak ada waktu.
Masalahnya adalah waktu telah habis untuk sesuatu yang tidak kita rencanakan.
📖 Al-Qur'an tidak pernah meminta kita membacanya berjam-jam setiap hari.
🌟 Lima belas menit dengan hati yang hadir lebih baik daripada satu jam yang dipenuhi gangguan.
☄️ Namun lima belas menit itu sering kalah oleh kebiasaan scroll yang terasa ringan.
✌️ "Ada dua nikmat yang banyak manusia tertipu padanya, yaitu kesehatan dan waktu luang."
📚 (HR. Sahih al-Bukhari)
☝️ Perhatikan kata مغبون (maghbūn). Dalam bahasa Arab, kata ini biasa digunakan dalam dunia perdagangan: seseorang membeli atau menjual dengan harga yang merugikan dirinya sendiri karena tidak menyadari nilai sebenarnya.
Demikian pula dengan waktu. Banyak orang merasa tidak rugi ketika satu jam berlalu tanpa manfaat. Padahal, tanpa sadar ia telah "menjual" sebagian umurnya dengan harga yang sangat murah.
🗓 "Wahai anak Adam, sesungguhnya engkau hanyalah kumpulan hari. Setiap kali satu hari berlalu, maka berkurang pula bagian dari dirimu."
Kalimat ini sederhana, tetapi sangat dalam. Kita sering menghitung umur dengan bertambahnya tahun. Padahal hakikatnya, umur kita bukan sedang bertambah, melainkan sedang berkurang.
⚠️🌐 Sebelum Terlambat
🖥 Tidak ada yang salah dengan teknologi.
💬 Tidak ada yang salah dengan media sosial jika digunakan untuk mencari ilmu, menyebarkan dakwah, mempererat silaturahmi, atau menjalankan pekerjaan.
⚠️ Yang perlu kita waspadai adalah ketika media sosial mengambil lebih banyak waktu daripada Al-Qur'an, lebih banyak perhatian daripada keluarga, dan lebih banyak ruang di hati daripada mengingat Allah.
📌🔝 Fitnah scroll tidak datang dengan suara keras. Ia datang dengan sangat halus. Lima menit hari ini, sepuluh menit besok, lalu satu jam, dua jam, hingga akhirnya kita terbiasa hidup dalam kelalaian tanpa menyadarinya.
🤲 Semoga Allah menjadikan kita termasuk orang-orang yang mampu menjaga setiap detik umurnya untuk sesuatu yang mendekatkan diri kepada-Nya.
✏️ Bersambung in syaa Allah
Episode Ketiga:
📖 "Jalan Keluar dari Fitnah Scroll: Menyelamatkan Hati, Menata Waktu, dan Kembali Bersahabat dengan Al-Qur'an."
✔️ “Siwak adalah pembersih bagi mulut dan mendatangkan keridaan Rabb.”»
📚 Marja‘: Sunan al-Nasā’ī, Kitāb al-Ṭahārah, Bāb al-Targhīb fī al-Siwāk, no. 5, jil. 1, hlm. 10. Hadis ini juga diriwayatkan oleh Ibn Khuzaymah no. 135 dan Aḥmad.
☝️Karena tujuan siwak adalah membersihkan mulut, maka penggunaannya semakin ditekankan ketika mulut mengalami perubahan bau atau membutuhkan pembersihan.
✔️ Sebuah sunnah yang sederhana, tetapi Nabi ﷺ sangat memperhatikannya.
🪥 Siwak membersihkan mulut, menghidupkan sunnah, dan menjadi sebab keridaan Allah.