Не попадитесь на накрученные каналы! Узнайте, не накручивает ли канал просмотры или
подписчиков
Проверить канал на накрутку
Телеграм канал «PONPES ASSUNNAH BATU»
PONPES ASSUNNAH BATU
8.3K
0
4.1K
1.7K
18.3K
Channel Resmi Mahad As Sunnah Batu Jawa Timur, di bawah bimbingan Asatidzah Mahad As Sunnah, Al Ustadz Usamah Faishal Mahri hafidzahullah, Al Ustadz Abdusshamad Bawazier hafidzahullah, dan Al Ustadz Ahmad Khadim hafidzahullah
🎤 Dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu, para sahabat bertanya:
يا رَسولَ اللهِ ! إنَّ فلانةَ تقومُ اللَّيلَ و تَصومُ النَّهارَ و تفعلُ ، و تصدَّقُ ، و تُؤذي جيرانَها بلِسانِها ؟
💬 "Ya Rasulallah, si Fulanah itu rajin puasa di siang hari, shalat malam di malam hari, beramal, dan bersedekah, namun dia sering menyakiti tetangganya dengan lisannya ?!"
💬 Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam menimpali,
لا خَيرَ فيها ، هيَ من أهلِ النَّارِ
☄️🚫 "Tidak ada kebaikan pada dirinya. Dan dia termasuk penduduk Neraka."
💭 Lalu para sahabat bertanya lagi,
و فُلانةُ تصلِّي المكتوبةَ ، و تصدَّقُ بأثوارٍ ، و لا تُؤذي أحدًا ؟
📌🕯 "Dan adapun Fulanah yang satunya mengerjakan shalat wajib, dan hanya bersedekah dengan sepotong keju, namun dia tidak pernah menyakiti siapa pun ?!"
🎤 Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam menjawab,
✍️ “Dan apabila engkau dikurniakan seseorang yang setia mencintaimu dengan tulus, maka jagalah ia baik-baik karena orang yang sepertinya tidak akan mudah ditemukan”
☝️Para ulama tafsir, ahli sejarah dan selainnya telah menceritakan bahwa Nabi Ayyub عليه السلام pada mulanya adalah seorang yang memiliki harta yang melimpah ruah. Kekayaannya mencakup berbagai macam bentuk dan jenis, mulai dari hewan ternak, unta, sapi, kambing, para hamba sahaya, hingga kepada tanah-tanah yang luas di daerah Batsaniyyah yang merupakan bahagian dari wilayah Hauran.
🌟 Ibnu 'Asakir رحمه الله juga meriwayatkan bahwa seluruh tanah di wilayah tersebut adalah milik Nabi Ayyub عليه السلام. Selain harta yang berlimpah, baginda juga dianugerahkan keturunan yang banyak dan keluarga yang besar. Namun kemudian seluruh kenikmatan duniawi tersebut dicabut dan diambil kembali dari diri baginda.
🌟 Tidak hanya diuji dengan hilangnya harta dan keluarga, Nabi Ayyub عليه السلام juga diuji pada tubuhnya dengan berbagai macam jenis penyakit dan bala. Tidak ada satu pun anggota badannya yang dalam keadaan sehat dan selamat, kecuali hati dan lisannya saja.
☘️ Meskipun dalam keadaan tubuh yang sangat menderita, kedua organ tersebut digunakan oleh baginda untuk senantiasa berzikir mengingat Allah 'Azza wa Jalla.
🌒🍁 Di tengah semua ujian duniawi itu, baginda tetap menjadi hamba yang sangat sabar, senantiasa mengharap pahala di sisi Allah (muhtasib), serta terus-menerus berzikir kepada Allah 'Azza wa Jalla, baik di waktu malam, siang, pagi, mahupun petang.
🍁 Sakit baginda berlangsung sangat lama hingga teman duduknya menjauhinya, orang yang biasa menemani merasa rimas (risih) dengannya. Baginda dikeluarkan dari kotanya dan dibuang di tempat pembuangan sampah di luar kota. Orang pun memutuskan hubungan dengan baginda, tidak ada seorang pun yang tersisa untuk mengasihinya selain isterinya. Sang istri senantiasa menjaga hak suaminya, serta mengingat kebaikan masa lalu sang suami dan kasih sayang suaminya kepadanya. Maka istri baginda selalu bolak-balik mendatanginya untuk mengurus keadaannya, membantunya menunaikan hajatnya, serta mengurus segala kemaslahatannya. Hingga akhirnya keadaan sang istri melemah dan hartanya habis, sampai-sampai sang istri harus bekerja membantu orang lain dengan upah agar dapat memberi makan Nabi Ayyub عليه السلام dan bertahan demi kelangsungan hidupnya.
🤲 (semoga Allah meridhainya dan membuatnya diridhai.)
🌹 Sang istri begitu sabar mendampingi Nabi Ayyub عليه السلام atas musibah yang menimpa mereka berdua, mulai dari kehilangan harta dan anak, serta musibah khusus yang menimpa suaminya (berupa penyakit), sempitnya keadaan ekonomi, hingga keharusan bekerja untuk orang lain setelah sebelumnya ia hidup dalam kebahagiaan, gelimang nikmat, dilayani dan dihormati.
☝️Maka sesungguhnya kita adalah milik Allah dan kepadaNya lah kita akan kembali.