Не попадитесь на накрученные каналы! Узнайте, не накручивает ли канал просмотры или
подписчиков
Проверить канал на накрутку
Телеграм канал «PONPES ASSUNNAH BATU»
PONPES ASSUNNAH BATU
8.3K
0
4.2K
1.7K
18.3K
Channel Resmi Mahad As Sunnah Batu Jawa Timur, di bawah bimbingan Asatidzah Mahad As Sunnah, Al Ustadz Usamah Faishal Mahri hafidzahullah, Al Ustadz Abdusshamad Bawazier hafidzahullah, dan Al Ustadz Ahmad Khadim hafidzahullah
☝️ “Sesungguhnya aku tidak melihat kaum ini kecuali mereka akan menang atas kalian karena mereka memecah belah kalian dari hak kalian, sementara mereka bersatu di atas kebatilan mereka.
📊 Dan sesungguhnya seorang penguasa, perjalanannya bukan justru dipersulit. Karena bisa saja dia salah dan bisa pula benar.
✍️ Maka apabila kalian mendapati seorang penguasa yang adil terhadap rakyatnya dan membagi dengan merata, maka dengarlah dan taatilah dia.
🌦 Dan sesungguhnya manusia tidak akan bisa diperbaiki kecuali dengan seorang penguasa, baik penguasa yang baik maupun yang fajir/buruk.
⭐️ Jika penguasanya baik, maka itu kebaikan bagi pemimpin dan rakyatnya.
💥 Dan jika penguasanya fajir/buruk, maka di masa kepemimpinannya, seorang mukmin akan beribadah kepada Rabbnya, dan orang buruk akan berbuat sekehendaknya hingga ajalnya tiba.
Dan sesungguhnya kalian nanti akan diperintahkan untuk mencelaku dan berlepas diri dariku.
☝️ Barangsiapa yang mencelaku maka dia dalam keadaan halal dari caci makiku (aku maafkan).
✔️ Dan janganlah kalian berlepas diri dari agamaku, karena sesungguhnya aku berada di atas Islam.”
📚 Sumber: Al-Mushannaf – Ibnu Abi Syaibah, Tahqiq Al-Hut 7/463 — Abu Bakar bin Abi Syaibah w. 235H
▫️▫️▫️
☝️ Faedah penting dari atsar ini :
1️⃣. Pentingnya jamaah dan ketaatan walau pemimpinnya tidak sempurna
2️⃣. Bahaya perpecahan → musuh akan menang saat kaum muslimin bercerai-berai
🌥 Seorang tabiin alim di zamannya, hidup di masa masih tersisa beberapa sahabat termasuk Ibnu Abbas dan Anas bin Malik.
🌤 Dialah Malik bin Dinar, suatu hari, rumah beliau dimasuki oleh maling, namun ternyata maling tersebut tidak mendapati harta atau sesuatu yang berharga yang bisa diambil, lalu tertangkap basah oleh Imam Malik bin Dinar, dan disampaikan kepada maling tersebut:
💬 "Engkau tidak akan mendapati sesuatu pun dari bagian dunia di sini, mau kah aku tunjukkan sesuatu yang berharga dari urusan akhirat?
Iya, jawab maling, berwudu'lah!
☝️ Lalu Shalatlah dua raka'at, perintah imam Malik bin Dinar.
🫱 Lalu maling tersebut melakukannya, kemudian duduk dan keluar dari masjid lalu ditanyakan: 'siapa orang itu wahai Malik bin Dinar?'
💍 Beliau menjawab: 'Dia datang untuk mencuri lalu kami balik mencuri dia'."
📚 Siyar a'lam an Nubala' Jilid 5 Halaman 229 cet. Dar Al Kutun al Ilmiyyah
▫️▫️▫️
دَخَلَ عليه لِصٌّ، فما وَجَدَ ما يَأْخُذُ، فناداه مالِكٌ: لم تَجِدْ شيئًا من الدُّنيا، فتَرغَبُ
في شيءٍ من الآخِرةِ؟ قال: نَعَم. قال: تَوَضَّأْ، وصلِّ رَكعَتَينِ. ففَعَلَ، ثُمَّ جَلَسَ، وخرج إلى
المسجدِ، فسُئِلَ: مَنْ ذا؟ قال: جاءَ لِيَسرِقَ، فسرَقناه.