Каталог каналов Каналы в закладках Мои каналы Поиск постов Рекламные посты
Инструменты
Каталог TGAds beta Мониторинг Детальная статистика Анализ аудитории Бот аналитики
Полезная информация
Инструкция Telemetr Документация к API Чат Telemetr
Полезные сервисы

Не попадитесь на накрученные каналы! Узнайте, не накручивает ли канал просмотры или подписчиков Проверить канал на накрутку
Прикрепить Телеграм-аккаунт Прикрепить Телеграм-аккаунт

Телеграм канал «PONPES ASSUNNAH BATU»

PONPES ASSUNNAH BATU
3.7K
0
2.4K
1.3K
17.1K
Channel Resmi Mahad As Sunnah Batu Jawa Timur, di bawah bimbingan Asatidzah Mahad As Sunnah, Al Ustadz Usamah Faishal Mahri hafidzahullah, Al Ustadz Abdusshamad Bawazier hafidzahullah, dan Al Ustadz Ahmad Khadim hafidzahullah
Подписчики
Всего
10 307
Сегодня
-1
Просмотров на пост
Всего
544
ER
Общий
5%
Суточный
4.1%
Динамика публикаций
Telemetr - сервис глубокой аналитики
телеграм-каналов
Получите подробную информацию о каждом канале
Отберите самые эффективные каналы для
рекламных размещений, по приросту подписчиков,
ER, количеству просмотров на пост и другим метрикам
Анализируйте рекламные посты
и креативы
Узнайте какие посты лучше сработали,
а какие хуже, даже если их давно удалили
Оценивайте эффективность тематики и контента
Узнайте, какую тематику лучше не рекламировать
на канале, а какая зайдет на ура
Попробовать бесплатно
Показано 7 из 3 655 постов
Смотреть все посты
Пост от 06.02.2026 20:05
1
0
0
Видео/гифка
Пост от 06.02.2026 02:59
1
0
0
Видео/гифка
Пост от 06.02.2026 02:58
1
0
0
•••﷽•••

📖 RAUDHATUL UQALA WA NUZHATUL FUDHALA

🔊 Audio Kajian Rutin Ponpes As-Sunnah Batu

▫️▫️▫️

🗓 Kamis, 17 Sya'ban 1447 H | 06 Februari 2026

🎙 Al Ustadz Usamah bin Faishal Mahri حفظه الله

📍 Masjid Al Istiqomah Ponpes As-Sunnah Batu

   ١ - الحث على لزوم العقل، وصفة العاقل اللبيب

وإن محبة المرء المكارم من الأخلاق وكراهته سفسافها: هو نفس العقل؛ فالعقل به يكون الحظ )، ويؤنس الغربة، وينفي الفاقة )، ولا مال أفضل منه، ولا يتم دين أحد حتى يتم عقله.

والعقل اسم يقع على المعرفة بسلوك الصواب، والعلم باجتناب الخطاء فإذا كان المرة في أول درجته يسمى «أديبا»، ثم «أريبا»، ثم البيناء. ثم عاقلا»، كما أن الرجل إذا دخل في أول حد الدهاء قبل له شيطان»

فإذا عنا في الطغيان قبل مارد»، فإذا زاد على ذلك قبل: العبقري، فإذا

جمع إلى حيثه شده شر قبل : «عفريت».

وكذلك الجاهل، يقال له في أول درجته المائق»، ثم «الرقيع»، ثم الأنوك»، ثم «الأحمق».

وأفضل مواهب الله لعباده العقل.

📂 Selengkapnya Audio Bersih

▫️▫️▫️
#kajian_rutin #raudhatuluqala
⚪️ 𝐆𝐚𝐛𝐮𝐧𝐠 𝐂𝐡𝐚𝐧𝐧𝐞𝐥
📱 https://t.me/ponpes_assunnah_batu/7819
📱 https://bit.ly/Channel_WA_PonpesAssunnahBatu

⛓ Update Audio Kajian Raudhatul Uqala

📁http://bit.ly/ARSIP_AUDIO_RAUDHATULUQOLA
▫️▫️▫️
Пост от 06.02.2026 02:45
1
0
0
Видео/гифка
Пост от 05.02.2026 14:32
1
0
0
••﷽••

📺 LIVE • STREAMING RADIO ISLAM BATU DARI PONPES AS-SUNNAH BATU

▫️▫️▫️
🎙 Pemateri:
Al-Ustadz Usamah bin Faishol Mahri hafizhahullah

📖 Materi:
Raudhatul Uqala

▫️▫️▫️
#kajian_rutin #raudhatul_uqala
✏️ Gabung Channel
📱 http://t.me/ponpes_assunnah_batu
📱http://bit.ly/Channel_WA_PonpesAssunnahBatu

➡️  Live Streaming
✏️ Radio Syariah • Radio Islam Batu

▫️▫️▫️
Видео/гифка
Пост от 05.02.2026 09:09
1
0
0
Al-Imam as-Sa‘dī رحمه الله berkata:
“Maka janganlah kalian menjadikan mereka sebagai wali; karena sesungguhnya merekalah musuh yang sebenarnya. Mereka tidak peduli terhadap bahaya yang menimpa kalian, bahkan tidak menyisakan sedikit pun dari usaha mereka untuk menyesatkan kalian. Maka tidaklah menjadikan mereka sebagai wali kecuali orang yang serupa dengan mereka. Oleh karena itu Allah berfirman: (Dan barang siapa di antara kalian menjadikan mereka sebagai wali, maka ia termasuk golongan mereka).

Karena loyalitas yang sempurna dapat mengantarkan kepada berpindah ke agama mereka, dan loyalitas yang kecil akan menyeret kepada loyalitas yang lebih besar, kemudian berangsur-angsur, sedikit demi sedikit, hingga seorang hamba akhirnya menjadi bagian dari mereka.”

Maka marilah kita bersama-sama menumbuhkan ketakwaan kepada Allah,
dengan menjadikan syariat Allah sebagai pedoman dalam setiap sisi kehidupan kita.
Marilah kita menempatkan loyalitas kepada siapa saja yang Allah perintahkan untuk kita cintai dan dukung, serta menjaga diri untuk berlepas dari siapa pun yang Allah perintahkan untuk kita jauhi.

Semoga Allah menjadikan kita termasuk hamba-hamba-Nya yang jujur dalam iman, lurus dalam sikap, dan selamat dalam akidah

✏️ Al Ustadz Badr Mahri hafizhahullah

▫️▫️▫️
#alwala #albara
✏️ Gabung Channel
📱 t.me/ponpes_assunnah_batu
📱http://bit.ly/Channel_WA_PonpesAssunnahBatu
Пост от 05.02.2026 09:09
1
0
0
Asas dari al-walā’ adalah kecintaan, maka yang paling berhak dan paling utama untuk dicintai adalah Allah Subḥānahu wa Ta‘ālā.

Karena cinta kepada Allah Ta‘ālā bukan sekadar pengakuan di lisan, namun menuntut konsekuensi-konsekuensi nyata dan memiliki tanda-tanda yang jelas.

Tidak setiap orang yang mengaku mencintai Allah benar dalam pengakuannya, sampai kecintaan itu terbukti dalam sikap dan amal perbuatan yang menjadi saksi atas kejujurannya.

Maka di antara tanda cinta kepada Allah adalah:
[ ] seorang hamba mendahulukan apa yang dicintai Allah di atas apa yang dicintai oleh dirinya dan diinginkan oleh hawa nafsunya.

Apabila terjadi pertentangan antara cinta kepada Allah dan cinta kepada diri sendiri, maka seorang hamba yang jujur imannya akan mendahulukan apa yang dicintai Allah atas apa yang diinginkan jiwanya.

Sebagaimana Allah Subḥānahu wa Ta‘ālā berfirman dalam Surah At-Taubah ayat 23–24, Allah menegaskan bahwa kecintaan kepada keluarga, harta, dan berbagai kepentingan dunia tidak boleh mengalahkan kecintaan dan loyalitas kepada Allah dan Rasul-Nya; siapa yang mendahulukan selain Allah dan Rasul-Nya, maka ia berada dalam ancaman dan kerugian besar.

Dan di antara tanda-tanda cinta kepada Allah adalah:
[ ] seorang hamba mencintai apa yang dicintai Allah, baik berupa amal-amal maupun orang-orang, serta membenci apa yang dibenci Allah, baik berupa perbuatan maupun pelakunya.

Allah Ta‘ālā mencintai orang-orang beriman yang saleh; maka apabila seseorang mencintai mereka, sesungguhnya ia mencintai Allah ‘Azza wa Jalla.

Dan Allah Ta‘ālā telah memerintahkan agar loyal kepada para wali-Nya dan memusuhi musuh-musuh-Nya dalam banyak ayat.

Di antaranya, Allah Ta‘ālā berfirman sebagai peringatan bagi kaum mukminin:
﴿يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تَتَّخِذُوا الْكَافِرِينَ أَوْلِيَاءَ مِنْ دُونِ الْمُؤْمِنِينَ أَتُرِيدُونَ أَنْ تَجْعَلُوا لِلَّهِ عَلَيْكُمْ سُلْطَانًا مُبِينًا﴾

“Wahai orang-orang yang beriman, janganlah kalian menjadikan orang-orang kafir sebagai wali selain orang-orang beriman. Apakah kalian hendak menjadikan bagi Allah alasan yang nyata untuk menyiksa kalian?”
📚 (QS. an-Nisā’: 144)

☝️Ayat ini merupakan seruan dari Allah Ta‘ālā kepada hamba-hamba-Nya yang beriman, agar tidak menjadikan orang-orang kafir sebagai wali dengan bentuk apa pun dari bentuk loyalitas;
bukan dengan cinta, bukan dengan pertolongan, dan bukan pula dengan kecenderungan hati kepada mereka.

Karena mereka adalah musuh Allah dan Rasul-Nya.

Dan apabila mereka adalah musuh Allah dan Rasul-Nya, maka wajib atas kita untuk memusuhi mereka dan berlepas diri dari mereka.

Dan Allah Ta‘ālā menjelaskan bahwa loyalitas kepada orang-orang kafir merupakan sifat orang-orang munafik.
Allah Subḥānahu wa Ta‘ālā berfirman:

﴿بَشِّرِ الْمُنَافِقِينَ بِأَنَّ لَهُمْ عَذَابًا أَلِيمًا ۝ الَّذِينَ يَتَّخِذُونَ الْكَافِرِينَ أَوْلِيَاءَ مِنْ دُونِ الْمُؤْمِنِينَ أَيَبْتَغُونَ عِنْدَهُمُ الْعِزَّةَ فَإِنَّ الْعِزَّةَ لِلَّهِ جَمِيعًا﴾

“Sampaikanlah kabar gembira kepada orang-orang munafik bahwa bagi mereka azab yang pedih; yaitu orang-orang yang menjadikan orang-orang kafir sebagai wali selain orang-orang beriman. Apakah mereka mencari kemuliaan di sisi orang-orang kafir itu? Sesungguhnya kemuliaan itu seluruhnya milik Allah.”
📚(QS. an-Nisā’: 138–139)

Dan Allah Ta‘ālā memperingatkan hamba-hamba-Nya agar tidak menjadikan orang-orang kafir sebagai wali dan penolong, Allah Ta‘ālā berfirman:

﴿يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تَتَّخِذُوا الْيَهُودَ وَالنَّصَارَى أَوْلِيَاءَ ۘ بَعْضُهُمْ أَوْلِيَاءُ بَعْضٍ ۚ وَمَنْ يَتَوَلَّهُمْ مِنْكُمْ فَإِنَّهُ مِنْهُمْ ۗ إِنَّ اللَّهَ لَا يَهْدِي الْقَوْمَ الظَّالِمِينَ﴾

“Wahai orang-orang yang beriman, janganlah kalian menjadikan orang-orang Yahudi dan Nasrani sebagai wali. Sebagian mereka adalah wali bagi sebagian yang lain. Barang siapa di antara kalian menjadikan mereka sebagai wali, maka sungguh ia termasuk golongan mereka. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim.”
📚(QS. al-Mā’idah: 51)
Смотреть все посты