✂️📝 Loyalitas Kepada Kaum Mukminin dan Berlepas Diri Serta Memusuhi Orang-orang Kafir
▫️▫️▫️
Sesungguhnya termasuk aqidah yang sangat penting dalam agama ini adalah aqidah al-walā’ wal-barā’, yaitu loyalitas kepada kaum mukminin dan berlepas diri serta memusuhi orang-orang kafir.
Dari Ibnu ‘Abbas radhiyallāhu ‘anhumā, dari Nabi ﷺ beliau bersabda:
«أوثقُ عُرى الإيمانِ الموالاةُ في الله، والمعاداةُ في الله، والحبُّ في الله، والبغضُ في الله»
“Ikatan iman yang paling kuat adalah loyalitas karena Allah, permusuhan karena Allah, cinta karena Allah, dan benci karena Allah.”
📖 (HR. ath-Thabarani)
Bahkan, iman seseorang tidak akan sempurna kecuali dengan walā’ dan barā’. Sebagaimana sabda Nabi ﷺ:
«من أحبَّ لله، وأبغضَ لله، وأعطى لله، ومنعَ لله؛ فقد استكمل الإيمان»
“Barang siapa mencintai karena Allah, membenci karena Allah, memberi karena Allah, dan menahan karena Allah, maka sungguh ia telah menyempurnakan iman.”
📖 (HR. Imam Ahmad)
Walā’ adalah cinta, pertolongan, dan pemuliaan, yaitu dengan kita berpihak kepada kaum mukminin secara lahir dan batin.
Sedangkan barā’ adalah menjauhkan diri, melepaskan diri, dan memusuhi.
Maka loyalitas kepada orang-orang beriman merupakan salah satu wujud keikhlasan cinta kepada Allah, kemudian kepada para nabi-Nya dan kepada kaum mukminin.
✂️Adapun berlepas diri dari orang-orang kafir merupakan wujud kebencian terhadap kebatilan dan para pelakunya.
Ini adalah salah satu pokok dari pokok-pokok iman.
Pembahasan ini menjadi semakin penting pada masa sekarang, di tengah kehidupan masyarakat yang beragam dan saling berinteraksi satu sama lain. Kaum muslimin hidup berdampingan dengan berbagai latar belakang agama, budaya, dan keyakinan.
Di satu sisi, kondisi ini menuntut kita untuk bersikap bijak, adil, dan berakhlak mulia dalam pergaulan. Namun di sisi lain, hal ini juga menuntut kaum muslimin untuk memiliki pemahaman aqidah yang kuat, agar tetap teguh dalam keimanan, tidak larut, dan tidak kehilangan jati diri sebagai seorang muslim.
Oleh karena itu, menguatkan kembali pemahaman dan pengamalan terhadap prinsip aqidah yang agung ini menjadi kebutuhan penting, agar kita mampu hidup berdampingan secara baik, sekaligus tetap setia kepada ajaran Allah dan Rasul-Nya.