Не попадитесь на накрученные каналы! Узнайте, не накручивает ли канал просмотры или
подписчиков
Проверить канал на накрутку
Телеграм канал «PONPES ASSUNNAH BATU»
PONPES ASSUNNAH BATU
8.4K
0
4.2K
1.8K
18.3K
Channel Resmi Mahad As Sunnah Batu Jawa Timur, di bawah bimbingan Asatidzah Mahad As Sunnah, Al Ustadz Usamah Faishal Mahri hafidzahullah, Al Ustadz Abdusshamad Bawazier hafidzahullah, dan Al Ustadz Ahmad Khadim hafidzahullah
💎 Allah 'Azza wa Jalla Menjadikan Harta Sebagai Urat Nadi Kehidupan.
💱 Tidak ada kemuliaan tanpa amal, dan tidak ada amal tanpa harta.
Langit tidak akan menurunkan emas dan perak.
🫴 Maka orang yang berakal akan menjadikan dirhamnya, dolarnya, poundsterlingnya, rupiahnya dan riyalnya untuk penghidupan dunianya.
📖 Dan dia menjadikan bacaan Al-Qur'an serta ketakwaan untuk bekal akhiratnya.
✏️ Agar bisa sampai ke tahap ini, belajarlah "al-qashd"
yaitu sikap pertengahan, baik dalam keadaan fakir maupun kaya.
☝️ Sebagaimana dalam hadits:
"Ya Allah, aku memohon kepada-Mu sikap pertengahan ketika fakir dan ketika kaya"
Barangsiapa yang bersikap hemat, maka sungguh dia telah merasa cukup.
💵 Namun jika seseorang boros dalam hal yang dia inginkan maupun yang tidak dia inginkan,
maka tidak diragukan lagi bahwa sebentar lagi dia akan menjadi orang yang tercela dan menyesal.
⚠️ Dan jika seseorang pelit dan kikir, maka naudzubillah...
itu adalah tanda pengecutnya jiwa dan buruk sangkanya kepada Allah Jalla wa 'Ala, seolah-olah menganggap Allah tidak akan mengganti apa pun untuknya.
Akan tetapi yang paling sempurna, baik dalam agama maupun dunia,
baik secara akal, dalil, syariat, maupun tabiat adalah:
☝️ "Wahai anakku, jadilah orang yang hemat dalam berinfak.
Angkatlah dirimu dari para kikir dan orang-orang yang pelit.
Dan janganlah engkau menjadi seperti orang-orang yang boros."
Dan aku tidak mengatakan mereka itu biasa-biasa saja.
Karena Allah berfirman:
"Sesungguhnya orang-orang yang pemboros itu adalah saudara-saudara setan, dan setan itu sangat ingkar kepada Rabbnya."
✏️ Oleh sebab itu salah satu doa' yang dipanjatkan oleh nabi ﷺ adalah :
🤲 "Dan aku memohon kepada-Mu sikap pertengahan ketika fakir dan ketika kaya, dan aku memohon kepada-Mu kenikmatan yang tidak akan habis, dan aku memohon kepada-Mu penyejuk mata yang tidak terputus."
✏️ Dikeluarkan dalam Mushonnaf Ibnu Abi Syaibah: 6/45
🗓Jadwal Shalat Kota Malang dan Sekitarnya Hari Ini
▫️▫️▫️
#jadwal_shalat #kalender
⚪️ Gabung channel
🌐 telemetr.me/ponpes_assunnah_batu
🌐 https://bit.ly/whatsapp_ponpes_assunnah_batu
📸 https://bit.ly/ig_ponpes_assunnah_batu
✊ KEBEBASAN SEJATI: KETIKA MANUSIA MENJADI HAMBA ALLAH
▫️▫️▫️
⁉️ Manusia sejak dahulu berbicara tentang kebebasan. Bebas dari tekanan, bebas dari aturan, bebas menentukan pilihan. Namun, Islam mengajarkan satu pertanyaan yang lebih mendasar: bebas menuju ke mana?
📌 Allah ﷻ tidak menciptakan manusia tanpa tujuan. Dia berfirman:
📖 “Aku tidak menciptakan jin dan manusia kecuali agar mereka beribadah kepada-Ku.”
(QS. Adz-Dzariyat: 56)»
✏️ Maka, tujuan tertinggi manusia bukanlah terbebas dari segala bentuk penghambaan, tetapi membebaskan dirinya dari seluruh penghambaan kepada makhluk untuk mengabdi hanya kepada Allah.
❓ BEBAS DARI SIAPA?
Manusia pada hakikatnya tidak pernah benar-benar hidup tanpa penghambaan. Jika seseorang tidak tunduk kepada Allah, bukan berarti ia menjadi manusia yang sepenuhnya bebas.
⛔️ Ia bisa menjadi hamba hawa nafsu.
▶️ Hamba popularitas.
💵 Hamba materi.
💱 Hamba pemikiran.
❌ Hamba keinginan manusia.
⚠️ Bahkan, tanpa disadari, ia bisa menjadi hamba setan.
📖 “Bukankah Aku telah memerintahkan kepadamu, wahai anak cucu Adam, agar kamu tidak menyembah setan? Sungguh, ia adalah musuh yang nyata bagimu.”
(QS. Yasin: 60)»
Di sinilah letak hubungan yang sangat penting: semakin kuat penghambaan seseorang kepada Allah, semakin berkurang penghambaan dirinya kepada selain Allah.
Sebaliknya, ketika seseorang melepaskan diri dari ketaatan kepada Allah dengan alasan kebebasan, ia belum tentu menjadi bebas. Bisa jadi ia hanya berpindah dari satu perbudakan menuju perbudakan yang lain.
🚩 KEBEBASAN YANG DIBAWA ISLAM
Islam datang untuk membebaskan manusia dari belenggu manusia menuju penghambaan kepada Rabb manusia.
Makna ini tergambar dalam perkataan yang masyhur dari sahabat Rib‘ī bin ‘Āmir رضي الله عنه ketika berbicara kepada Rustum, pemimpin Persia:
☝️ “Sesungguhnya Allah mengutus kami untuk mengeluarkan manusia dari penghambaan kepada sesama manusia menuju penghambaan kepada Rabb manusia; dari kesempitan dunia menuju keluasan dunia dan akhirat; dan dari kezaliman berbagai agama menuju keadilan Islam.”
📌 Kalimat tersebut merangkum hakikat kebebasan dalam Islam: kemuliaan manusia bukan terletak pada terbebas dari semua aturan, tetapi pada terbebas dari ketundukan kepada selain Allah.
📣 KETIKA “KEBEBASAN” MENJADI BELENGGU
Di zaman modern, tidak sedikit seruan yang mengatasnamakan kebebasan, tetapi justru mengajak manusia melepaskan diri dari batasan agama.
🔗 Syariat dianggap sebagai belenggu. Perintah Allah dianggap menghalangi kebebasan. Hawa nafsu justru diberi nama hak pribadi.
Padahal, jika kebebasan berarti mengikuti setiap keinginan tanpa batas, manusia justru dapat menjadi tawanan keinginannya sendiri.
📖 “Maka hadapkanlah wajahmu kepada agama Allah dengan lurus. Itulah fitrah Allah yang Dia telah menciptakan manusia di atasnya.”
(QS. Ar-Rum: 30)»
Manusia diciptakan dengan fitrah untuk mengenal dan tunduk kepada Penciptanya.
✔️ Karena itu, penghambaan kepada Allah bukan kehinaan, tetapi kemuliaan. Bukan belenggu, tetapi pembebasan.
Ketika seorang hamba benar-benar tunduk kepada Allah, ia tidak lagi mudah diperbudak oleh pujian manusia, harta, jabatan, hawa nafsu, tren, atau tekanan zaman.
Itulah kebebasan sejati: ketika hati hanya tunduk kepada Allah, sehingga tidak mudah tunduk kepada selain-Nya.
✔️ Semakin sempurna ubudiyah kepada Allah, semakin sempurna pula kebebasan seorang manusia dari penghambaan kepada selain-Nya.