🤲 🕌 Sebuah Kisah Sarat Ibrah: Air Mata karena Tertinggal Shalat Berjamaah
▫️▫️▫️
🌟 Dikisahkan, bahwa di kota Buraidah – ibu kota provinsi Qasim – ada seorang syaikh yang zuhud bernama 'Ali bin Muhammad bin 'Ali as-Sikākir al-'Anazī.
Beliau sendiri merupakan seorang penuntut ilmu, yang kemudian ditunjuk sebagai imam tetap di salah satu masjid di kawasan selatan Buraidah. Di sela-sela itu, beliau sempat menjabat di Komite Resmi Amar Ma'ruf Nahi Munkar kota Buraidah. Beliau terus mengemban tugas sebagai imam masjid di sana, hingga sakit yang dideritanya membuatnya tidak lagi mampu memimpin shalat.
🔤 Penyakit itu pertama kali menyerangnya pada hari ke-3 bulan Syawwal tahun 1399 H. Hari itu merupakan momen istirahatnya di salah satu kawasan bernama Al-Henakiyyah – Madinah Nabawiyyah setelah melaksanakan ibadah umrah akhir Ramadhan. Setelah gejalanya tampak serius, beliau segera dirujuk ke rumah sakit di Buraidah. Para dokter di sana menetapkan bahwa ia mengalami serangan stroke.
✏️ Singkat cerita, hari-hari dilaluinya setelah mengidap penyakit ini tentu berbeda dari sebelumnya. Sisi kiri tubuhnya nyaris tidak bisa digerakkan. Bahkan lisannya pun tak lagi mampu berbicara.
🌟 Alih-alih memperbanyak istirahat, beliau semakin menyibukkan diri dengan ibadah kepada Allah di dalam rumahnya. Kegiatannya di dalam rumah dipenuhi dengan khusyu' dan mendekatkan diri kepada Rabb-nya.
Salah seorang putranya mengisahkan,
“Seiring berjalannya waktu, tangan dan kakinya sedikit membaik. Ia pun dapat berjalan dengan bertumpu pada salah seorang anaknya untuk pergi ke kamar kecil, atau menuju masjid yang selama ini ia jaga shalat berjamaah di dalamnya. Kami bahkan menyiapkan sebuah mobil di depan rumah untuk membawanya ke masjid pada setiap waktu shalat.
Namun, jika suatu ketika orang yang bertugas mengantarnya terlambat sehingga ia tertinggal shalat berjamaah di masjid, maka sepanjang hari wajahnya tampak muram. Ia tidak berbicara kepada siapa pun, tidak berselera makan, dan air mata terus mengalir dari kedua matanya; karena ia tidak dapat menunaikan shalat di masjid.”
Allahu akbar!
Beliau wafat pada tahun 1409 H. Rahimahullah rahmatan wasi'ah.
📚 Biografi Selengkapnya: Mu'jam Usar Buraidah, karya Muhammad bin Naseer al-'Aboudi.
Kawan, coba perhatikan kisah nyata ini! Seorang syaikh yang sudah tua lagi sakit, tubuhnya hampir lumpuh, lisannya tak lagi mampu berbicara, dan langkahnya hanya bisa bertumpu pada orang lain, yang paling ia takutkan bukanlah sakit yang dideritanya, melainkan tertinggal shalat berjamaah di masjid. Bahkan ketika hal itu terjadi, wajahnya muram sepanjang hari, makan pun tak berselera, dan air matanya mengalir tanpa henti.
Maka renungkanlah, kawan: jika orang yang hampir tak mampu berjalan saja menangisi satu shalat berjamaah yang terlewat, bagaimana dengan kita yang di bulan Ramadhan ini masih diberi kesehatan, kekuatan, dan kesempatan? Jangan sampai Ramadhan berlalu sementara masjid tetap lebih sering sepi dari langkah kita.
🤲 Semoga Allah selalu mengokohkan langkah kita menuju masjid-masjid, dan memberikan taufik kepada kita agar menjadi orang-orang yang selalu mendekatkan diri kepada-Nya.
Aamiin
✏️ Abul Walid Al-Maidany نفع الله به
▫️▫️▫️
#kisah_nyata #ibrah #renungan #muhasabah #introspeksi_diri
⚪️ Gabung Channel
📱 http://t.me/ponpes_assunnah_batu
📱 https://bit.ly/Channel_WA_PonpesAssunnahBatu