Не попадитесь на накрученные каналы! Узнайте, не накручивает ли канал просмотры или
подписчиков
Проверить канал на накрутку
Телеграм канал «PONPES ASSUNNAH BATU»
PONPES ASSUNNAH BATU
8.5K
0
4.5K
1.8K
17.1K
Channel Resmi Mahad As Sunnah Batu Jawa Timur, di bawah bimbingan Asatidzah Mahad As Sunnah, Al Ustadz Usamah Faishal Mahri hafidzahullah, Al Ustadz Abdusshamad Bawazier hafidzahullah, dan Al Ustadz Ahmad Khadim hafidzahullah
✔️✍️ ALLAH HANYA AKAN MENERIMA DARI ORANG YANG BERTAKWA
▫️▫️▫️
روي عن علي قال: كونوا لقبول العمل أشد اهتماما منكم بالعمل ألم تسمعوا الله يقول: ﴿إنما يتقبل الله من المتقين﴾ [المائدة ٢٧]
❄️ Diriwayatkan dari Ali radhiyallahu 'anhu beliau berkata,
☝️ “Hendaklah kalian lebih peduli terhadap diterimanya amalan kalian daripada amal itu sendiri. Tidakkah kalian mendengar Allah telah berfirman (dalam Al-Qur'an),
📖 "Sesungguhnya Allah hanya menerima dari orang yang bertakwa.” [Q.S. Al Maidah: 27]
وعن فضالة بن عبيد قال: لأن أكون أعلم أن الله قد تقبل مني مثقال حبة من خردل أحب إلي من الدنيا وما فيها لأن الله يقول: ﴿إنما يتقبل الله من المتقين﴾ [المائدة ٢٧]
❄️ Dari Fadhalah bin Ubaid beliau berkata,
🌱 “Sungguh, ketika aku mengetahui bahwa Allah telah menerima dariku seberat biji sawi, itu pasti lebih aku cintai daripada dunia dan seisinya, karena Allah telah berfirman,
📖 "Sesungguhnya Allah hanya menerima dari orang yang bertakwa." [Q.S. Al Maidah: 27]
📚 [Lihat: Kitab Imam Ibnu Rajab rahimahullah yang berjudul 'Lathāiful Ma'ārif']
🎙 Al Ustadz Usamah Mahri hafizhahullah
✏️ Dikutip dari Khutbah Idul Fitri
Pernahkah kita bertanya, sebenarnya santri akan menjadi apa setelah mereka lulus dari pondok?
🌟 Ketika melihat seorang santri bertahun-tahun belajar agama, mungkin yang terlintas dalam benak kita adalah: “Kelak dia pasti menjadi ustadz, ulama, mudarris, atau seorang pendakwah.”
Namun, kenyataannya tidak selalu demikian.
🌟 Ada yang setelah lulus memilih kembali belajar di majelis-majelis ilmu. Ada yang melanjutkan studi ke luar negeri. Ada yang mengabdikan diri di pondok. Ada pula yang menjadi pedagang, karyawan, pengusaha, bahkan menjalani kehidupan berkeluarga.
❓ Lantas, apakah berarti pendidikan agama yang mereka tempuh selama bertahun-tahun menjadi sia-sia?
Tentu tidak.
🌟 BUKAN SEKADAR UNTUK MENJADI USTADZ
Di pondok, santri tidak hanya diajarkan ilmu agama yang sesuai dengan tuntunan Allah dan Rasul-Nya. Mereka juga dididik agar mampu mengamalkan ilmu tersebut dalam kehidupan nyata.
✔️ Sebab, ilmu bukan hanya tentang seberapa banyak yang diketahui, tetapi juga tentang bagaimana ilmu itu diamalkan.
Di mana pun mereka berada dan apa pun profesi yang mereka jalani, mereka dituntut untuk tetap membawa nilai-nilai agama dalam kehidupan mereka.
📌 Selama bertahun-tahun di pondok, mereka dibiasakan untuk belajar, beramal, ikhlas, dan berusaha istiqamah.
📖 “Wahai orang-orang yang beriman! Mengapa kamu mengatakan sesuatu yang tidak kamu kerjakan?”
(QS. Ash-Shaff: 2)
Maka, tujuan pendidikan santri bukan sekadar agar mereka memiliki gelar atau pekerjaan tertentu, tetapi agar ilmu yang mereka pelajari benar-benar membekas dalam kehidupan mereka.
✏️ LALU, MEREKA AKAN MENJADI APA?
Setelah lulus, keadaan dan pilihan setiap santri tentu berbeda.
Ada yang merasa lebih baik untuk kembali menuntut ilmu di majelis-majelis ilmu. Ada yang melanjutkan studi ke Arab Saudi. Ada yang memilih ta'awun dan mengabdi di pondok. Ada yang berdagang, bekerja, menikah, dan menjalani berbagai kesibukan lainnya.
Semua itu adalah jalan kehidupan yang berbeda.
✔️ Yang terpenting adalah bagaimana seorang santri tetap istiqamah dalam agamanya di tengah kesibukan tersebut.
📌 Seorang pedagang yang jujur, seorang karyawan yang amanah, seorang suami yang bertanggung jawab, atau siapa pun yang menjalani pekerjaannya dengan ilmu dan ketakwaan, tetap dapat menjadi sebab datangnya kebaikan.
Allah-lah yang membimbing hamba-Nya kepada kebaikan melalui berbagai jalan.
📖 “Barang siapa bertakwa kepada Allah, niscaya Dia akan menjadikan kemudahan baginya dalam urusannya.” (QS. Ath-Thalaq: 4)
📖 TIDAK SEMUA SANTRI AKAN MENJADI PENDAKWAH
Memang, jalan kehidupan memiliki tingkatan keutamaan. Tidak semua santri yang telah lulus akan menjadi pendakwah atau pengajar ilmu, meskipun berdakwah dan mengajarkan ilmu merupakan amal yang mulia.
✍️ Hidayah dan taufik Allah kepada setiap hamba berbeda-beda, sesuai dengan hikmah yang Allah ketahui.
📖 “Demikianlah karunia Allah yang diberikan-Nya kepada siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah mempunyai karunia yang besar.”
(QS. Al-Jumu'ah: 4)
☝️ Karena itu, jangan ukur keberhasilan seorang santri hanya dari profesi apa yang ia jalani setelah lulus.
Ukurlah dari seberapa jauh ilmu yang pernah ia pelajari membentuk dirinya untuk tetap taat kepada Allah.
✔️ Sebab, boleh jadi ia tidak berdiri di atas mimbar untuk berdakwah, tetapi ia berdagang dengan jujur.
✔️ Boleh jadi ia tidak mengajar di kelas, tetapi ia mendidik keluarganya dengan ilmu.
✔️ Boleh jadi ia tidak dikenal banyak orang, tetapi ia tetap menjaga shalat, amanah, akhlak, dan ketaatannya di tengah kesibukan dunia.
✏️ Bukankah itu juga bagian dari buah pendidikan agama?
Pada akhirnya, seorang santri bisa menempuh jalan kehidupan yang berbeda-beda. Namun, harapannya tetap satu: ke mana pun ia pergi dan apa pun yang ia kerjakan, ia tetap membawa ilmu, amal, dan ketakwaan yang telah dipelajarinya.
🔖 Karena yang terpenting bukan sekadar “akan menjadi apa setelah lulus?”
Tetapi...
“Akan menjadi hamba Allah yang seperti apa setelah lulus?”
🤲 Semoga Allah memberikan taufik kepada para santri untuk tetap istiqamah di atas agama-Nya, di mana pun mereka berada dan apa pun jalan kehidupan yang mereka tempuh.
Kami yang sedang belajar,
✍️ Al Akh Jibril TM 2
✏️Tulisan dengan sedikit perbaikan oleh team Redaksi