🎙 Fadhilatusy Syaikh Abdul Hakim Dahhas hafizhahullah berkata:
كل الناس لهم الحسد، لكن المؤمن إذا ما جاءه الحسد دفعه، مجرد مجيىء الحسد يدفعه ﴿إِنَّ الَّذِينَ اتَّقَوْا إِذَا مَسَّهُمْ طَائِفٌ مِّنَ الشَّيْطَانِ تَذَكَّرُوا فَإِذَا هُم مُّبْصِرُونَ﴾ [الأعراف: ٢٠١] .
قد يرى نعمة المسلم، قد يرى نعمة عند شخص. فيدعوه الشيطان والنفس الأمارة بالسوء، تدعوه إلى الحسد. هو إيمانه يدفع الحسد، يقول: (أعوذ بالله من الحسد. اللهم لا عيش إلا عيش الآخرة، اللهم بارك لأخي فيما أعطاه» خلاص، الحسد يموت.
لكن إذا لم يقف هذا الموقف، ماذا سيجري؟ سيحسد، وبعد ذلك يمكر، وبعد ذلك يعترض على قضاء الله. «لماذا هذا؟ ولست أنا؟». فيذهب به الأمر حتى إلى أمر العقائد، يعتدي على القضاء والقدر.
“Semua manusia memiliki sifat hasad (iri dengki). Namun, seorang mukmin, ketika hasad itu muncul dalam dirinya, ia segera menolaknya. Begitu rasa hasad itu datang, ia langsung melawannya.
Allah Ta‘ala berfirman:
“Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa, apabila mereka dibayang-bayangi was-was dan pikiran jahat dari setan, mereka pun segera ingat kepada Allah, maka ketika itu juga mereka melihat (kesalahan-kesalahannya).” (QS. Al-A‘raf: 201)
Seseorang mungkin melihat kenikmatan yang Allah berikan kepada seorang muslim, melihat suatu nikmat yang dimiliki orang lain. Lalu setan dan jiwa yang memerintahkan kepada keburukan membisikkan kepadanya untuk hasad.
Namun, keimanannya mendorongnya untuk menolak rasa hasad tersebut. Ia berkata, ‘Aku berlindung kepada Allah dari rasa hasad. Ya Allah, tidak ada kehidupan yang hakiki kecuali kehidupan akhirat. Ya Allah, berkahilah saudaraku dengan apa yang Engkau berikan kepadanya.’ Dengan demikian, rasa hasad itu pun mati (hilang).
Namun, jika ia tidak mengambil sikap seperti ini, apa yang akan terjadi?
Ia akan mulai merasa hasad, kemudian berusaha melakukan makar, lalu pada akhirnya memprotes ketetapan Allah. Ia berkata, ‘Mengapa dia mendapatkan itu? Mengapa bukan aku?’
Pada akhirnya, persoalan tersebut dapat membawanya sampai kepada perkara akidah. Ia bahkan berani melampaui batas terhadap perkara qadha dan qadar Allah.”
📚 Kutipan faidah dari pelajaran Fawaid Mustanbathah min Qishshati Yusuf - Pelajaran ke-4 | Rangkaian Daurah Salafiyyah Imam al-Muzani 5 1448 H di Ma'had Minhajul Atsar Jember.
✹•━━━✿🍃🌸🍃✿━━━•✹
🌐 Website Resmi
https://daurahimamalmuzani.com
🔰 Channel Telegram Resmi
telemetr.me/daurahimamalmuzani