Каталог каналов Мои подборки Новинка Мои каналы Поиск постов Рекламные посты
Инструменты
Каталог TGAds Мониторинг Детальная статистика Анализ аудитории Бот аналитики
Полезная информация
Инструкция Telemetr Документация к API Чат Telemetr
Полезные сервисы

Не попадитесь на накрученные каналы! Узнайте, не накручивает ли канал просмотры или подписчиков Проверить канал на накрутку
Прикрепить Телеграм-аккаунт Прикрепить Телеграм-аккаунт

Телеграм канал «CTIS II Channel Telegram Ilmu Syar'i ||»

CTIS II Channel Telegram Ilmu Syar'i ||
2.7K
0
19
10
70
🔖 Belajar Meniti Jalan Salafussholih dengan bimbingan ulama kibar.
Подписчики
Всего
983
Сегодня
0
Просмотров на пост
Всего
15
ER
Общий
1.61%
Суточный
1.1%
Динамика публикаций
Telemetr - сервис глубокой аналитики
телеграм-каналов
Получите подробную информацию о каждом канале
Отберите самые эффективные каналы для
рекламных размещений, по приросту подписчиков,
ER, количеству просмотров на пост и другим метрикам
Анализируйте рекламные посты
и креативы
Узнайте какие посты лучше сработали,
а какие хуже, даже если их давно удалили
Оценивайте эффективность тематики и контента
Узнайте, какую тематику лучше не рекламировать
на канале, а какая зайдет на ура
Попробовать бесплатно
Показано 7 из 2 674 постов
Смотреть все посты
Пост от 24.04.2026 04:18
1
0
0
🫵📵 Kontradiksi Abul Harits Tidak Bisa Lagi Ditutupi: Saatnya Jujur atau Terbuka Kebatilannya

(Serial: Menyingkap Syubhat dan Meluruskan Manhaj – 2)

Bismillah

Walaa haulaa walaa quwwata illa billah

Jika sebelumnya telah disingkap bagaimana tuduhan berat dilontarkan namun tidak ditarik, maka pada kesempatan ini perlu ditegaskan satu perkara lain yang tidak kalah serius: kontradiksi nyata dalam ucapan dan sikap Abul Harits yang tidak bisa lagi ditutupi atau dimaklumi.

Ayyuhal ikhwah,

Peristiwa Februari 2024 bukan lagi sekadar cerita yang samar, tetapi fakta yang telah diketahui oleh lebih dari satu pihak.

Abul Harits secara langsung mengajak Ustadz Saif dan Abu Kahfi menuju Ajwad Resto (tempat yang telah dikenal sebagai markas aktivitas yang terkait dengan Khalid Basalamah).

Dalam perjalanan, telah diingatkan dengan jelas bahwa tempat tersebut adalah tempatnya Khalid Basalamah. Namun peringatan ini diabaikan.

Ketika ditanya, Abul Harits menyatakan bahwa Rachmat Parenrengi yang akan ditemui hanyalah "orang awam".

Ini bukan kekeliruan ringan.
Karena Rachmat Parenrengi bukan orang awam, tetapi dikenal sebagai orang dekat dan bahkan termasuk yang menggantikan posisi Khalid Basalamah dalam sebagian aktivitasnya.

Ini adalah penggambaran yang tidak sesuai dengan realita.
Lebih jauh lagi, penjelasan tentang tujuan pertemuan tersebut berubah-ubah secara mencolok:

▪️ disebut urusan khulu
▪️ disebut urusan bisnis
▪️ lalu diingkari kembali

Ini bukan lagi sekadar ketidaktepatan, tetapi kontradiksi yang terang.

Ayyuhal ikhwah,

Satu peristiwa tidak mungkin memiliki banyak versi yang saling bertentangan kecuali ada sesuatu yang disembunyikan atau tidak dijelaskan dengan jujur.

Dan ini tidak berhenti di situ.
Ketika fakta ini disampaikan kepada Ustadz Luqman dalam rangka meminta bimbingan, justru yang muncul adalah kemarahan dan tuduhan bahwa hal tersebut adalah penyebaran aib.

Padahal ini bukan penyebaran aib.
Ini adalah penyampaian fakta untuk menjaga manhaj.

Maka dalam perkara ini, tidak ada lagi ruang untuk berputar.

Fakta sudah jelas.
Kontradiksi sudah nyata.
Dan pola sikap sudah tampak.

Jika dikaitkan dengan tuduhan berat sebelumnya yang hingga kini tidak ditarik, maka semakin terang bahwa ini bukan kejadian terpisah.
Ini adalah pola yang sama:

▪️ menuduh tanpa penyelesaian
▪️ berbicara tanpa kejelasan
▪️ dan ketika dihadapkan dengan fakta, tidak kembali tetapi justru mengalihkan

Karena itu, dalam kondisi seperti ini, tidak ada lagi ruang untuk sikap abu-abu.

Dan jika hal ini terus dibiarkan, maka ini bukan sekedar kesalahan pribadi, tetapi kerusakan dalam cara bermuamalah dan bermanhaj.

Maka kami tegaskan:

Tidak akan diterima lagi narasi yang berubah-ubah.
Tidak akan dilayani lagi pengalihan dari inti.
Dan tidak akan dihentikan penjelasan ini sampai perkara ini kembali kepada kejelasan.

Karena menjaga manhaj tidak bisa dibangun di atas kontradiksi.
Dan kebenaran tidak akan tegak di atas ucapan yang berubah-ubah.

هَدَانَا اللَّهُ وَإِيَّاكُمْ لِلْحَقِّ وَثَبَّتَنَا عَلَيْهِ وَجَنَّبَنَا وَإِيَّاكُمُ الْبَاطِلَ

✍️ Abu Fuad Saiful
Makassar, 5 Dzulqa'dah 1447 H/23 April 2026 M
__
📲📡 Join • Save • Share ll
🔰 https://t.me/Salafy_Sulawesi

▪️▪️▪️▪️▪️▪️▪️▪️▪️
Пост от 23.04.2026 07:25
6
0
0
بسم اللّه الرّحمن الرّحيم

Dengan mengharap ridha Allah Subhanahu wa ta'ala

📢 Simak dan Hadirilah Kajian Islam Ilmiah Ahlusunnah Kota Batu

Insya Allah

📘 Tema:
SAAT KRITIKAN PENUNTUT ILMU BERTABRAKAN DENGAN REKOMENDASI ULAMA

🎙️ Pemateri:
Al Ustadz Abu Utsman Kharisman حفظه الله
(Pengasuh Ma'had Al-Itishom Probolinggo, Jawa Timur)

🗓 Hari: Sabtu,
07 Zulkaidah 1447 H
25 April 2026 M

⏰ Waktu:
Ba'da Ashar - Selesai

🏡 Tempat:
Ma'had Minhajus Shalihin,
Jl. Aji Mustofa IV No.63,
Dsn. Klerek, Kel. Torongrejo, Kec. Junrejo, Kota Batu, Jawa Timur

🛜 Live streaming:

1. Radio Manhajul Anbiya
https://manhajulanbiya.com/
download disini
https://play.google.com/store/apps/details?id=com.manhajul.anbiya
2. LIVE Telegram :
https://t.me/mahadminhajusshalihin?livestream=0ce4f78b32ad4428ba

🌺 Semoga bermanfaat. Aamiin.

Baarakallahufiikum
Изображение
Пост от 21.04.2026 15:53
21
0
0
Adapun menjadikan "kerasukan jin" sebagai tameng untuk menghindari tanggung jawab, maka ini bukan penyelesaian.
Ia tidak menghentikan fitnah,
tidak membersihkan nama yang dituduh,
dan tidak menutup pintu kerusakan yang telah terbuka.

Jika perkara ini dibiarkan, maka akan lahir kerusakan yang lebih besar, setiap orang bisa menuduh sesuka hati, lalu cukup berlindung di balik alasan yang tidak jelas ketika diminta pertanggungjawaban.
Akhirnya, kehormatan Ahlus Sunnah menjadi murah, dan tuduhan terhadap manhaj kehilangan batas.

Ini bukan sekadar kesalahan individu, tetapi penyimpangan dalam menyikapi kehormatan kaum muslimin.

Maka cara yang benar dalam perkara ini adalah:

▪️menarik tuduhan dan vonis tersebut secara terbuka
▪️membersihkan nama baik yang telah dituduh secara jelas dan lugas bahwa tuduhan tersebut adalah batil dan dusta dan bahwa yang bersangkutan adalah seorang da'i salafi
▪️dan bertaubat dengan taubat yang nyata tanpa berkelit

Ketahuilah, kehormatan seorang muslim bukan perkara remeh di sisi Allah.
Tuduhan yang dilempar tanpa hak akan menjadi beban yang berat di akhirat.
Dan setiap orang akan berdiri di hadapan Allah mempertanggungjawabkan apa yang ia ucapkan dan apa yang ia biarkan.

Maka selama tuduhan itu belum ditarik, selama nama itu belum dibersihkan, dan selama klarifikasi belum dilakukan secara terang, maka fitnah itu akan tetap berkobar dan tanggung jawab itu belumlah gugur.

اللَّهُمَّ أَرِنَا الْحَقَّ حَقًّا وَارْزُقْنَا اتِّبَاعَهُ، وَأَرِنَا الْبَاطِلَ بَاطِلًا وَارْزُقْنَا اجْتِنَابَهُ

✍️ Abu Fuad Saiful
Makassar, 2 Dzulqa'dah 1447 H/20 April 2026 M
__
📲📡 Join • Save • Share ll
🔰 https://t.me/Salafy_Sulawesi

▪️▪️▪️▪️▪️▪️▪️▪️▪️
Пост от 21.04.2026 15:53
17
0
0
🫵📵 Menyingkap Syubhat "Kerasukan Jin" di Balik Vonis Berat terhadap Ustadz Luqman

(Serial: Menyingkap Syubhat dan Meluruskan Manhaj – 1)

Bismillah

Walaa haulaa walaa quwwata illa billah

Telah tersebar vonis keji dari istri Ustadz Abul Harits terhadap Ustadz Luqman hafizhahullah dengan lafazh yang sangat berat:

▪️"komandan hizbi",
▪️"duta fitnah",
▪️"hizbiy berbaju salafy".

Ini bukan tuduhan biasa, tetapi vonis terhadap aqidah dan manhaj yang memiliki konsekuensi besar dalam dakwah dan penilaian terhadap seseorang di tengah Ahlus Sunnah.

Ayyuhal ikhwah, ketika ustadz Luqman divonis sebagai “komandan hizbiy” dan ”hizbiy berbaju salafy”,... maka konsekwensinya sangat jelas.
Pihak-pihak yang bersama beliau pun secara tidak langsung akan terseret dalam vonis tersebut.

Ini bukan perkara ringan yang bisa didiamkan atau dianggap selesai tanpa kejelasan.

Dan hingga disusunnya tulisan ini, tuduhan tersebut belum ditarik secara terbuka, tidak dibersihkan secara jelas, dan tidak diluruskan sebagaimana ia tersebar. Yang justru dimunculkan adalah dalih "kerasukan jin", seakan-akan alasan ini cukup untuk menutup perkara dan menghapus dampak yang telah terjadi.

Ini adalah kesalahan yang sangat fatal.

Sebagaimana dimaklumi, ucapan yang telah tersebar tidak gugur dengan alasan yang tidak jelas, tetapi dengan penarikan dan klarifikasi. Selama tuduhan itu tidak ditarik secara terang-terangan, maka ia tetap memberi dampak buruk dan berpotensi dianggap sebagai kebenaran oleh sebagian orang.

Lebih dari itu, sikap Ustadz Abul Harits dalam perkara ini tidak menunjukkan tanggung jawab ilmiah yang semestinya baik posisinya sebagai da'i maupun sebagai seorang suami.

Sebagai pihak yang paling dekat dan mengetahui, seharusnya ia menjadi orang pertama yang menutup pintu fitnah ini dengan tegas, bukan justru membiarkannya menggantung tanpa penyelesaian yang jelas.

Alasan-alasan yang dikemukakan pun semakin menunjukkan lemahnya rasa tanggung jawab tersebut.

Disebutkan bahwa nomor beliau diblokir oleh istrinya sehingga tidak mengetahui adanya status tersebut,
dan bahwa yang salah adalah orang-orang yang menyebarkan screenshot itu. Sungguh jawaban dan sikap seperti ini sangat menunjukkan jauhnya dari rasa tanggung jawab.
Alasan semacam ini tidak menyentuh pokok masalah.

Yang menjadi inti persoalan adalah tuduhan telah keluar dan tersebar luas. Maka yang dituntut adalah penarikan tuduhan dan pembersihan nama, bukan malah mengalihkan atau melemparkan kesalahan kepada pihak lain.

Perbuatan semacam ini sangat dikhawatirkan masuk dalam katagori firman Allah:

{ وَمَن یَكۡسِبۡ خَطِیۤـَٔةً أَوۡ إِثۡمࣰا ثُمَّ یَرۡمِ بِهِۦ بَرِیۤـࣰٔا فَقَدِ ٱحۡتَمَلَ بُهۡتَـٰنࣰا وَإِثۡمࣰا مُّبِینࣰا

"Dan barang siapa berbuat kesalahan atau dosa, kemudian dia tuduhkan kepada orang yang tidak bersalah, maka sungguh, dia telah memikul suatu kebohongan dan dosa yang nyata."
[QS An-Nisa': 112]

Maka diam dalam kondisi seperti ini bukan sikap yang benar.
Diam adalah bentuk pembiaran.
Dan pembiaran terhadap tuduhan atas aqidah dan manhaj seorang muslim adalah bentuk pembiaran yang tidak bisa dibenarkan, dan sebagai bentuk ta'awun di atas dosa dan permusuhan.

Perlu ditegaskan bahwa tuduhan "hizbiy" bukan perkara ringan yang bisa dihilangkan dengan alasan yang tidak jelas.
Ini adalah jarh terhadap manhaj, dan setiap jarh harus dipertanggungjawabkan.
Jika tidak benar, wajib ditarik.
Jika salah, wajib diralat.
Jika keliru, wajib diakui secara terbuka.

Syaikh Muhammad bin Shaleh Al Utsaimin menjelaskan:

"ولكن غير المكلف كالصبي والمجنون يمكن تضمينهما، لأن عمدهما خطأ"

"Orang yang tidak terbebani (taklif) seperti anak kecil dan orang gila tetap dapat dibebani pertanggung-jawaban, karena perbuatan sengaja mereka dihukumi sebagai kesalahan."
(Asy Syarhul Mumti', jilid 14, hal. 93)

Ini menunjukkan bahwa gugurnya taklif tidak berarti gugurnya seluruh konsekuensi, khususnya yang berkaitan dengan hak orang lain. Maka dalam perkara tuduhan yang telah tersebar, kewajiban untuk memperbaiki dan menghilangkan dampaknya tetap berlaku.
Пост от 21.04.2026 15:53
14
0
0
📚 PERTIMBANGKAN SEGALA UCAPAN

✍🏻 Al-Imam Robi Bin Hadi Al Madkhali Hafizahullah,

📋 #poster_salafy_sulawesi

📲 Join • Save • Share ll
https://t.me/Salafy_Sulawesi

🔹🔹🔹🔹🔹🔹🔹🔹🔹

✂️⛔️
Пост от 21.04.2026 05:12
15
0
0
🔠🔠🔠🔠🔠🔠 Majalah Mufidah edisi 2 vol. 2

Pernah merasa dunia berputar terlalu cepat di balik layar ponselmu? Terkadang kita butuh berhenti sejenak, bukan untuk tertinggal, tapi untuk sekadar menarik napas dan kembali fokus. 🌿

Setelah melalui proses kurasi dan diskusi yang cukup panjang, Majalah Mufidah Edisi ke-2 akhirnya rilis. Di edisi kali ini, kami mengajakmu menyelami realita di balik perangkat digital yang kita genggam setiap hari. Tentang bagaimana hakikat dan fakta dari android ini hingga cara agar kita tetap insan beriman di tengah derasnya arus informasi.

Bukan sekadar bacaan, kami harap edisi ini bisa jadi teman duduk yang tenang di sore harimu. ☕️

🔵 Akses majalahnya melalui link berikut: https://lynk.id/majalahmufidah *

📄Preview isi majalah: https://heyzine.com/flip-book/previewmajalahmufidah2

🎁 Jangan lupa bagikan ke teman-teman antum, semoga bisa bermanfaat dan menginspirasi!

*ada harga promo di lima hari pertama


Majalah Mufidah
Ruang Inspirasi Islami & Berbagi Faedah
Изображение
Пост от 20.04.2026 02:37
17
0
0
⛔‼️ Membongkar Syubhat "Ambil yang Baik, Buang yang Buruk" dalam Mengambil Ilmu

Bismillah

Di antara syubhat yang dimunculkan oleh Arifin Kendari adalah ucapannya yang membolehkan mengambil ilmu dari Rahmat Parenrengi dengan alasan, "kalau yang disampaikan Sunnah kita ambil, kalau bid’ah kita tolak."

Sekilas kalimat ini terdengar benar. Namun dalam penerapannya, ini adalah syubhat lama yang sangat berbahaya, karena membuka pintu lebar bagi masuknya penyimpangan ke tengah umat.

Masalahnya bukan sekadar pada materi kajiannya yang disampaikan, tetapi pada manhaj dan arah dakwah pematerinya. Orang yang memiliki penyimpangan tidak datang dengan kesalahan yang terang benderang saja, tetapi mencampurkan antara kebenaran dan kebatilan. Di sinilah letak bahayanya. Karena kebanyakan manusia tidak mampu memilah secara tepat, bahkan seringkali yang batil masuk tanpa disadari.

Para ulama salaf telah memperingatkan hal ini sejak dahulu.

Imam Mufadhdhal bin Muhalhil As-Sa’di rahimahullah berkata:

"Seandainya pelaku bid’ah itu ketika engkau duduk bersamanya langsung menyampaikan bid’ahnya, tentu engkau akan waspada dan lari darinya. Akan tetapi ia memulai majelisnya dengan menyampaikan hadits-hadits Sunnah, kemudian setelah itu ia memasukkan bid’ahnya kepadamu. Bisa jadi bid’ah itu menetap di hatimu, lalu kapan ia akan keluar dari hatimu?"
(Al-Ibanah karya Imam Ibnu Baththah: halaman 394)

Ini menunjukkan bahwa bahaya bukan hanya pada kebatilan yang terang, tetapi juga pada kebatilan yang disusupkan di tengah kebenaran.

Bahkan Imam Ahmad rahimahullah menegaskan:

"Hati-hatilah kalian dari menulis (mengambil ilmu) dari seorang pun dari kalangan ahlul ahwa, sedikit maupun banyak."
(Siyar A'lam An-Nubala’ karya Imam Adz-Dzahabi: jilid 11, halaman 231)

Ini adalah sikap tegas para ulama salaf dalam menutup pintu syubhat sejak awal, bukan malah membuka pintu dengan alasan "ambil yang baik".

Ucapan "ambil yang baik dan tinggalkan yang buruk" dalam konteks ini bukanlah sikap ilmiah, tetapi sikap tamyi' (lembek) terhadap penyimpangan. Ini bukan menjaga agama, tetapi justru membuka celah agar kesalahan ikut tersebar bersama kebenaran yang dibungkus rapi.

Lebih jauh lagi, ketika ditanya tentang kebolehan mengambil ilmu, Arifin Kendari justru membalik pertanyaan dengan menuntut bukti adanya bid’ah, syirik, atau penyimpangan. Ini cara berpikir yang keliru dan terbalik. Seakan-akan asalnya boleh mengambil ilmu dari siapa saja, lalu yang mengingkari harus membuktikan. Padahal yang benar adalah berhati-hati sejak awal, bukan malah membuka pintu lalu mencari pembenaran.

Dalam menjaga agama, para ulama menekankan pentingnya melihat pemateri ilmu, bukan hanya isi materi ilmunya. Karena pemateri yang bermasalah akan membawa dampak jangka panjang yang tidak bisa dianggap ringan.

Jika seseorang telah dikenal memiliki arah dakwah yang bermasalah, maka sikap yang selamat adalah tidak menjadikannya sebagai rujukan dalam mengambil ilmu, meskipun pada sebagian ucapannya terdapat kebenaran.

Membuka pintu dengan alasan "masih ada Sunnahnya" adalah manhaj yang berbahaya. Dari sinilah banyak penyimpangan masuk secara perlahan, hingga akhirnya batas antara kebenaran dan kebatilan menjadi kabur.

Karena itu, syubhat yang disampaikan oleh Arifin Kendari ini harus dijelaskan dan ditolak. Ia bukan bentuk keluasan ilmu, tetapi sikap tamyi' yang akan berujung pada rusaknya penjagaan terhadap agama.

Sikap yang benar adalah mengambil ilmu dari orang yang jelas istiqamah di atas manhaj yang lurus, serta menjauh dari sumber yang membawa syubhat, demi menjaga diri dan umat dari penyimpangan.

Wallahu a’lam bish shawab.

✍️ Abu Fuad Saiful
Makassar, 2 Dzulqa'dah 1447 H/20 April 2026 M
__
📲📡 Join • Save • Share ll
🔰 https://t.me/Salafy_Sulawesi

▪️▪️▪️▪️▪️▪️▪️▪️▪️
Смотреть все посты