🫵📵 Masalah Ini Belum Selesai: Antara Tuduhan yang Tidak Ditarik dan Kontradiksi yang Tidak Dijelaskan
(Serial: Menyingkap Syubhat dan Meluruskan Manhaj – 3)
Bismillah
Walaa haulaa walaa quwwata illa billah
Ayyuhal ikhwah,
Setelah disampaikan dua penjelasan sebelumnya: tentang tuduhan berat yang tidak ditarik, dan kontradiksi yang tidak dijelaskan, maka pada kesempatan ini perlu ditegaskan satu kesimpulan yang tidak bisa lagi dihindari:
Perkara ini belum selesai.
Bukan karena kurangnya penjelasan,
bukan karena tidak adanya kesempatan untuk meluruskan,
tetapi karena hingga saat ini:
▪️ tuduhan terhadap manhaj dan aqidah belum ditarik secara terbuka
▪️ penjelasan dalam peristiwa yang telah dipaparkan masih berubah-ubah
▪️ dan belum tampak adanya sikap rujuk yang jelas yang menutup seluruh rangkaian ini
Ayyuhal ikhwah,
Di tengah kondisi seperti ini, mulai dimunculkan narasi:
"Ini tidak perlu dibesar-besarkan"
"Ini hanyalah perkara ringan"
"Atau sudah ada tanggapan dari sebagian masyaikh"
Maka kami tegaskan:
Perkara yang menyentuh manhaj dan aqidah tidak bisa dianggap ringan.
Tuduhan yang telah tersebar tidak gugur hanya dengan didiamkan.
Dan penjelasan yang belum konsisten tidak bisa dianggap selesai.
Adapun berbagai tanggapan yang dinisbatkan kepada para masyaikh, maka kami memahaminya sebagai penilaian berdasarkan informasi yang sampai kepada mereka.
Dan kami tetap menghormati mereka, menjaga adab terhadap mereka
Namun di saat yang sama, kami juga memiliki fakta yang kami ketahui secara langsung.
Karena itu, tidak tepat jika hal tersebut dijadikan alasan untuk menghentikan penjelasan, sementara inti permasalahan belum terselesaikan.
Ayyuhal ikhwah,
Yang sedang dituntut dalam perkara ini sangat jelas:
▪️ penarikan tuduhan secara terbuka
▪️ pembersihan nama yang telah dituduh
▪️ dan penjelasan yang jujur serta konsisten terhadap fakta
Dan ini bukan tuntutan yang berlebihan, tetapi tuntutan yang seharusnya
Selama itu belum terjadi, maka tidak bisa dikatakan bahwa perkara ini telah selesai.
Dan selama itu pula, penjelasan akan tetap berjalan sesuai kadar kebutuhan, demi menutup pintu fitnah dan menjaga kejelasan manhaj.
Maka tidak ada lagi ruang untuk sikap menggantung.
Bukan antara membesar-besarkan atau mengecilkan,
tetapi antara menyelesaikan atau membiarkan.
Dan dalam perkara seperti ini, membiarkan bukanlah pilihan.
هدانا اللَّه وَإِياكم للحق وَثبتنا عليه وَجنبنا وَإِياكم الباطل
✍️ Abu Fuad Saiful
Makassar, 8 Dzulqa'dah 1447 H/26 April 2026 M
__
📲📡 Join • Save • Share ll
🔰 https://t.me/Salafy_Sulawesi
ADMIN CHANEL TELEGRAM SALAFI SEJATI YANG DULU MENTAHDZIR KHALID BASALAMAH KINI SATU RUH DENGAN PEMBIMBINGNYA YANG TIDAK MAU MEMVONIS KHALID BASALAMAH SEBAGAI HIZBI
Baik pembimbing chanel telegram Salafi Sejati (Abu Yazid Arifin Kendari) maupun admin chanel telegram Salafi Sejati (Abu Faiz Al Farizi) sama-sama harus menerima kenyataan pahit, pasalnya keduanya mempunyai sikap yang kontradiktif atau bertolak belakang
Abu Yazid Arifin Kendari sebagai pembimbing chanel telegram Salafi Sejati mempunyai keyakinan kalau Khalid Basalamah bukan hizbi dan masih mendakwahkan manhaj salaf
https://t.me/sunnysalafy/8522
Namun disisi lain (walaupun sekarang satu barisan dengan Arifin Kendari) ternyata Abu Faiz Al Farizi sebagai admin chanel telegram Salafi Sejati justru sudah sejak lama memvonis Khalid Basalamah sebagai hizbi ikhwani, hal ini bisa dilihat dari postingan video dalam chanel telegram Group Dakwah Salafiyyah (GDS)
https://t.me/sunnysalafy/8562
Apa kaitannya Abu Faiz Al Farizi dengan chanel telegram Group Dakwah Salafiyyah?
Selain jadi admin chanel telegram Mengenal Manhaj Salaf dan chanel telegram Salafi Sejati, Abu Faiz Al Farizi ini ternyata pernah menjadi admin chanel telegram Group Dakwah Salafiyyah
https://t.me/sunnysalafy/8563
Sungguh luar biasa dan sangat mengherankan, bisa-bisanya dua orang yang mempunyai sikap bertolak belakang, namun sekarang ini justru bersatu padu kerjasama dalam sebuah chanel telegram Salafi Sejati, yang satu Abu Yazid Arifin Kendari sebagai pembimbingnya tidak mau memvonis Khalid Basalamah sebagai hizbi, namun sebaliknya Abu Faiz Al Farizi sebagai admin chanel telegram Salafi Sejatinya sudah sejak lama memvonis Khalid Basalamah sebagai hizbi ikhwani
https://t.me/sunnysalafy/8564
Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda,
الأرواحُ جنودٌ مجنَّدةٌ
"Ruh-ruh itu bagaikan pasukan yang terhimpun dalam satu kesatuan."
(HR. Al Bukhari dan Muslim dari shahabat Abu Hurairah radhiallahu anhu)
Asy Syaikh Fauzan hafizhahullah berkata,
معناها أن كل روح تطمئن
إلى نظيرتها الطيبة مع روح الطيبة و الخبيثة مع الخبيثة و السيئة مع السيئة فكل روح تميل إلى جنسها هذا معناها والله أعلم.
"Maknanya bahwa setiap ruh/jiwa akan merasa tenang dan nyaman jika bersama dengan jiwa lain yang semisal dengannya.
Jiwa yang baik akan bersama jiwa yang baik. Jiwa yang kotor akan bersama jiwa yang kotor. Jiwa yang jelek akan bersama jiwa yang jelek
Setiap jiwa akan condong kepada jiwa lain yang sejenis dengannya.
Ini adalah makna hadits tersebut. Wallahu a'lam."
(Fatawa 'alal Hawa')
Sehebat apapun Abu Yazid Arifin Kendari dan Abu Faiz Al Farizi saling menyembunyikan manhaj mereka masing-masing, namun sekarang ruh-ruh mereka sudah bersatu
Admin chanel telegram Salafi Sejati (Abu Faiz Al Farizi) sudah sejak lama memvonis Khalid Basalamah sebagai hizbi sururi ikhwani, tapi Pembimbing chanel telegram Salafi Sejatinya (Abu Yazid Arifin Kendari) ternyata tidak mau memvonis Khalid Basalamah sebagai hizbi bahkan masih dikatakan mendakwahkan manhaj salaf