Каталог каналов Каналы в закладках Новинка Мои каналы Поиск постов Рекламные посты
Инструменты
Каталог TGAds Мониторинг Детальная статистика Анализ аудитории Бот аналитики
Полезная информация
Инструкция Telemetr Документация к API Чат Telemetr
Полезные сервисы

Не попадитесь на накрученные каналы! Узнайте, не накручивает ли канал просмотры или подписчиков Проверить канал на накрутку
Прикрепить Телеграм-аккаунт Прикрепить Телеграм-аккаунт

Телеграм канал «Belajar Tauhid»

Belajar Tauhid
1.0K
0
32
16
1.1K
Terima kasih telah bergabung dengan Chanel Belajar Tauhid dan semoga materi yang ada bermanfaat bagi kita semua.
.
Link e-Book & e-Paper Belajar Tauhid: http://bit.ly/ebook-gratis-belajartauhid
.
Salam 'alaikum
Подписчики
Всего
3 032
Сегодня
0
Просмотров на пост
Всего
228
ER
Общий
4.97%
Суточный
3.3%
Динамика публикаций
Telemetr - сервис глубокой аналитики
телеграм-каналов
Получите подробную информацию о каждом канале
Отберите самые эффективные каналы для
рекламных размещений, по приросту подписчиков,
ER, количеству просмотров на пост и другим метрикам
Анализируйте рекламные посты
и креативы
Узнайте какие посты лучше сработали,
а какие хуже, даже если их давно удалили
Оценивайте эффективность тематики и контента
Узнайте, какую тематику лучше не рекламировать
на канале, а какая зайдет на ура
Попробовать бесплатно
Показано 7 из 1 006 постов
Смотреть все посты
Пост от 11.04.2026 17:50
30
0
0
Temans, kebersihan hati bukan sekadar perasaan, bukan pula penilaian manusia. Ia adalah konsep dalam agama, yang ukurannya jelas: keimanan.

Hati yang paling bersih adalah hati yang paling tinggi imannya. Dan iman dalam ajaran Ahlu as-Sunnah bukan hanya ucapan, tapi juga amal, amal hati, lisan, dan perbuatan.

Shalat, puasa, berbakti kepada orang tua, dan seluruh amal kebaikan, semuanya berawal dari hati, yaitu hati yang membenarkan, mencintai, lalu menggerakkan tubuh untuk melaksanakannya.

Maka jangan salah paham…orang yang tidak shalat, meskipun terlihat lembut, baik, dan tidak iri, bukan berarti hatinya bersih.

Sebab, ukuran kebersihan hati bukan sekadar akhlak lahiriah, tapi ketaatan kepada Allah.

Semakin kuat seseorang menjalankan rukun Islam dan iman, menjauhi dosa besar dan kecil, maka semakin bersih, terang, dan baik hatinya, dan semakin dekat ia kepada kebahagiaan surga.

Sebaliknya, setiap dosa akan mengotori hati. Semakin besar dosanya, semakin gelap hatinya.

Dan yang paling menghitamkan hati adalah syirik, kekufuran, serta meninggalkan kewajiban-kewajiban besar seperti shalat, zakat, puasa, dan haji, disusul dosa-dosa besar lainnya.

Pada akhirnya, yang selamat adalah mereka yang kebaikannya lebih berat daripada dosanya, yang cahaya hatinya mengalahkan kegelapannya.

Temans, maka jangan tertipu oleh standar manusia…karena ukuran kebersihan hati bukan menurut perasaan, tapi menurut keimanan dan ketaatan.

Wallahu a'lam.

#nasihat
#tauhid
Пост от 11.04.2026 17:32
38
0
1
Temans, terkadang kita melihat seseorang diuji dalam keluarganya, lalu buru-buru menyebutnya lemah. Padahal, bisa jadi di hadapan Allah ia sedang berdiri teguh dan bersabar seperti Nabi Nuh alaihi as-salam, tetap berlayar dalam ketaatan meski rumahnya diterpa badai penolakan.

Kadang pula, ketika seseorang dijauhi orang lain, kita mudah menilainya sebagai orang yang tersisih. Padahal, mungkin justru dialah yang melihat kebenaran, seperti Nabi Ibrahim 'alaihi as-salam yang tetap teguh seorang diri di tengah kaumnya.

Jangan tertipu oleh apa yang tampak di permukaan!

Nabi Yusuf 'alaihi as-salam pernah mendekam di penjara karena kezaliman manusia, namun Allah mengangkatnya dengan kemuliaan. Ia sudah mulia sejak dalam sempitnya penjara, sebelum duduk di singgasana.

Ingatlah…ucapan manusia bukanlah wahyu, dan penilaian mereka bukanlah takdir. Bahkan Nabi Muhammad ﷺ, manusia paling suci, tetap menjadi sasaran celaan.

Maka temans jagalah dan tahanlah diri kita…

Jangan biarkan mata kita merendahkan orang lain,

Jangan biarkan lisan kita sibuk mengunyah kesalahan mereka,

Jangan biarkan jari kita sibuk menyerang mereka...

Tutuplah pintu ejekan dan bukalah jendela kasih sayang.

Sebab suatu hari nanti, semua akan dibalik dan yang tersisa hanyalah mereka yang datang kepada Allah dengan hati yang bersih.

Ingatlah hari ketika segala yang tersembunyi akan tersingkap!

Allah ta'ala berfirman,

يَوْمَ تُبْلَى ٱلسَّرَآئِرُ

"Pada hari itu dinampakkan segala rahasia..." [QS. Ath-Thariq: 9]

#nasihat
#tadabbur
Пост от 09.04.2026 12:00
158
0
3
E-Book Gratis dari Belajar Tauhid:
https://bit.ly/Fikih_Usia_Senja
Изображение
Пост от 06.04.2026 11:53
263
0
2
Temans, syirik tidak hanya berbentuk meyakini adanya pencipta selain Allah. Kaum musyrik dahulu pun mengakui Allah sebagai Pencipta dan Pengatur, tetapi mereka tetap disebut musyrik karena memalingkan doa, nazar, sembelihan, dan bentuk ibadah lainnya kepada selain-Nya. Karena itu, tauhid yang benar bukan hanya mengesakan Allah dalam rububiyah, tetapi juga memurnikan seluruh ibadah hanya untuk Allah semata.

Temans, menjadikan orang mati, wali, kubur, pohon, atau benda tertentu sebagai perantara untuk mencari berkah, pertolongan, atau kedekatan kepada Allah juga merupakan jalan yang sangat mirip dengan praktik jahiliah. Nabi ﷺ bahkan telah memperingatkan umatnya agar tidak meniru sarana-sarana yang dapat menyeret kepada syirik, meskipun pada awalnya hanya tampak sebagai bentuk penghormatan atau tabarruk.

Temans, bahaya terbesar terletak pada berpalingnya hati dari Allah kepada makhluk, lalu membenarkannya dengan alasan “sekadar wasilah”. Padahal ajaran para rasul seluruhnya dibangun di atas satu dasar: mengesakan Allah dalam ibadah dan menolak segala bentuk penghambaan kepada selain-Nya.

Semoga Allah menjaga kita di atas tauhid yang murni dan menjauhkan kita dari segala jalan yang mengantarkan kepada syirik.

#tauhid
#nasihat
Пост от 04.04.2026 09:08
264
0
2
Di antara adab indah dalam berdebat, terutama ketika lawan bicara telah jatuh pada sikap keras kepala dan kesombongan, adalah apa yang disampaikan oleh Ibnu al-Qayyim,

وقد تكون الحجة بمعنى المخاصمة، ومنه قوله تعالى: {..لا حجة بيننا وبينكم} أي: قد وضح الحق واستبان وظهر، فلا خصومة بيننا بعد ظهوره ولا مجادلة؛ فإن الجدال شريعة موضوعة للتعاون على إظهار الحق، فإذا ظهر الحق ولم يبق به خفاء فلا فائدة في الخصومة والجدال على بصيرة، فإن مخاصمة المتكبر ومجادلته عناء لا غناء فيه

“Kadang ‘hujjah’ (argumen) juga bermakna perdebatan dan perselisihan. Makna ini ditunjukkan di antaranya dalam firman Allah Ta‘ala:

لَا حُجَّةَ بَيْنَنَا وَبَيْنَكُمُ

"…tidak ada lagi hujjah (perdebatan) antara kami dan kalian..."

Artinya adalah kebenaran telah jelas, telah nyata, dan telah tampak. Maka tidak ada lagi perselisihan dan tidak ada lagi perdebatan setelah kebenaran itu tersingkap.

Sesungguhnya perdebatan itu disyari'atkan sebagai sarana untuk saling bekerja sama dalam menampakkan kebenaran.

Maka apabila kebenaran telah nyata dan tidak tersisa lagi keraguan padanya, tidak ada lagi faedah dalam pertengkaran dan perdebatan, meski dengan dalil yang jelas. Sebab mendebat dan membantah orang yang sombong hanyalah keletihan yang tidak membuahkan hasil.”

#tadabbur
#tafsir
Пост от 31.03.2026 09:03
279
0
3
Musibah itu ada dua macam. Dan pada masing-masing musibah iti, terdapat ujian tersendiri tentang bagaimana manusia bersabar menghadapinya.

Adapun yang pertama ialah musibah yang datang lalu berlalu, terputus dalam satu kejadian. Seperti kematian orang tercinta, hilangnya anggota tubuh, atau lenyapnya harta.

Ujian kesabaran dalam musibah jenis ini sesungguhnya terletak pada saat hentakan pertama. Maka siapa yang diberi taufik untuk bersabar sejak detik awal ia mengetahui datangnya musibah, sungguh ia telah menunaikan kewajiban dan lulus dari ujian itu.

Tidak tersisa baginya kecuali mengelola kenangan, serta menahan bisikan-bisikan keluh kesah yang tak pernah lelah ditiupkan oleh setan.

Adapun yang kedua ialah musibah yang awalnya telah menimpa, namun akhirnya belum juga tiba. Dan inilah jenis musibah yang paling banyak menimpa manusia, baik pada diri mereka sendiri maupun orang-orang yang mereka cintai. Di antaranya adalah sakit yang berkepanjangan, kezaliman, penjara, dan kesempitan hidup.

Ujian pada jenis ini jauh lebih berat dan lebih sukar. Sebab kita diuji untuk bersabar di awalnya, lalu diperintahkan untuk terus-menerus menjaga kesabaran itu.

Kemudian datanglah ujian yang lebih besar lagi yaitu kita terus berharap akan datangnya pertolongan dari Allah. Maka di sinilah penderitaan paling berat muncul dari dalam musibah itu sendiri, ketika pertolongan itu tertunda, atau ketika segala sebab duniawi yang mengantarkan kepadanya terasa terputus, hingga kita dan musibah itu seakan menetap dalam keyakinan bahwa tak akan ada jalan keluar.

Waktu pun berlalu panjang. Bahkan terkadang termasuk dalam takdir Allah, yang telah Dia tetapkan dan putuskan, bahwa cobaan itu tetap menyertaimu, tanpa kelegaan di dunia.

Di titik inilah letak ujian keimanan, dan di sinilah derajat para wali Allah yang shalih diuji.

Betapa sering kita melihat orang-orang biasa lagi sederhana, yang tak terkenal mampu melampaui ujian ini, sementara sebagian yang dahulu kita sangka sebagai ahli ibadah dan agama justru tergelincir.

Jika kita merenung panjang dan menghayati tentang apa yang dapat menolong manusia melewati ujian yang agung ini. Maka bisa kita dapati, setelah pertolongan, kekuatan, dan karunia Allah kepada siapa yang Dia kehendaki dari hamba-hamba-Nya, bahwa semuanya kembali kepada satu pintu yaitu: memandang dunia ini dengan pandangan yang benar; bahwa ia, bersama segala luka dan deritanya, adalah fana dan akan terputus; dan bahwa satu celupan saja di dalam surga kelak, akan melupakan seluruh kepedihan yang pernah dirasakan.

Kesadaran dan keyakinan itulah yang semoga akan membantu dan menghibur segala penderitaan dan kesulitan yang kita hadapi di dunia ini.

Jangan lupa untuk berdo'a kepada rekan² dan saudara² kita yang tengah mengalami kesulitan hidup, menderita penyakit di sela² dan momen² peribadatan yang kita lakukan. Do'a sesama saudara beriman tanpa sepengetahuan mereka termasuk do'a yang mudah diijabah.

Semoga bermanfaat.

#nasihat
5
Пост от 30.03.2026 16:52
235
0
3
Dalam Al-Qur'an, kisah Nabi Yusuf disebut sebagai Ahsan al-Qashash, kisah terbaik.

Bukan sekadar karena dramanya yang menyentuh, tapi karena di dalamnya tersembunyi presisi ilmu yang jauh melampaui zamannya.

Allah berfirman dalam Surah Yusuf ayat 47,

فَمَا حَصَدْتُّمْ فَذَرُوْهُ فِيْ سُنْۢبُلِهٖٓ اِلَّا قَلِيْلًا مِّمَّا تَأْكُلُوْنَ

_"...maka apa yang kamu panen hendaklah kamu biarkan di tangkainya, kecuali sedikit untuk kamu makan.”_ [QS. Yusuf: 47]

Instruksi ini singkat, tapi dampaknya luar biasa.

Tiga kata kunci: “biarkan di tangkainya!”

Bayangkan! Hari ini saja, beras yang kita simpan 6 bulan sering sudah diserang kutu. Tapi dalam kisah ini, stok pangan disiapkan untuk 7 tahun masa subur + 7 tahun paceklik; dan tetap bertahan!

Ternyata, apa yang diperintahkan Nabi Yusuf bukanlaj sekadar strategi, tapi juga prinsip ilmiah.

Sekam (kulit/tangkai) bertindak sebagai pelindung alami dari serangga; menjaga kelembaban secara stabil, akan mencegah jamur; mengurangi oksidasi dan gesekan antar biji; dan memperpanjang umur simpan secara signifikan.

Penelitian modern baru mengonfirmasi hal ini jauh kemudian. Salah satu studi dalam bidang penyimpanan pangan menyebutkan:

_“Grain stored in intact husk or protective outer layers shows significantly improved resistance to insect infestation and moisture fluctuation compared to threshed grain.”_ [Food Storage and Stability Journal, 20th century studies on grain preservation]

Bahkan arkeologi memperkuatnya. Di Mesir kuno, ditemukan sistem penyimpanan berupa silo berbentuk silinder atau sarang lebah dengan karakteristik:

- Dinding tebal menjaga suhu tetap stabil

- Lantai ditinggikan untuk menghindari lembab tanah

- Ventilasi pasif menjaga udara tetap kering

Hasilnya? Lingkungan penyimpanan dengan kelembaban rendah dan minim serangga, ideal untuk penyimpanan jangka panjang.

Namun kehebatan kisah ini tidak berhenti di teknologi pangan.

Nabi Yusuf merancang sistem logistik nasional:

- Produksi masa subur dikumpulkan terpusat

- Distribusi dikontrol agar merata

- Tidak ada penimbunan liar

- Ketahanan pangan dijaga lintas wilayah

Saat krisis datang, Mesir bukan hanya bertahan, tetapi menjadi pusat bantuan bagi negeri lain.

Di satu kisah, terkumpul:

- Ilmu pangan

- Arsitektur penyimpanan

- Manajemen krisis

- Kebijakan ekonomi makro

Semua terjalin rapi dalam satu narasi.

Maka ketika Al-Qur’an menyebutnya sebagai Ahsan al-Qashash, itu bukan sekadar ungkapan puitis.

Ia adalah pengakuan atas sebuah sistem yang presisi, komprehensif, dan visioner, bahkan sebelum ilmu modern memahaminya.

#tadabbur
1
Смотреть все посты