Каталог каналов Каналы в закладках Мои каналы Поиск постов Рекламные посты
Инструменты
Каталог TGAds beta Мониторинг Детальная статистика Анализ аудитории Бот аналитики
Полезная информация
Инструкция Telemetr Документация к API Чат Telemetr
Полезные сервисы

Не попадитесь на накрученные каналы! Узнайте, не накручивает ли канал просмотры или подписчиков Проверить канал на накрутку
Прикрепить Телеграм-аккаунт Прикрепить Телеграм-аккаунт

Телеграм канал «Belajar Tauhid»

Belajar Tauhid
798
0
32
16
1.1K
Terima kasih telah bergabung dengan Chanel Belajar Tauhid dan semoga materi yang ada bermanfaat bagi kita semua.
.
Link e-Book & e-Paper Belajar Tauhid: http://bit.ly/ebook-gratis-belajartauhid
.
Salam 'alaikum
Подписчики
Всего
3 069
Сегодня
-6
Просмотров на пост
Всего
216
ER
Общий
4.98%
Суточный
2.9%
Динамика публикаций
Telemetr - сервис глубокой аналитики
телеграм-каналов
Получите подробную информацию о каждом канале
Отберите самые эффективные каналы для
рекламных размещений, по приросту подписчиков,
ER, количеству просмотров на пост и другим метрикам
Анализируйте рекламные посты
и креативы
Узнайте какие посты лучше сработали,
а какие хуже, даже если их давно удалили
Оценивайте эффективность тематики и контента
Узнайте, какую тематику лучше не рекламировать
на канале, а какая зайдет на ура
Попробовать бесплатно
Показано 7 из 798 постов
Смотреть все посты
Пост от 14.03.2026 11:08
57
0
2
Kita sering menyakiti orang yang kita cintai. Hal itu tampaknya merupakan salah satu kenyataan dalam sifat manusia yang sulit dihindari.

Berbagai bentuk kebodohan, kelalaian, dan salah menilai keadaan berkumpul seakan dalam satu pesta yang riuh, hingga membuat kita mengulang kesalahan yang sama.

Lalu kita meminta maaf kepada mereka, dan mereka memaafkan kita.

Namun keadaan ini tidak akan berlangsung selamanya. Akan tiba suatu saat ketika orang yang mencintai itu merasa cukup dengan luka yang ia terima, lalu ia memilih mencari keselamatan bagi dirinya, meskipun keselamatan itu harus dibayar dengan rasa sakit karena perpisahan.

#kejiwaan
#nasihat
Пост от 13.03.2026 17:47
115
0
3
Kita sering menuntut standar kesempurnaan yang paling tinggi dari orang-orang di sekitar: dari pasangan, anak, dan teman-teman. Padahal kita sendiri, dengan standar yang sama, juga tidak sedemikian sempurna.

Solusi bagi hal ini mungkin adalah mampu membedakan berbagai jenis kekurangan dan cacat, lalu menimbangnya dengan tabiat kita sendiri dan kemampuan kita untuk menoleransi sebagian kekurangan.

Juga perlu menimbang mana yang masih bisa diperbaiki dan mana yang hampir tidak mungkin diperbaiki, serta menimbang antara kebaikan seseorang dan keburukannya.

Jika ternyata kita memilih untuk tetap bersama (menjalin hubungan), maka jalinlah hubungan itu dengan kebaikan.

Belajarlah mengurangi celaan dan teguran, belajarlah berbelas kasih, memaafkan, mengampuni, dan bersikap lapang dengan tidak memperbesar kesalahan.

Karena siapa sebenarnya manusia yang sepenuhnya berakhlak sempurna?

Siapakah yang tidak pernah berbuat salah sama sekali dan hanya memiliki kebaikan saja?

Namun, jika suatu saat perpisahan memang tidak dapat dihindari, maka berpisahlah dengan cara yang baik, perpisahan yang indah tanpa menyakiti dan tanpa menyindir atau merendahkan.

Sampaikanlah keluhan dan jelaskan bahwa kita perlu mengurangi tingkat kedekatan hubungan itu.

Mungkin ia akan bersedih karena kita menegurnya, kita menjauh darinya dan meninggalkannya. Tetapi kesedihannya akan lebih besar jika kita menjadikan perpisahan itu penuh luka dan balas dendam.

Mungkin juga karena selama ini kita terlalu banyak diam dan menoleransi, ia mengira bahwa sikap menjauh itu tanpa alasan yang jelas. Namun itu tetap lebih baik.

Percayalah, dia menjauh darimu agar bisa menjaga cinta yang masih ada di hati untukmu tetap seperti semula. Karena kamu terus menyakitinya, dan setiap luka itu sedikit demi sedikit mengurangi cintanya kepadamu.

Jika dia memaksakan diri tetap bersamamu, mungkin suatu saat kamu akan membalas luka dengan luka, dan cinta itu akan semakin berkurang.

Percayalah, ini lebih baik,
untuknya, untukmu, dan untuk semua kenanga yang pernah ada di antara kalian.

#kejiwaan
#nasihat
1
Пост от 10.03.2026 01:22
233
0
3
*Jika Allah menerima taubat mereka, kalian tidak akan dirugikan sedikit pun!*

Diceritakan bahwa Ma'ruf al-Kurkhi pernah duduk di tepi Sungai Tigris di Baghdad.

Tiba-tiba lewat sekelompok pemuda di sebuah perahu; mereka memainkan alat-alat musik dan meminum khamr.

Para sahabat Ma'ruf pun berkata, “Bagaimana menurutmu tentang orang-orang ini? Di atas air seperti ini mereka bermaksiat! Berdoalah kepada Allah agar mereka ditimpa keburukan.”

Maka beliau mengangkat kedua tangannya ke langit dan berkata,

إلهي وسيدي .. كما فرحتهم في الدنيا أسألك أن تفرحهم في الآخرة!

“Wahai Sembahan-ku dan Junjungan-ku...sebagaimana Engkau telah membuat mereka bergembira di dunia, aku memohon kepada-Mu agar Engkau membuat mereka bergembira di akhirat.”

Para sahabatnya berkata, “Kami justru memintamu mendoakan keburukan bagi mereka!”

Beliau lantas menjawab,

إذا فرحهم في الآخرة تاب عليهم في الدنيا، ولم يضركم شيء

“Jika Allah membahagiakan mereka di akhirat, berarti Dia telah menerima taubat mereka di dunia, dan itu tidak merugikan kalian sedikit pun.” [Thabaqat al-Auliya hlm. 283]

Pesan moral dari kisah Ma'ruf al-Karkhi tersebut antara lain:

*Pertama: Mengedepankan do'a daripada kutukan*
Ketika melihat orang bermaksiat, sikap yang lebih mulia adalah mendo'akan hidayah dan kebaikan bagi mereka, bukan langsung mendo'akan keburukan.

*Kedua: Berharap kebaikan bagi orang lain*
Orang beriman seharusnya senang jika orang lain mendapat petunjuk dan keselamatan, meskipun sebelumnya mereka melakukan kesalahan.

*Ketiga: Maksiat seseorang tidak mengurangi hak ataupun kedudukan kita*
Jika mereka bertaubat dan menjadi baik, kita tidak dirugikan apa pun. Bahkan itu lebih baik bagi semua.

*Keempat: Pandangan yang luas terhadap rahmat Allah*
Kisah ini mengajarkan optimisme terhadap rahmat Allah, bahwa orang yang hari ini bermaksiat bisa saja besok menjadi orang shalih.

*Kelima: Akhlak orang shalih adalah penuh kasih*
Para wali dan ulama sering melihat potensi kebaikan dalam diri manusia, bukan hanya kesalahannya.

Intinya adalah alih-alih cepat menghakimi atau mendo'akan keburukan bagi pelaku dosa, lebih utama yang dilakukan adalah mendo'akan agar Allah memberi mereka hidayah dan menerima taubat mereka.

Wallahu a'lam.

#akhlaksalaf
#petuahsalaf
#nasihat
Пост от 09.03.2026 00:00
234
0
2
Allah ta'ala berfirman,

يَسْـَٔلُهٗ مَنْ فِى السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِۗ كُلَّ يَوْمٍ هُوَ فِيْ شَأْنٍۚ

“Siapa yang ada di langit dan bumi selalu meminta kepada-Nya. Setiap hari Dia menangani urusan.” [QS. Ar-Rahman: 29]

Temans, renungkan ayat ini secara utuh dan tadabburilah.

Allah memberitakan tentang diri-Nya bahwa seluruh makhluk di langit dan di bumi memohon kepada-Nya untuk kebutuhan mereka, kesulitan mereka, dan kesedihan mereka. Dan Dia, Dzat Maha Suci dan Maha Tinggi, setiap hari berada dalam suatu urusan.

Bagian akhir ayat ini berkaitan dengan bagian awalnya, yaitu bahwa Allah mengurus apa yang diminta oleh para makhluk kepada-Nya.

Karena itu, banyak ungkapan para ulama salaf yang menjelaskan maknanya, mereka berkata:

Dia melapangkan kesusahan,
mengampuni dosa,
menutupi aib,
melunasi utang,
menghilangkan bahaya,
menyembuhkan orang sakit,
menghapus kesedihan,
memperbaiki keadaan yang tercerai-berai,
mengumpulkan yang terpisah,
mengembalikan yang pergi,
memberi petunjuk kepada yang tersesat,
menolong orang yang dizalimi,
membebaskan orang yang tertawan,
menguatkan yang patah,
mencukupi orang yang miskin,
memuliakan yang hina,
dan menyatukan hati-hati manusia.

Perhatikanlah bahwa Dia selalu mengurus urusan orang-orang yang meminta kepada-Nya.

Karena itu, jangan pernah berhenti berdoa bersama orang-orang yang memohon kepada-Nya.

Angkatlah urusanmu bersama urusan-urusan yang dihadapkan kepada-Nya.

Angkatlah permohonanmu bersama berbagai kebutuhan.

Angkatlah kesusahanmu bersama kesusahan orang lain.

Janganlah kebutuhan-kebutuhan itu dipanjatkan sementara engkau tidak ikut hadir memohon.

Jangan sampai orang-orang sakit memanggil sementara engkau diam.

Jangan sampai orang-orang miskin dan yang terlilit utang memohon sementara engkau lalai.

Jangan sampai orang-orang lemah dan yang sedang bersedih berseru sementara engkau tidak peduli.

Sesungguhnya Dia setiap hari senantiasa menangani bernagai urusan itu!

Jadikanlah urusanmu bersama urusan-urusan itu.

Jadikanlah kebutuhanmu bersama berbagai kebutuhan manusia yang lain.

Biarkan suaramu selalu terdengar di sana: _“Ya Rabb… Ya Rabb… Ya Rabb…”_

Berdoalah untuk kebutuhan dirimu, untuk kedua orang tuamu, keluargamu, anak keturunanmu, saudara-saudaramu, orang-orang yang engkau cintai, dan seluruh kaum Muslimin.

Berdoalah untuk kebutuhan dunia dan akhirat.

Berdoalah memohon petunjuk dan ampunan.

Berdoalah memohon surga dan keselamatan dari neraka.

Semoga Allah mengabulkan semua permohonan kita.

#tadabbur
3
Пост от 07.03.2026 12:57
218
0
4
Temans, mungkin salah satu bentuk ujian yang paling berat adalah ketika seseorang bangun di pagi hari dan langsung merasakan beban dunia, manusia, dan berbagai tanggung jawab seakan menumpuk di pundaknya.

Namun ada satu hal yang dapat meringankan beban itu: rasa syukur kepada Allah.

Bersyukur karena kita masih hidup dan masih bisa berusaha.

Bersyukur karena Allah masih memberi kemampuan untuk memikul beban hidup, walaupun terasa berat di punggung.

Bersyukur karena masih ada orang yang mencintai kita dan menginginkan kebaikan bagi kita.

Bersyukur karena kehidupan masih memberi kesempatan baru untuk memperbaiki kesalahan kemarin; dan bahkan memberi ruang untuk membuat kesalahan baru lagi, yang mana hal itu sangat manusiawi.

Salah satu kemenangan besar dalam hidup yang sering kita abaikan dan jarang kita syukuri adalah kenyataan bahwa kita masih hidup sampai hari ini.

Kita jarang memuji diri kita karena berhasil melewati hari demi hari.
Padahal Rasulullah ﷺ ketika bangun di pagi hari berdoa,

الحمد لله الذي أحيانا بعد ما أماتنا وإليه النشور

“Segala puji bagi Allah yang telah menghidupkan kami setelah mematikan kami, dan kepada-Nya kami akan dibangkitkan.”

Beliau juga mengajarkan untuk membaca,

الحمد الله الذي عافاني في جسدي ورد علي روحي وأذن لي بذكره

“Segala puji bagi Allah yang telah menyehatkan tubuhku, mengembalikan ruhku, dan mengizinkanku untuk mengingat-Nya.”

Temans, melanjutkan hidup dari hari ke hari, menghadapi ribuan urusan kecil setiap hari, menyelesaikannya lalu mengulanginya lagi esok hari, itulah sebenarnya sebuah kemenangan besar yang sering diremehkan dan tidak disadari nilainya oleh banyak orang.

Wallahu a'lam.

#renungan
1
Пост от 04.03.2026 19:15
253
0
2
Allah ta'ala berfirman,

لَا تَقْصُصْ رُءْيَاكَ عَلٰٓى اِخْوَتِكَ فَيَكِيْدُوْا لَكَ كَيْدًاۗ

"Ayahnya berkata: "Hai anakku, janganlah kamu ceritakan mimpimu itu kepada saudara-saudaramu, maka mereka membuat makar (untuk membinasakan)mu." [QS. Yusuf: 5]

Temans, tidak semua rencana harus diumumkan, dan tidak semua orang perlu diajak berdiskusi.

Tidak semua yang mendengar itu benar-benar peduli, dan tidak semua yang memberi saran benar-benar tulus.

Ada orang yang melihatmu dengan pandangan pesimis, lalu membuatmu merasa tidak mampu.

Ada yang menanamkan keraguan sampai kamu kehilangan percaya diri.

Ada juga yang mematahkan semangatmu bahkan sebelum kamu benar-benar memulai.

Sudah banyak mimpi dan rencana gagal, bukan karena tidak bagus, tapi karena diceritakan kepada orang yang tidak senang melihat kita berhasil.

#tadabbur
3
Пост от 03.03.2026 17:38
247
0
2
إنَّ العادةَ تُضعِفُ الحِسَّ، وإنَّ كثرةَ النِّعِمِ يُذهِبُ لذّاتِها، فقد تعبَّدَنا اللهُ بالصّيامِ لنذوقَ مرارةَ الحرمان، فنَعرفَ حلاوةَ الوِجدان ...

"Terbiasa itu melemahkan rasa dan limpahan nikmat yang terus-menerus membuat kelezatannya memudar.

Allah pun mensyari'atkan ibadah puasa, agar kita merasakan pahitnya kehilangan, sehingga kita kembali mengenal manisnya memiliki.” [Syaikh Ali Ath-Thanthawi]
Смотреть все посты