Каталог каналов Каналы в закладках Мои каналы Поиск постов Рекламные посты
Инструменты
Каталог TGAds beta Мониторинг Детальная статистика Анализ аудитории Telegraph-статьи Бот аналитики
Полезная информация
Инструкция Telemetr Документация к API Чат Telemetr
Полезные сервисы
Защита от накрутки Создать своего бота Продать/Купить канал Монетизация

Не попадитесь на накрученные каналы! Узнайте, не накручивает ли канал просмотры или подписчиков Проверить канал на накрутку
Прикрепить Телеграм-аккаунт Прикрепить Телеграм-аккаунт

Телеграм канал «Belajar Tauhid»

Belajar Tauhid
589
0
32
16
1.1K
Terima kasih telah bergabung dengan Chanel Belajar Tauhid dan semoga materi yang ada bermanfaat bagi kita semua.
.
Link e-Book & e-Paper Belajar Tauhid: http://bit.ly/ebook-gratis-belajartauhid
.
Salam 'alaikum
Подписчики
Всего
3 256
Сегодня
-1
Просмотров на пост
Всего
136
ER
Общий
5.78%
Суточный
4.5%
Динамика публикаций
Telemetr - сервис глубокой аналитики
телеграм-каналов
Получите подробную информацию о каждом канале
Отберите самые эффективные каналы для
рекламных размещений, по приросту подписчиков,
ER, количеству просмотров на пост и другим метрикам
Анализируйте рекламные посты
и креативы
Узнайте какие посты лучше сработали,
а какие хуже, даже если их давно удалили
Оценивайте эффективность тематики и контента
Узнайте, какую тематику лучше не рекламировать
на канале, а какая зайдет на ура
Попробовать бесплатно
Показано 7 из 589 постов
Смотреть все посты
Пост от 15.01.2026 18:03
1
0
0
Ibnu Al-Jauzi rahimahullah menuturkan, ولا يجوز للعاقل أَنْ يُخْلِيَ نفسَهُ من الفِكْرِ ، ولكن يكون فيما يتصَوَّرُ له نَيْلُهُ ، فَأَمَّا إذا تَفَكَّرَ العاميُّ في أَنْ يكون خليفة ، أو أن ينال علم أبي حنيفة والشافعي، ثم يجمع بينه وبين زُهْدِ بِشْرٍ ومَعْرُوفِ الكَرْخِيِّ، وَيُحَصِّلَ مِثْلَ مال عبد الرحمن بن عَوْفٍ ، فهذه أفكارٌ تُضني وتُرْدِي، خصوصا إذا قَنِعَ بالفِكْرِ واستعمل الكَسَلَ عَنِ الطَّلَبِ. وإنما ينبغي أَنْ يَتَفَكَّرَ فيما تَصِلُ إليه قَدَمُهُ، وَيُطْمَعُ لِمِثْلِهِ فِيهِ مِنَ الخير، ويَتَفَكَّرَ في جهادِهِ للطبع فِي دَفْعِ الشَّرِّ ، فقد تَفَكَّرَ خَلْقٌ كَثِيرٌ مِنَ العُصَاةِ في عواقبهم فتابوا، وكثيرٌ مِنَ الملوكِ في غُرُورِ الدُّنْيا فَتَزَهَّدُوا "Tidak pantas bagi orang yang berakal untuk mengosongkan dirinya dari aktivitas berpikir. Namun, hendaknya ia berpikir tentang hal-hal yang masuk akal untuk bisa ia raih. Adapun orang awam yang berkhayal menjadi khalifah, atau ingin meraih ilmu seperti Abu Hanifah dan asy-Syafi‘i, lalu sekaligus menggabungkannya dengan kezuhudan Bisyr dan Ma‘ruf al-Karkhi, serta memperoleh harta seperti Abdurrahman bin ‘Auf, maka itu adalah angan-angan yang melelahkan dan membinasakan, terlebih lagi jika ia hanya puas dengan berkhayal dan malah bermalas-malasan untuk berusaha. Apa yang seharusnya dilakukan adalah seseorang memikirkan perkara yang bisa dicapai oleh langkah kakinya dan kebaikan yang secara realistis bisa ia harapkan. Hendaknya ia juga merenungkan perjuangannya melawan hawa nafsu dalam menolak keburukan. Banyak orang yang bermaksiat, ketika memikirkan akibat perbuatan mereka, akhirnya bertaubat. Dan banyak pula para raja yang merenungkan tipuan dunia, lalu mereka pun memilih hidup zuhud." [Ath-Thib Ar-Ruhani hlm. 150] #nasihat
Пост от 15.01.2026 01:40
41
0
3
Rasulullah ﷺ pernah melewati Abdullah bin Mas‘ud yang sedang bersedih. Beliau pun bersabda kepadanya, لا تُكثِر همَّك، ما يُقدَّرُ يكُن، وما تُرزَقُ يَأْتِك “Jangan terlalu membebani dirimu dengan kegelisahan. Apa yang telah ditetapkan pasti akan terjadi, dan rezeki yang ditakdirkan untukmu pasti akan sampai kepadamu.” Segala sesuatu yang menimpamu memang tidak mungkin dihindari, dan kehati-hatian apa pun tidak akan mampu menolak takdir. Maka terimalah dengan lapang dada agar engkau bahagia. Jangan membebani dirimu dengan sesuatu yang di luar kemampuanmu, dan jangan sampai dirimu sendiri bersama dunia ini justru menjadi beban bagi jiwamu. Rezekimu sudah ditentukan untukmu dan pasti akan kau ambil. Bahkan jika engkau lari darinya, ia akan tetap dibawa kepadamu hingga ke depan pintu rumahmu. Dan apa yang bukan ditakdirkan untukmu, engkau tidak akan pernah bisa mendapatkannya, meskipun seluruh manusia, jin, dan malaikat bersatu untuk membantumu. Betapa indah ucapan Umar bin al-Khaththab radhiallahu ‘anhu, كُلُّ الخَيرِ في الرَّضا؛ فإنِ استطعتَ فارضَ، وإنْ لَم تَستَطِع فَاصبِر! “Seluruh kebaikan itu ada dalam sikap ridha. Jika engkau mampu untuk ridha, maka lakukanlah. Jika belum mampu, maka bersabarlah.” #tauhid
Пост от 13.01.2026 14:47
6
0
0
‏ليس من المروءة أن يحمّل الإنسان فوق طاقته.‏فإن كان صبوراً استغل ذلك في تحميله ما لا يطيق.‏وإن كان حشيماً سخياً استغل كرمه في أخذ ما لا يرغب بإعطائه.‏وإن كان أديباً كُلف ماء وجهه تلبية للطلب.‏فإن خرج عن طوره قيل ظهرت حقيقته! وتلك ليست حقيقته ولكنها الجزاء الأوفى للفعل! "Bukanlah sikap yang terpuji jika membebani seseorang melebihi batas kemampuannya. Jika ia orang yang sabar, kesabarannya justru akan dimanfaatkan dengan terus menimpakan beban yang sebenarnya tidak sanggup ia pikul. Jika ia orang yang santun dan dermawan, kebaikannya dieksploitasi dengan mengambil sesuatu yang sebenarnya tidak ingin ia berikan. Jika ia beradab dan tahu menjaga perasaan, ia dipaksa mengorbankan harga dirinya demi memenuhi permintaan orang lain. Lalu ketika suatu saat ia marah atau keluar dari batas kesabarannya, orang-orang berkata, “Nah, itu baru sifat aslinya.” Padahal itu bukanlah jati dirinya, melainkan reaksi yang paling wajar dari perlakuan yang ia terima selama ini!" #nasihat
Пост от 12.01.2026 03:12
46
0
1
والذنب للعبد كأنه أمر حتم. فالكيس هو الذي لا يزال يأتي من الحسنات بما يمحو السيئات “Seorang manusia hampir pasti tidak lepas dari dosa. Karena itu, orang yang benar-benar cerdas adalah orang yang terus menutup kesalahannya dengan memperbanyak amal baik, hingga dosa-dosanya terhapus.” Ibnu Taimiyah rahimahullah #nasihat
Пост от 09.01.2026 05:00
53
0
1
Abu Hamid Al-Ghazali rahimahullah menuturkan, كل فقير فليس بمحمود، بل المحمود: الذي لا يتسخط، ويرضى أو يفرح بالفقر، ويرضى لعلمه بثمرته؛ إذ قيل: ما أُعطى عبد شيئا من الدنيا إلا قيل له خذه على ثلاثة أثلاث، شغل، وهم، وطول حساب .. ومن آداب الفقير: أن لا يتواضع لغني لغناه، بل يتكبر عليه. قال علي كرم الله وجهه: تواضع الغني للفقير رغبة في الثواب حسن، وأحسن منه تيه الفقير على الغني ثقة بالله "Tidak setiap orang miskin itu terpuji; yang terpuji adalah orang miskin yang tidak berkeluh kesah, yang ridha, bahkan bisa bergembira, dengan kefakirannya, dan menerima hal itu karena ia mengetahui buah dan hikmahnya. Sebab ada pernyataan, ما أُعطى عبد شيئا من الدنيا إلا قيل له خذه على ثلاثة أثلاث، شغل، وهم، وطول حساب "Tidaklah seorang hamba diberi bagian dari dunia, kecuali dikatakan kepadanya, “Ambillah ia dengan tiga bagian: kesibukan, kegelisahan, dan panjangnya perhitungan (di akhirat).” Di antara adab orang fakir adalah tidak merendahkan diri di hadapan orang kaya hanya karena minder akan kekayaannya, bahkan orang fakir harus menjaga kemuliaan dirinya. Ali bin Abi Thalib karramallahu wajhah berkata, تواضع الغني للفقير رغبة في الثواب حسن، وأحسن منه تيه الفقير على الغني ثقة بالله “Kerendahan hati orang kaya kepada orang miskin karena mengharap pahala adalah sesuatu yang baik; namun yang lebih baik dari itu adalah sikap percaya diri dan kemuliaan orang miskin di hadapan orang kaya, karena keyakinannya kepada Allah.” NB: Sikap percaya diri orang miskin di hadapan orang kaya bukan berarti orang miskin bersikap tidak menghormati dan mencibir orang kaya, apalagi jika kekayaan tersebut diperoleh dengan cara yang wajar dan halal. #nasihat
Пост от 09.01.2026 02:49
43
0
2
Temans, keimanan bukan sekadar kata yang diucapkan, bukan pula klaim yang diumumkan, dan bukan hanya perasaan tenang yang hadir saat hidup sedang lapang. Keimanan adalah kenyataan yang hidup, yang maknanya tidak akan benar-benar terbukti kecuali ketika ia diletakkan di timbangan ujian. Boleh jadi kita pernah berkata, “Aku beriman” dan merasa telah mencapai hakikat keimanan itu , sampai Allah mengizinkan datangnya ujian. Saat itulah, bumi seakan berguncang di bawah kakinya, jalan-jalan terasa menyempit, dan niat-niat pun tersingkap. Di sanalah, di persimpangan antara rasa sakit dan ujian, hakikat keimanan tampak jelas: apakah ia keteguhan atau justru kemunduran, tawakkal atau kepanikan, keridhaan atau keluh kesah, kenyataan atau sekadar pengakuan. Musibah tidak menciptakan keimanan, tetapi menyingkapkannya. Ujian tidak melahirkan keyakinan, namun memisahkannya dari klaim yang kosong. Dalam cobaan, hati-hati disaring: yang tulus tetap tulus, yang ragu akan mengenal batas dirinya, dan yang terlalu percaya pada dirinya sendiri kembali ke pintu Rabb-nya dengan hati yang hancur dan tunduk. Maka jika kita sedang ditimpa cobaan, ketahuilah: bisa jadi kita sedang berada dalam pandangan Allah, bukan semata-mata dalam hukuman. Mungkin Allah ingin memperlihatkan kepada kita apa yang sebenarnya ada di hati, atau ingin mengangkat kita ke derajat orang-orang yang sabar, atau membersihkan kita dari ilusi yang selama ini kita kira sebagai keimanan. Allah ta'ala berfirman, اَحَسِبَ النَّاسُ اَنْ يُّتْرَكُوْٓا اَنْ يَّقُوْلُوْٓا اٰمَنَّا وَهُمْ لَا يُفْتَنُوْنَ "Apakah manusia mengira bahwa mereka akan dibiarkan (hanya dengan) berkata, “Kami telah beriman,” sedangkan mereka tidak diuji?" [QS. Al-‘Ankabut: 2] #tadabbur
Пост от 08.01.2026 06:07
17
0
1
*Bagaimana jika Allah mengkhususkanmu dengan kelembutan kasih-Nya?* Syaikh As-Sa‘di rahimahullah berkata dalam tafsir ayat, وَحَنَانًا مِّن لَّدُنَّا "Dan rasa belas kasihan yang mendalam dari sisi Kami." [QS. Maryam: 13] Artinya: آتيناه رحمةً ورأفةً تيسرت بها أموره، وصلحتْ بها أحواله، واستقامت بها أفعاله “Kami anugerahkan kepadanya rahmat dan kasih sayang dari sisi Kami; dengannya urusannya menjadi mudah, keadaannya menjadi baik, dan perbuatannya pun lurus.” Ya Allah, anugerahkan kepada kami kelembutan kasih dari sisi-Mu yang menenangkan jiwa-jiwa kami dan limpahkanlah kelembutan dari rahmat-Mu yang dengannya Engkau menolak dari kami segala musibah dan cobaan. #nasihat #tafsir
Смотреть все посты