Каталог каналов Каналы в закладках Мои каналы Поиск постов Рекламные посты
Инструменты
Каталог TGAds beta Мониторинг Детальная статистика Анализ аудитории Бот аналитики
Полезная информация
Инструкция Telemetr Документация к API Чат Telemetr
Полезные сервисы

Не попадитесь на накрученные каналы! Узнайте, не накручивает ли канал просмотры или подписчиков Проверить канал на накрутку
Прикрепить Телеграм-аккаунт Прикрепить Телеграм-аккаунт

Телеграм канал «Belajar Tauhid»

Belajar Tauhid
774
0
32
16
1.1K
Terima kasih telah bergabung dengan Chanel Belajar Tauhid dan semoga materi yang ada bermanfaat bagi kita semua.
.
Link e-Book & e-Paper Belajar Tauhid: http://bit.ly/ebook-gratis-belajartauhid
.
Salam 'alaikum
Подписчики
Всего
3 253
Сегодня
0
Просмотров на пост
Всего
0
ER
Общий
1.44%
Суточный
4.5%
Динамика публикаций
Telemetr - сервис глубокой аналитики
телеграм-каналов
Получите подробную информацию о каждом канале
Отберите самые эффективные каналы для
рекламных размещений, по приросту подписчиков,
ER, количеству просмотров на пост и другим метрикам
Анализируйте рекламные посты
и креативы
Узнайте какие посты лучше сработали,
а какие хуже, даже если их давно удалили
Оценивайте эффективность тематики и контента
Узнайте, какую тематику лучше не рекламировать
на канале, а какая зайдет на ура
Попробовать бесплатно
Показано 7 из 774 постов
Смотреть все посты
Пост от 31.01.2026 04:19
1
0
0
Temans, kita yakin bahwa rahmat Allah lebih luas daripada dosa-dosa para hamba.

Ketika Fir‘aun, di puncak keangkuhan dan kezalimannya, berkata,

أَنَا۠ رَبُّكُمُ ٱلْأَعْلَىٰ

_“Akulah tuhanmu yang paling tinggi.”_ [QS. An-Nazi'at: 24]

Ucapan itu bukan sekadar kesalahan sesaat, melainkan pernyataan kekufuran dan kesombongan yang mencapai batas tertinggi.

Namun demikian, tetap datang perintah Allah Ta‘ala kepada Musa dan Harun ‘alaihima as-salam,

اذْهَبَا إِلَىٰ فِرْعَوْنَ إِنَّهُ طَغَىٰ • فَقُولَا لَهُ قَوْلًا لَّيِّنًا لَّعَلَّهُ يَتَذَكَّرُ أَوْ يَخْشَىٰ

_“Pergilah kalian berdua kepada Fir‘aun; sesungguhnya dia telah melampaui batas. Maka berbicaralah kepadanya dengan kata-kata yang lemah lembut, mudah-mudahan ia ingat atau takut.”_ [QS. Thaha: 43-44]

Inilah rahmat Allah yang mendahului murka-Nya Rahmat yang mengarahkan ucapan lembut bahkan kepada makhluk yang paling durhaka, agar pintu kembali tetap terbuka.

Temans, jika demikian luasnya kesantunan dan kelembutan Allah kepada Fir‘aun yang berkata, _“Akulah tuhanmu yang paling tinggi”_, maka bagaimana pula kedekatan-Nya dengan seorang hamba yang masih mau bersujud seraya berkata,

سبحان ربي الأعلى

_“Mahasuci Tuhan-ku Yang Mahatinggi.”_

#tadabbur
Пост от 30.01.2026 02:53
99
0
2
العلم يشرح الصدر، ويوسِّعُه حتى يكونَ أوسعَ من الدنيا، والجهلُ يورثه الضيقَ والحَصَر والحبس، فكلما اتسع علمُ العبد انشرح صدره واتسع، وليس هذا لكلّ علم، بل للعلم الموروث عن الرسول صلى الله عليه وسلم، وهو العلم النافع، فأهله أشرح الناس صدورا، وأوسعهم قلوبا، وأحسنهم أخلاقا، وأطيبهم عيشا

“Ilmu itu melapangkan dada dan meluaskan dada hingga membuatnya lebih luas daripada dunia. Sedangkan kebodohan mewariskan kesempitan, rasa terhimpit, dan keterkungkungan.

Maka setiap kali ilmu seorang hamba bertambah luas, dadanya pun semakin lapang dan terbuka.

Namun, ini bukan berlaku untuk setiap jenis ilmu, melainkan hanya berlaku untuk ilmu yang diwariskan dari Rasulullah ﷺ, yaitu ilmu yang bermanfaat.

Orang-orang yang memiliki ilmu ini adalah manusia yang paling lapang dadanya, paling luas hatinya, paling baik akhlaknya, dan paling nikmat kehidupannya.”

Ibnu Al-Qayyim rahimahullah

#nasihat
Пост от 27.01.2026 18:15
118
0
4
Kita bersujud untuk memohon, lalu Allah memberi kita apa yang bahkan tidak kita minta.

Temans, berdoa di saat sujud bukanlah sekadar menyampaikan permintaan, tetapi merupakan momen kepasrahan dan kerendahan hati kita di hadapan Allah ta'ala.

Pada saat itulah pintu-pintu langit dibukakan. Setiap sujud bisa menjadi akhir dari sebuah kesedihan dan awal dari kelapangan.

Ada doa-doa yang tidak terangkat kecuali dari kedalaman sujud dan kita tidak akan pernah rugi ketika mengetuk pintu Allah dalam keadaan bersujud.

Rasulullah ﷺ bersabda,

أقرب ما يكون العبد من ربه وهو ساجد، فأكثروا الدعاء

“Keadaan terdekat seorang hamba dengan Rabb-nya adalah ketika ia bersujud, maka perbanyaklah do'a.”

Ketika kita meletakkan dahi di tanah, Allah melihat kita pada posisi yang tak pernah dilihat siapa pun.

Kita mengadu kepada-Nya dengan segala kelemahan, lalu Dia menguatkan kita; kita menangis karena luka dan sakit, lalu Dia memulihkan kita.

Membiasakan berdo'a dalam sujud mampu mengubah alur hari-hari kita dan mengganti takdir dengan kelembutan yang hanya dapat dirasakan oleh mereka yang pernah merasakan dampaknya.

Tak ada seorang pun yang mendengar rintihan kita selain Allah, dan itu sudah lebih dari cukup!

#tauhid
Пост от 23.01.2026 07:05
70
0
2
Allah ta'ala berfirman,

وَلَوْ بَسَطَ اللَّهُ الرِّزْقَ لِعِبَادِهِ لَبَغَوْا فِي الْأَرْضِ وَلَكِنْ يُنَزِّلُ بِقَدَرٍ مَا يَشَاءُ ۚ إِنَّهُ بِعِبَادِهِ خَبِيرٌ بَصِيرٌ

“Dan sekiranya Allah melapangkan rezeki kepada hamba-hamba-Nya, niscaya mereka akan berbuat melampaui batas di bumi; tetapi Dia menurunkannya menurut ukuran yang Dia kehendaki. Sungguh, Dia Maha Mengetahui lagi Maha Melihat keadaan hamba-hamba-Nya.” [QS. Asy-Syu'ara: 27]

Allah ﷻ Maha Mengetahui keadaan hamba-hamba-Nya.

Seandainya rezeki dilapangkan tanpa batas, banyak manusia justru akan melampaui batas dan lupa kepada-Nya.

Karena itu Allah menurunkan rezeki dengan ukuran yang paling sesuai, bukan karena kekurangan, tetapi karena kasih sayang, ilmu, dan kebijaksanaan-Nya terhadap hamba-Nya.

Sedikit yang menenangkan dan mendekatkan kepada Allah lebih baik daripada banyak tapi melalaikan.

#tadabbur
5
Пост от 22.01.2026 05:01
56
0
4
Orang yang dicintai Allah akan diberi ilham untuk mencintai kebaikan.

Kadang kita mengira bahwa diri inilah yang berusaha menuju kebaikan, dan bahwa hatim kitalah yang membimbingmu untuk shalat, bersedekah, atau memaafkan.

Padahal hakikatnya lebih dalam dari itu. Allah ta'ala telah mencintai kita terlebih dahulu, lalu Dia mengilhamkan jalan kebaikan kepada kita dan menjadikan hati ini condong kepada kebaikan.

Allah Ta‘ala berfirman,

وَلَٰكِنَّ ٱللَّهَ حَبَّبَ إِلَيۡكُمُ ٱلۡإِيمَٰنَ وَزَيَّنَهُۥ فِي قُلُوبِكُمۡ

"tetapi Allah menjadikan kamu "cinta" kepada keimanan dan menjadikan keimanan itu indah di dalam hatimu." [QS. Al-Hujurat: 7]

Perbuatan-perbuatan baik bukan sekadar keputusan manusia, melainkan hembusan ilahi yang berbisik di dalam ruhmu, seakan berkata "mendekatlah".

Karena itu, janganlah sekali-kali kita menyia-nyiakan cinta ini, karena jika Allah mencintai seorang hamba, Dia akan memudahkan baginya jalan kebaikan.

Sebaliknya, jika seorang hamba dibenci oleh-Nya, niscaya Dia akan menelantarkan dan menyerahkannya kepada dirinya sendiri. Sungguh, betapa merugi orang yang dibiarkan bergantung pada dirinya sendiri!

#tadabbur
#tauhid
Пост от 18.01.2026 16:55
56
0
1
Dalam taubat ada satu pemandangan agung, yaitu kegembiraan Ilahi.

Andai hati kita yang tersesat benar-benar menyadarinya, niscaya ia akan menyingkirkan debu kelalaiannya, agar namanya tercatat dalam daftar orang-orang yang membuat Allah, Rabb semesta alam bergembira.

Ini adalah pemandangan yang membuat huruf-huruf tak sanggup mewakili makna, dan kata-kata pun runtuh tak berdaya.

Betapa besar kerugian kita bila terputus dari cahaya ini, lalu ia berjalan tertatih, lalai dan meremehkan, duduk di trotoar keterasingan dengan hati yang gelap,

وَمَن لَّمْ يَتُبْ فَأُولَٰئِكَ هُمُ الظَّالِمُونَ

_“Dan setiap orang yang tidak bertaubat, maka mereka itulah orang-orang yang zalim.”_ [QS. Hujurat: 11]

Seorang arif telah menyaksikan keindahan ini, maka hatinya tak pernah berhenti beristighfar dan bertaubat, seakan ia menjadikan hatinya selalu berbolak-balik ke mata air Kautsar yang bercahaya ini!

Seolah-olah dia berkata, _"Sungguh betapa menakjubkan... aku... yang keturunan tanah dan segenggam debu ini, menjadi salah seorang yang membuat Dzat Yang Mahakaya, yang tidak membutuhkan ibadah seluruh makhluk, bergembira karena aku bertaubat."_

Ya Rabbana, jadikan kami pribadi yang selalu ingin bertaubat kepada-Mu...terimalah taubat kami...

#nasihat
Пост от 18.01.2026 11:20
17
0
1
*Hati Orang yang Tulus*

Hati seorang yang benar-benar jujur di hadapan Allah tidak dipenuhi oleh rasa “aku pantas mendapat ini dan itu”.

Ia tidak berdiri di tengah hamparan nikmat dengan perasaan berhak, tetapi berdiri sebagai hamba yang kosong dari kebanggaan diri; berpuasa dari klaim dan pengakuan.

Lihatlah bagaimana kerendahan hati Nabi Musa 'alaihi as-salam ketika Allah berbicara langsung kepadanya.

Beliau berkata,

قَالَ رَبِّ اِنِّىۡ قَتَلۡتُ مِنۡهُمۡ نَفۡسًا فَاَخَافُ اَنۡ يَّقۡتُلُوۡنِ‏. وَاَخِىۡ هٰرُوۡنُ هُوَ اَفۡصَحُ مِنِّىۡ لِسَانًا فَاَرۡسِلۡهُ مَعِىَ رِدۡاً يُّصَدِّقُنِىۡٓ​ اِنِّىۡۤ اَخَافُ اَنۡ يُّكَذِّبُوۡنِ‏

_"Dia (Musa) berkata, "Ya Tuhanku, sungguh aku telah membunuh seorang dari golongan mereka, sehingga aku takut mereka akan membunuhku. Dan saudaraku Harun, dia lebih fasih lidahnya daripada aku,1 maka utuslah dia bersamaku sebagai pembantuku untuk membenarkan (perkataan)ku; sungguh, aku takut mereka akan mendustakanku."_ [Al-Qashash: 33-34]

Beliau mengemukakan berbagai alasan, berharap diberi keringanan dari beratnya tugas dakwah dan kerasnya ujian, karena ia tahu kenabian penuh dengan kesulitan. Namun ia tidak mendapatkan dispensasi atau pembebasan dari amanah yang telah dibebankan kepadanya.

Saat Musa menyadari kefakirannya dan lari dari kelemahannya, Allah pun menaunginya, menguatkannya dengan saudaranya, menolongnya dengan kebersamaan-Nya, pertolongan-Nya, petunjuk-Nya, dan peneguhan-Nya.

Teladan paling agung dalam hal ini ada pada Nabi kita ﷺ.

Beliau pulang dengan hati bergetar, penuh rasa takut, lalu berkata kepada Khadijah radhiallahu 'anha,

لقد خشيت على نفسي!

_"Sungguh saya mengkhawatirkan diriku!"_

Semboyan beliau dalam sepi dan ramai adalah

إنما أنا عبد!

_"Saya hanyalah seorang hamba!"_

Beliau melihat kefakirannya dan lari dari kelemahannya, maka Allah melindunginya dan meninggikan kedudukannya pada maqam mahmud di tengah umat terdahulu dan umat yang datang kemudian, karena sempurnanya penghambaan beliau dan dalamnya ketergantungan beliau kepada Allah, Rabb alam semesta.

Lihat pula Ummu Al-Mukminin ‘Aisyah 'anha dalam peristiwa Hadits Al-Ifk. Beliau berkata,

والله ما كنت أظن أن الله منزلٌ في شأني وحيًا يُتلى … ولكن كنت أرجو أن يرى رسول الله ﷺ في النوم رؤيا يُبرئني الله بها!

_“Demi Allah, aku tidak menyangka bahwa Allah akan menurunkan wahyu tentang diriku yang dibaca sampai hari Kiamat._

_Kedudukanku di dalam diriku terasa terlalu kecil untuk Allah bicarakan dalam wahyu yang dibaca._

_Aku hanya berharap Rasulullah ﷺ bermimpi, lalu Allah membebaskanku melalui mimpi itu.”_

Beliau merasa dirinya terlalu kecil untuk dibicarakan dalam wahyu yang dibaca hingga hari Kiamat.

Ketika ia menyadari kefakirannya dan lari dari kelemahannya, Allah pun menampungnya dengan kemurahan dan rahmat-Nya, serta memuliakannya dengan wahyu sebagai pembebasan dirinya; sebuah kehormatan yang tak akan pernah pudar.

Maka pahamilah prinsip besar ini yaitu:

Kosongkan diri kita dari keinginan tampil!

Bersihkan hati kita dari rasa “merasa pantas”!

Niscaya kita akan mengenakan pakaian kemuliaan, meraih kehormatan kebersamaan dengan Allah, serta mendapatkan pertolongan dan dukungan Rabbani.

#nasihat
Смотреть все посты