Каталог каналов Каналы в закладках Мои каналы Поиск постов Рекламные посты
Инструменты
Каталог TGAds beta Мониторинг Детальная статистика Анализ аудитории Telegraph-статьи Бот аналитики
Полезная информация
Инструкция Telemetr Документация к API Чат Telemetr
Полезные сервисы
Защита от накрутки Создать своего бота Продать/Купить канал Монетизация

Не попадитесь на накрученные каналы! Узнайте, не накручивает ли канал просмотры или подписчиков Проверить канал на накрутку
Прикрепить Телеграм-аккаунт Прикрепить Телеграм-аккаунт

Телеграм канал «Belajar Tauhid»

Belajar Tauhid
589
0
32
16
1.1K
Terima kasih telah bergabung dengan Chanel Belajar Tauhid dan semoga materi yang ada bermanfaat bagi kita semua.
.
Link e-Book & e-Paper Belajar Tauhid: http://bit.ly/ebook-gratis-belajartauhid
.
Salam 'alaikum
Подписчики
Всего
3 252
Сегодня
0
Просмотров на пост
Всего
136
ER
Общий
5.53%
Суточный
4.6%
Динамика публикаций
Telemetr - сервис глубокой аналитики
телеграм-каналов
Получите подробную информацию о каждом канале
Отберите самые эффективные каналы для
рекламных размещений, по приросту подписчиков,
ER, количеству просмотров на пост и другим метрикам
Анализируйте рекламные посты
и креативы
Узнайте какие посты лучше сработали,
а какие хуже, даже если их давно удалили
Оценивайте эффективность тематики и контента
Узнайте, какую тематику лучше не рекламировать
на канале, а какая зайдет на ура
Попробовать бесплатно
Показано 7 из 589 постов
Смотреть все посты
Пост от 18.01.2026 16:55
11
0
0
Dalam taubat ada satu pemandangan agung, yaitu kegembiraan Ilahi. Andai hati kita yang tersesat benar-benar menyadarinya, niscaya ia akan menyingkirkan debu kelalaiannya, agar namanya tercatat dalam daftar orang-orang yang membuat Allah, Rabb semesta alam bergembira. Ini adalah pemandangan yang membuat huruf-huruf tak sanggup mewakili makna, dan kata-kata pun runtuh tak berdaya. Betapa besar kerugian kita bila terputus dari cahaya ini, lalu ia berjalan tertatih, lalai dan meremehkan, duduk di trotoar keterasingan dengan hati yang gelap, وَمَن لَّمْ يَتُبْ فَأُولَٰئِكَ هُمُ الظَّالِمُونَ _“Dan setiap orang yang tidak bertaubat, maka mereka itulah orang-orang yang zalim.”_ [QS. Hujurat: 11] Seorang arif telah menyaksikan keindahan ini, maka hatinya tak pernah berhenti beristighfar dan bertaubat, seakan ia menjadikan hatinya selalu berbolak-balik ke mata air Kautsar yang bercahaya ini! Seolah-olah dia berkata, _"Sungguh betapa menakjubkan... aku... yang keturunan tanah dan segenggam debu ini, menjadi salah seorang yang membuat Dzat Yang Mahakaya, yang tidak membutuhkan ibadah seluruh makhluk, bergembira karena aku bertaubat."_ Ya Rabbana, jadikan kami pribadi yang selalu ingin bertaubat kepada-Mu...terimalah taubat kami... #nasihat
Пост от 18.01.2026 11:20
17
0
1
*Hati Orang yang Tulus* Hati seorang yang benar-benar jujur di hadapan Allah tidak dipenuhi oleh rasa “aku pantas mendapat ini dan itu”. Ia tidak berdiri di tengah hamparan nikmat dengan perasaan berhak, tetapi berdiri sebagai hamba yang kosong dari kebanggaan diri; berpuasa dari klaim dan pengakuan. Lihatlah bagaimana kerendahan hati Nabi Musa 'alaihi as-salam ketika Allah berbicara langsung kepadanya. Beliau berkata, قَالَ رَبِّ اِنِّىۡ قَتَلۡتُ مِنۡهُمۡ نَفۡسًا فَاَخَافُ اَنۡ يَّقۡتُلُوۡنِ‏. وَاَخِىۡ هٰرُوۡنُ هُوَ اَفۡصَحُ مِنِّىۡ لِسَانًا فَاَرۡسِلۡهُ مَعِىَ رِدۡاً يُّصَدِّقُنِىۡٓ​ اِنِّىۡۤ اَخَافُ اَنۡ يُّكَذِّبُوۡنِ‏ _"Dia (Musa) berkata, "Ya Tuhanku, sungguh aku telah membunuh seorang dari golongan mereka, sehingga aku takut mereka akan membunuhku. Dan saudaraku Harun, dia lebih fasih lidahnya daripada aku,1 maka utuslah dia bersamaku sebagai pembantuku untuk membenarkan (perkataan)ku; sungguh, aku takut mereka akan mendustakanku."_ [Al-Qashash: 33-34] Beliau mengemukakan berbagai alasan, berharap diberi keringanan dari beratnya tugas dakwah dan kerasnya ujian, karena ia tahu kenabian penuh dengan kesulitan. Namun ia tidak mendapatkan dispensasi atau pembebasan dari amanah yang telah dibebankan kepadanya. Saat Musa menyadari kefakirannya dan lari dari kelemahannya, Allah pun menaunginya, menguatkannya dengan saudaranya, menolongnya dengan kebersamaan-Nya, pertolongan-Nya, petunjuk-Nya, dan peneguhan-Nya. Teladan paling agung dalam hal ini ada pada Nabi kita ﷺ. Beliau pulang dengan hati bergetar, penuh rasa takut, lalu berkata kepada Khadijah radhiallahu 'anha, لقد خشيت على نفسي! _"Sungguh saya mengkhawatirkan diriku!"_ Semboyan beliau dalam sepi dan ramai adalah إنما أنا عبد! _"Saya hanyalah seorang hamba!"_ Beliau melihat kefakirannya dan lari dari kelemahannya, maka Allah melindunginya dan meninggikan kedudukannya pada maqam mahmud di tengah umat terdahulu dan umat yang datang kemudian, karena sempurnanya penghambaan beliau dan dalamnya ketergantungan beliau kepada Allah, Rabb alam semesta. Lihat pula Ummu Al-Mukminin ‘Aisyah 'anha dalam peristiwa Hadits Al-Ifk. Beliau berkata, والله ما كنت أظن أن الله منزلٌ في شأني وحيًا يُتلى … ولكن كنت أرجو أن يرى رسول الله ﷺ في النوم رؤيا يُبرئني الله بها! _“Demi Allah, aku tidak menyangka bahwa Allah akan menurunkan wahyu tentang diriku yang dibaca sampai hari Kiamat._ _Kedudukanku di dalam diriku terasa terlalu kecil untuk Allah bicarakan dalam wahyu yang dibaca._ _Aku hanya berharap Rasulullah ﷺ bermimpi, lalu Allah membebaskanku melalui mimpi itu.”_ Beliau merasa dirinya terlalu kecil untuk dibicarakan dalam wahyu yang dibaca hingga hari Kiamat. Ketika ia menyadari kefakirannya dan lari dari kelemahannya, Allah pun menampungnya dengan kemurahan dan rahmat-Nya, serta memuliakannya dengan wahyu sebagai pembebasan dirinya; sebuah kehormatan yang tak akan pernah pudar. Maka pahamilah prinsip besar ini yaitu: Kosongkan diri kita dari keinginan tampil! Bersihkan hati kita dari rasa “merasa pantas”! Niscaya kita akan mengenakan pakaian kemuliaan, meraih kehormatan kebersamaan dengan Allah, serta mendapatkan pertolongan dan dukungan Rabbani. #nasihat
Пост от 15.01.2026 18:03
149
0
3
Ibnu Al-Jauzi rahimahullah menuturkan, ولا يجوز للعاقل أَنْ يُخْلِيَ نفسَهُ من الفِكْرِ ، ولكن يكون فيما يتصَوَّرُ له نَيْلُهُ ، فَأَمَّا إذا تَفَكَّرَ العاميُّ في أَنْ يكون خليفة ، أو أن ينال علم أبي حنيفة والشافعي، ثم يجمع بينه وبين زُهْدِ بِشْرٍ ومَعْرُوفِ الكَرْخِيِّ، وَيُحَصِّلَ مِثْلَ مال عبد الرحمن بن عَوْفٍ ، فهذه أفكارٌ تُضني وتُرْدِي، خصوصا إذا قَنِعَ بالفِكْرِ واستعمل الكَسَلَ عَنِ الطَّلَبِ. وإنما ينبغي أَنْ يَتَفَكَّرَ فيما تَصِلُ إليه قَدَمُهُ، وَيُطْمَعُ لِمِثْلِهِ فِيهِ مِنَ الخير، ويَتَفَكَّرَ في جهادِهِ للطبع فِي دَفْعِ الشَّرِّ ، فقد تَفَكَّرَ خَلْقٌ كَثِيرٌ مِنَ العُصَاةِ في عواقبهم فتابوا، وكثيرٌ مِنَ الملوكِ في غُرُورِ الدُّنْيا فَتَزَهَّدُوا "Tidak pantas bagi orang yang berakal untuk mengosongkan dirinya dari aktivitas berpikir. Namun, hendaknya ia berpikir tentang hal-hal yang masuk akal untuk bisa ia raih. Adapun orang awam yang berkhayal menjadi khalifah, atau ingin meraih ilmu seperti Abu Hanifah dan asy-Syafi‘i, lalu sekaligus menggabungkannya dengan kezuhudan Bisyr dan Ma‘ruf al-Karkhi, serta memperoleh harta seperti Abdurrahman bin ‘Auf, maka itu adalah angan-angan yang melelahkan dan membinasakan, terlebih lagi jika ia hanya puas dengan berkhayal dan malah bermalas-malasan untuk berusaha. Apa yang seharusnya dilakukan adalah seseorang memikirkan perkara yang bisa dicapai oleh langkah kakinya dan kebaikan yang secara realistis bisa ia harapkan. Hendaknya ia juga merenungkan perjuangannya melawan hawa nafsu dalam menolak keburukan. Banyak orang yang bermaksiat, ketika memikirkan akibat perbuatan mereka, akhirnya bertaubat. Dan banyak pula para raja yang merenungkan tipuan dunia, lalu mereka pun memilih hidup zuhud." [Ath-Thib Ar-Ruhani hlm. 150] #nasihat
Пост от 15.01.2026 01:40
41
0
3
Rasulullah ﷺ pernah melewati Abdullah bin Mas‘ud yang sedang bersedih. Beliau pun bersabda kepadanya, لا تُكثِر همَّك، ما يُقدَّرُ يكُن، وما تُرزَقُ يَأْتِك “Jangan terlalu membebani dirimu dengan kegelisahan. Apa yang telah ditetapkan pasti akan terjadi, dan rezeki yang ditakdirkan untukmu pasti akan sampai kepadamu.” Segala sesuatu yang menimpamu memang tidak mungkin dihindari, dan kehati-hatian apa pun tidak akan mampu menolak takdir. Maka terimalah dengan lapang dada agar engkau bahagia. Jangan membebani dirimu dengan sesuatu yang di luar kemampuanmu, dan jangan sampai dirimu sendiri bersama dunia ini justru menjadi beban bagi jiwamu. Rezekimu sudah ditentukan untukmu dan pasti akan kau ambil. Bahkan jika engkau lari darinya, ia akan tetap dibawa kepadamu hingga ke depan pintu rumahmu. Dan apa yang bukan ditakdirkan untukmu, engkau tidak akan pernah bisa mendapatkannya, meskipun seluruh manusia, jin, dan malaikat bersatu untuk membantumu. Betapa indah ucapan Umar bin al-Khaththab radhiallahu ‘anhu, كُلُّ الخَيرِ في الرَّضا؛ فإنِ استطعتَ فارضَ، وإنْ لَم تَستَطِع فَاصبِر! “Seluruh kebaikan itu ada dalam sikap ridha. Jika engkau mampu untuk ridha, maka lakukanlah. Jika belum mampu, maka bersabarlah.” #tauhid
Пост от 13.01.2026 14:47
6
0
0
‏ليس من المروءة أن يحمّل الإنسان فوق طاقته.‏فإن كان صبوراً استغل ذلك في تحميله ما لا يطيق.‏وإن كان حشيماً سخياً استغل كرمه في أخذ ما لا يرغب بإعطائه.‏وإن كان أديباً كُلف ماء وجهه تلبية للطلب.‏فإن خرج عن طوره قيل ظهرت حقيقته! وتلك ليست حقيقته ولكنها الجزاء الأوفى للفعل! "Bukanlah sikap yang terpuji jika membebani seseorang melebihi batas kemampuannya. Jika ia orang yang sabar, kesabarannya justru akan dimanfaatkan dengan terus menimpakan beban yang sebenarnya tidak sanggup ia pikul. Jika ia orang yang santun dan dermawan, kebaikannya dieksploitasi dengan mengambil sesuatu yang sebenarnya tidak ingin ia berikan. Jika ia beradab dan tahu menjaga perasaan, ia dipaksa mengorbankan harga dirinya demi memenuhi permintaan orang lain. Lalu ketika suatu saat ia marah atau keluar dari batas kesabarannya, orang-orang berkata, “Nah, itu baru sifat aslinya.” Padahal itu bukanlah jati dirinya, melainkan reaksi yang paling wajar dari perlakuan yang ia terima selama ini!" #nasihat
Пост от 12.01.2026 03:12
46
0
1
والذنب للعبد كأنه أمر حتم. فالكيس هو الذي لا يزال يأتي من الحسنات بما يمحو السيئات “Seorang manusia hampir pasti tidak lepas dari dosa. Karena itu, orang yang benar-benar cerdas adalah orang yang terus menutup kesalahannya dengan memperbanyak amal baik, hingga dosa-dosanya terhapus.” Ibnu Taimiyah rahimahullah #nasihat
Пост от 09.01.2026 05:00
53
0
1
Abu Hamid Al-Ghazali rahimahullah menuturkan, كل فقير فليس بمحمود، بل المحمود: الذي لا يتسخط، ويرضى أو يفرح بالفقر، ويرضى لعلمه بثمرته؛ إذ قيل: ما أُعطى عبد شيئا من الدنيا إلا قيل له خذه على ثلاثة أثلاث، شغل، وهم، وطول حساب .. ومن آداب الفقير: أن لا يتواضع لغني لغناه، بل يتكبر عليه. قال علي كرم الله وجهه: تواضع الغني للفقير رغبة في الثواب حسن، وأحسن منه تيه الفقير على الغني ثقة بالله "Tidak setiap orang miskin itu terpuji; yang terpuji adalah orang miskin yang tidak berkeluh kesah, yang ridha, bahkan bisa bergembira, dengan kefakirannya, dan menerima hal itu karena ia mengetahui buah dan hikmahnya. Sebab ada pernyataan, ما أُعطى عبد شيئا من الدنيا إلا قيل له خذه على ثلاثة أثلاث، شغل، وهم، وطول حساب "Tidaklah seorang hamba diberi bagian dari dunia, kecuali dikatakan kepadanya, “Ambillah ia dengan tiga bagian: kesibukan, kegelisahan, dan panjangnya perhitungan (di akhirat).” Di antara adab orang fakir adalah tidak merendahkan diri di hadapan orang kaya hanya karena minder akan kekayaannya, bahkan orang fakir harus menjaga kemuliaan dirinya. Ali bin Abi Thalib karramallahu wajhah berkata, تواضع الغني للفقير رغبة في الثواب حسن، وأحسن منه تيه الفقير على الغني ثقة بالله “Kerendahan hati orang kaya kepada orang miskin karena mengharap pahala adalah sesuatu yang baik; namun yang lebih baik dari itu adalah sikap percaya diri dan kemuliaan orang miskin di hadapan orang kaya, karena keyakinannya kepada Allah.” NB: Sikap percaya diri orang miskin di hadapan orang kaya bukan berarti orang miskin bersikap tidak menghormati dan mencibir orang kaya, apalagi jika kekayaan tersebut diperoleh dengan cara yang wajar dan halal. #nasihat
Смотреть все посты