Каталог каналов Каналы в закладках Мои каналы Поиск постов Рекламные посты
Инструменты
Каталог TGAds beta Мониторинг Детальная статистика Анализ аудитории Бот аналитики
Полезная информация
Инструкция Telemetr Документация к API Чат Telemetr
Полезные сервисы

Не попадитесь на накрученные каналы! Узнайте, не накручивает ли канал просмотры или подписчиков Проверить канал на накрутку
Прикрепить Телеграм-аккаунт Прикрепить Телеграм-аккаунт

Телеграм канал «Belajar Tauhid»

Belajar Tauhid
784
0
32
16
1.1K
Terima kasih telah bergabung dengan Chanel Belajar Tauhid dan semoga materi yang ada bermanfaat bagi kita semua.
.
Link e-Book & e-Paper Belajar Tauhid: http://bit.ly/ebook-gratis-belajartauhid
.
Salam 'alaikum
Подписчики
Всего
3 247
Сегодня
-1
Просмотров на пост
Всего
116
ER
Общий
4.53%
Суточный
2.8%
Динамика публикаций
Telemetr - сервис глубокой аналитики
телеграм-каналов
Получите подробную информацию о каждом канале
Отберите самые эффективные каналы для
рекламных размещений, по приросту подписчиков,
ER, количеству просмотров на пост и другим метрикам
Анализируйте рекламные посты
и креативы
Узнайте какие посты лучше сработали,
а какие хуже, даже если их давно удалили
Оценивайте эффективность тематики и контента
Узнайте, какую тематику лучше не рекламировать
на канале, а какая зайдет на ура
Попробовать бесплатно
Показано 7 из 784 постов
Смотреть все посты
Пост от 13.02.2026 07:55
40
0
0
ادعوا للمتوفين مادمتم أحياء! فسيأتي يوم تتمنون دعاء من الأحياء. اللهم إرحم موتانا وموتى المسلمين

_“Do'akanlah mereka yang telah wafat selagi kalian masih diberi kehidupan; karena akan tiba saatnya kalianlah yang berharap doa dari orang-orang yang masih hidup._

_Ya Allah, limpahkanlah rahmat-Mu kepada orang-orang yang telah wafat di antara keluarga kami dan seluruh kaum Muslimin.”_
Пост от 11.02.2026 15:52
121
0
3
Allah ta'ala berfirman,

يُّؤْتِكُمْ خَيْرًا مِّمَّآ اُخِذَ مِنْكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْۗ وَاللّٰهُ غَفُوْرٌ رَّحِيْمٌࣖ

“Dia akan memberimu yang lebih baik daripada apa yang telah diambil darimu dan Dia akan mengampunimu. Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” [QS. Al-Anfal: 70]

Temans, jadikan ayat ini selalu ada dalam benak kita.

Saat kita berdo'a, saat kita bersedekah, saat kita berdzikir kepada Allah.

Milikilah keyakinan penuh bahwa apa pun yang diambil dari kita, atau yang dijauhkan dari kita, niscaya Allah mampu menggantinya dengan sesuatu yang jauh lebih baik dalam sekejap mata.

Bukan sekadar sama dan setara, bahkan insya Allah hal itu lebih indah!

Walaupun kita merasa kebahagiaan hanya ada pada hal itu saja, entah pekerjaan, hubungan, atau seseorang, ingatlah setiap kali kita pernah berkata, “Inilah akhirnya,” lalu tiba-tiba kita mendapati diri ini berada di awal jalan yang jauh lebih indah daripada yang pernah direncanakan.

Allah Mahakuasa memberi hal yang lebih baik daripada apa yang telah diambil dari kita.

Dia mampu mengampuni seluruh dosa kita, meskipun sebanyak awan di langit, meskipun sebanyak buij di lautan.

Dia memahami kelemahan hati kita, namun Allah merahmatinya, lalu berkata kepada kita, “Sungguh, permintaanmu telah dikabulkan.”

#tadabbur
#tazkiyatun_nafs
2
Пост от 09.02.2026 06:33
187
0
1
‏الأرض أرضه، والأمرُ أمره ونحنُ عباده، وهو بنا أحنُّ وأرحم.

_"Bumi ini milik-Nya, segala urusan berada dalam ketetapan-Nya, dan kita hanyalah hamba-hamba-Nya. Dialah yang paling tahu keadaan kita, dan kasih sayang-Nya kepada kita jauh melampaui kasih siapa pun."_

#nasihat
4
😢 2
Пост от 08.02.2026 02:45
225
0
2
*Sebab Kesesatan Manusia*

Salah satu penyebab terbesar manusia jatuh ke dalam kesalahan dan keburukan adalah karena ia tidak memahami nilai dan kedudukan sesuatu dengan benar.

Ketika seseorang tidak mengenal hakikat dirinya, tidak memahami makhluk lain, dan kehilangan kebijaksanaan dalam menilai, ia akan melihat segala sesuatu secara keliru.

Ada juga orang yang mengenal dirinya, tetapi salah memahami yang lain, ini pun menimbulkan kekeliruan. Sebaliknya, orang yang memahami hakikat sesuatu akan mampu bersikap adil terhadapnya. Siapa yang tidak tahu nilai suatu barang, ia akan melepasnya dengan harga yang sangat rendah.

Akar keburukan pada manusia adalah ketika mereka berpaling dari penjelasan Allah tentang hakikat ciptaan dan posisi setiap makhluk. Akibatnya, mereka terjatuh dalam berbagai bentuk kesyirikan, baik dalam rasa takut, cinta, ketaatan, ibadah, harapan, dan bentuk ketergantungan lainnya.

Karena itulah Allah mengingatkan manusia dalam firman-Nya,

كَيْفَ تَكْفُرُوْنَ بِاللّٰهِ وَكُنْتُمْ اَمْوَاتًا فَاَحْيَاكُمْۚ ثُمَّ يُمِيْتُكُمْ ثُمَّ يُحْيِيْكُمْ ثُمَّ اِلَيْهِ تُرْجَعُوْنَ. هُوَ الَّذِيْ خَلَقَ لَكُمْ مَّا فِى الْاَرْضِ جَمِيْعًا ثُمَّ اسْتَوٰٓى اِلَى السَّمَاۤءِ فَسَوّٰىهُنَّ سَبْعَ سَمٰوٰتٍۗ وَهُوَ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيْمٌࣖ

“Bagaimana kalian bisa kufur kepada Allah, padahal kalian tadinya mati lalu Dia menghidupkan kalian, kemudian Dia mematikan kalian, lalu Dia menghidupkan kalian kembali, kemudian kepada-Nyalah kalian dikembalikan. Dialah yang menciptakan untuk kalian segala yang ada di bumi.” [QS. Al-Baqarah: 28–29].

Melalui ayat ini, Allah mengajak manusia kembali mengingat asal-usul dirinya dan asal makhluk lain, agar mereka memahami hakikat segala sesuatu secara benar.

Jika para malaikat saja diperintahkan bersujud kepada Adam, maka sungguh aneh bila keturunan Adam justru bersujud kepada makhluk seperti batu, pohon, hewan, manusia, dan yang lain!

#tadabbur
😢 1
Пост от 08.02.2026 02:16
174
0
4
Dalam berinteraksi dengan orang lain, ingatlah bahwa setiap orang membawa beban hidupnya masing-masing.

Ada keluarga yang ia tanggung, orang sakit yang ia rawat, dan anak-anak kecil yang menggantungkan harapan kepadanya setelah Allah.

Jangan menyakiti atau merendahkannya, karena betapa pedih rasanya pulang ke rumah dengan hati yang luka, sementara orang-orang di rumah menunggu senyum dan ketenangannya.

Di balik setiap rumah ada cerita tentang kehilangan, kesulitan, dan kelelahan yang hanya Allah yang benar-benar mengetahuinya.

Maka janganlah kita menambah berat hidup orang lain dengan sikap kasar dan kata-kata yang melukai.

#nasihat
1
Пост от 05.02.2026 02:22
68
0
3
Allah ta'ala berfirman,

قَالَ هَلْ عَلِمْتُمْ مَّا فَعَلْتُمْ بِيُوْسُفَ وَاَخِيْهِ اِذْ اَنْتُمْ جٰهِلُوْنَ

Dia (Yusuf) berkata, “Tahukah kamu (kejelekan) apa yang telah kamu perbuat terhadap Yusuf dan saudaranya karena kamu tidak mengetahui (akibat) perbuatanmu itu?” [QS. Yusuf: 89]

Orang beriman terkadang mampu menyembunyikan luka dan penderitaan pribadinya, namun ia akan berbicara ketika yang terluka adalah orang-orang yang ia cintai.

Nabi Yusuf 'alaihi as-salam mampu menahan dan menyimpan perasaannya ketika para saudaranya menyakitinya dengan tuduhan pencurian, karena itu adalah penderitaan yang menimpa dirinya sendiri.

Namun, ia membuka rahasia itu ketika para saudara datang dan mengadukan kesusahan hidup; ia pun merasa iba kepada kedua orang tuanya serta kepada mereka, melihat keadaan yang telah menimpa mereka.

Ath-Thabari meriwayatkan dari Ibnu Ishaq, ia berkata,

ذكر لي أنهم لما كلموه بهذا الكلام غلبته نفسه، فارفضَّ دمعه باكيًا، ثم باح لهم بالذي يكتم منهم، فقال: ﴿هل علمتم ما فعلتم بيوسف وأخيه إذ أنتم جاهلون﴾ ؟

"Telah disebutkan kepadaku bahwa ketika mereka berbicara kepadanya dengan perkataan tersebut, Yusuf tidak mampu lagi menahan dirinya; air matanya pun mengalir dan ia menangis.

Setelah itu, ia mengungkapkan kepada mereka apa yang selama ini ia sembunyikan, lalu berkata, “Apakah kalian mengetahui apa yang telah kalian perbuat terhadap Yusuf dan saudaranya, ketika kalian dahulu bertindak karena kebodohan?”" [Tafsir Ath-Thabari]

Ayat di atas disebutkan di akhir kisah dalam surat Yusuf, ketika ia sudah berkuasa dan saudara-saudaranya datang dalam keadaan lemah dan terhimpit, tanpa mengenalinya.

Yusuf 'alaihi as-salam selama ini mampu menahan sakit dan kezaliman yang menimpanya, namun ketika mendengar keluhan tentang penderitaan keluarga dan ayahnya, hatinya luluh.

Ia pun membuka jati diri bukan untuk membalas atau mencela, melainkan untuk menyadarkan, membuka pintu pengakuan dan taubat, serta menutup kisah panjang itu dengan ampunan dan kasih sayang, bukan dendam.

#tadabbur
Пост от 01.02.2026 02:22
1
0
0
5) Implikasi etis dan keilmuan
Teks ini mengandung pelajaran besar bagi etika beragama dan berilmu bahwa kebenaran harus diterima karena ia benar, bukan karena siapa yang menyampaikannya. Fanatisme golongan adalah penghalang utama keadilan ilmiah dan keikhlasan beragama. Kejujuran sejati diuji bukan saat kita berbicara, tetapi saat kita mendengar dan menilai. Dengan demikian, pesan Ibnu Taimiyah bukan sekadar kritik personal, melainkan peringatan metodologis bahwa agama rusak bukan hanya oleh kebohongan yang dibuat-buat, tetapi juga oleh kebenaran yang ditolak karena hawa nafsu.

Kurator: MNIM

#manhaj
Смотреть все посты